Penjualan Livina Menghilang dari Data Gaikindo, Nissan Diduga Menghentikan Distribusinya di Indonesia

Penjualan Livina Menghilang dari Data Gaikindo, Nissan Diduga Menghentikan Distribusinya di Indonesia

Jakarta | Nissan Livina tidak lagi tercantum dalam data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Hilangnya nama tersebut menjadi perhatian karena Livina merupakan MPV tujuh penumpang yang pernah menjadi salah satu model andalan Nissan di pasar Indonesia. Data wholesales mencerminkan distribusi kendaraan dari pabrikan atau agen pemegang merek ke jaringan penjualan, sehingga absennya Livina dapat menjadi indikasi bahwa pengiriman unit ke diler sudah tidak berlangsung seperti sebelumnya.

Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa penjualan Nissan Livina di Indonesia telah dihentikan. Namun, hingga informasi ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari Nissan yang secara tegas mengonfirmasi penghentian distribusi maupun penjualan model tersebut. Karena itu, ketiadaan Livina dalam laporan Gaikindo belum dapat dipastikan sebagai pengumuman resmi mengenai berakhirnya masa edar kendaraan tersebut. Perubahan strategi produk, penyesuaian stok, atau faktor lain juga masih mungkin memengaruhi pencatatannya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, sejumlah model Nissan lain masih tercatat dalam data penjualan nasional. Serena dan Kicks masuk dalam kategori kendaraan 4×2 dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc. Nissan X-Trail tercatat pada kategori mobil 4×2 bermesin di atas 1.500 cc. Di segmen kendaraan dengan kemampuan penggerak empat roda, Terra muncul dalam kategori 4×4 dengan kapasitas mesin 1.501-3.000 cc, sedangkan Navara tercantum pada kategori 4×4 atau 4×4 double cabin. Daftar tersebut menunjukkan bahwa aktivitas Nissan di pasar domestik masih mencakup beberapa model, meskipun posisi Livina dalam distribusi nasional kini tidak terlihat pada data Gaikindo.

Livina generasi terbaru yang diperkenalkan di Indonesia pada 2019 masih tercatat dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sepanjang 2025. Pencatatan tersebut menunjukkan bahwa model ini belum sepenuhnya hilang dari struktur industri otomotif nasional, karena masih berstatus sebagai kendaraan yang diproduksi secara completely knocked down (CKD) di dalam negeri. Namun, keberadaannya dalam data penjualan terlihat sangat terbatas dibandingkan masa awal pemasarannya.

Dalam laporan Gaikindo 2025, hanya varian Livina VL yang tercantum. Varian tersebut membukukan penjualan sebanyak 133 unit selama tahun berjalan. Angka ini memperlihatkan bahwa kontribusi Livina terhadap pasar kendaraan penumpang nasional berada pada level yang rendah. Tidak tercantumnya varian lain juga dapat menjadi petunjuk mengenai terbatasnya distribusi atau penyederhanaan pilihan produk yang ditawarkan Nissan kepada konsumen Indonesia.

Secara teknis dan historis, Livina memiliki hubungan yang erat dengan Mitsubishi Xpander. Nissan memproduksi Livina di pabrik Mitsubishi Motors di Cikarang, Jawa Barat, fasilitas yang juga digunakan untuk memproduksi Xpander. Keduanya merupakan produk kembaran dengan basis kendaraan dan sejumlah komponen yang serupa, meskipun masing-masing merek mempertahankan perbedaan pada desain eksterior, identitas kabin, serta strategi pemasarannya.

Sejak peluncurannya pada 2019, Livina belum memperoleh penyegaran model yang berarti. Kondisi ini berbeda dengan Xpander, yang beberapa kali mendapatkan pembaruan untuk menjaga daya saingnya di segmen kendaraan keluarga. Ketiadaan penyegaran tersebut berpotensi memengaruhi daya tarik Livina ketika berhadapan dengan model-model baru dan produk yang lebih aktif diperbarui. Dengan penjualan yang hanya mencapai 133 unit pada 2025, posisi Livina di pasar Indonesia pun semakin terpinggirkan, meskipun status produksinya masih tercatat dalam laporan industri.

Meski nama Livina tidak lagi tercantum dalam data penjualan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), model tersebut masih dapat ditemukan di situs resmi Nissan Indonesia. Keberadaan informasi itu menunjukkan bahwa secara administratif atau informatif, Livina belum sepenuhnya dihapus dari kanal resmi pabrikan di dalam negeri.

Dalam laman tersebut, Nissan masih mencantumkan Livina varian VE AT dengan harga Rp329,5 juta. Namun, keterangan yang menyertai daftar harga menyebutkan bahwa banderol tersebut berlaku untuk nomor rangka tahun 2025. Informasi ini belum menjelaskan apakah kendaraan masih didistribusikan secara aktif kepada jaringan dealer atau hanya merupakan sisa pencantuman produk pada situs perusahaan.

Untuk memperoleh kepastian mengenai status penjualan dan distribusinya, pihak Nissan Indonesia telah dihubungi. Hingga informasi ini disusun, Nissan Indonesia belum memberikan respons terkait apakah Livina masih dipasarkan, dihentikan distribusinya, atau hanya tersedia untuk unit tertentu. Tidak adanya penjelasan resmi membuat status model tersebut di pasar domestik masih belum sepenuhnya jelas.

Keterangan berbeda datang dari seorang tenaga penjual Nissan di Jakarta yang dihubungi mengenai ketersediaan Livina. Tenaga penjual yang tidak disebutkan namanya itu membenarkan bahwa dealer tidak lagi menjual Livina sejak akhir 2025. Ia juga menyampaikan bahwa unit tersebut sudah tidak tersedia untuk dipasarkan kepada konsumen. “Stok kendaraan tersebut juga sudah tidak ada,” ujar tenaga penjual itu saat dihubungi.

Pernyataan dari jaringan dealer tersebut memperkuat dugaan bahwa distribusi Livina di Indonesia telah dihentikan, setidaknya sejak penghujung 2025. Meski demikian, kepastian mengenai keputusan resmi Nissan masih menunggu keterangan langsung dari perusahaan. Perbedaan informasi di situs resmi dan kondisi di dealer juga menunjukkan bahwa pembaruan kanal digital Nissan belum sepenuhnya mencerminkan situasi penjualan aktual di lapangan.

Hilangnya angka penjualan domestik Livina dari data Gaikindo tidak serta-merta menunjukkan bahwa produksi model tersebut telah dihentikan di Indonesia. Penjualan dalam negeri dan aktivitas manufaktur merupakan dua catatan yang berbeda. Data penjualan mencerminkan unit yang dipasarkan kepada konsumen Indonesia, sedangkan data produksi menunjukkan kendaraan yang dibuat di fasilitas manufaktur, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Berdasarkan data Gaikindo per September 2026, produksi Livina di pabrik Mitsubishi Indonesia masih berlangsung. Sebanyak 351 unit tercatat diproduksi sepanjang September 2026. Jika dihitung sejak Januari hingga September 2026, jumlah produksinya mencapai 1.622 unit. Angka tersebut menjadi indikasi bahwa lini produksi Livina belum sepenuhnya berhenti, meskipun modelnya tidak lagi terlihat dalam catatan penjualan domestik.

Seluruh unit Livina yang tercantum dalam data produksi tersebut ditujukan untuk pasar ekspor ke Filipina. Dengan demikian, keberlanjutan produksi tidak berkaitan dengan distribusi Livina untuk pasar Indonesia pada periode tersebut. Perbedaan tujuan produksi dan pasar ini menjelaskan mengapa sebuah model dapat tetap dibuat di dalam negeri, tetapi tidak mencatatkan penjualan domestik. Pabrik Mitsubishi Indonesia masih menjalankan proses manufakturnya untuk memenuhi permintaan dari negara tujuan ekspor.

Livina pertama kali hadir di Indonesia pada 2007 dan kemudian mengalami perubahan generasi, platform, serta desain pada 2019 melalui kolaborasi Nissan dengan Mitsubishi. Dalam perubahan tersebut, nama Grand Livina berganti menjadi Livina. Model ini selanjutnya menggunakan basis platform dan desain Mitsubishi Xpander, yang menandai perubahan besar dibandingkan generasi sebelumnya. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa posisi Livina di Indonesia telah berubah dari model yang berorientasi pada pasar domestik menjadi kendaraan yang produksinya, berdasarkan catatan terbaru, berlanjut untuk kebutuhan ekspor.

Pos terkait