Harga Cabai Rawit Merah Melonjak hingga Rp105.300 per Kilogram

Harga Cabai Rawit Merah Melonjak hingga Rp105.300 per Kilogram

Jakarta | Harga rata-rata cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional mencapai Rp105.300 per kilogram pada Selasa, 13 Oktober 2026. Angka tersebut menempatkan cabai rawit merah sebagai salah satu komoditas pangan dengan harga paling tinggi dalam perbandingan harian. Data itu dicatat oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, lembaga yang dikelola Bank Indonesia, berdasarkan pemantauan harga di Jakarta pada pukul 08.40 WIB.

Nilai Rp105.300 per kilogram menunjukkan bahwa cabai rawit merah berada jauh di atas sejumlah bahan pangan yang umum dibeli masyarakat setiap hari. Dalam perbandingan tersebut, harganya tercatat lebih tinggi daripada telur ayam ras dan beras, dua komoditas yang menjadi bagian penting dari kebutuhan pangan rumah tangga. Perbedaan ini memperlihatkan posisi cabai rawit merah sebagai komoditas dengan nilai jual menonjol pada pemantauan harga pangan pagi itu.

Bacaan Lainnya

Informasi PIHPS tersebut memberikan gambaran mengenai tingkat harga cabai rawit merah di pasar eceran nasional pada waktu pengamatan tertentu. Karena pemantauan dilakukan pada 13 Oktober 2026 pukul 08.40 WIB, angka yang disampaikan merefleksikan kondisi harga pada saat pencatatan, bukan keseluruhan perubahan harga sepanjang hari. Meski demikian, harga di atas Rp100.000 per kilogram menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pengeluaran konsumen yang membeli cabai untuk kebutuhan memasak.

Data ini juga menegaskan pentingnya membandingkan harga antarkomoditas ketika membaca perkembangan pangan harian. Harga beras dan telur ayam ras biasanya menjadi acuan dalam melihat biaya kebutuhan pokok, sementara cabai rawit merah termasuk bahan pelengkap yang pergerakan harganya dapat memengaruhi belanja rumah tangga. Pada pemantauan tersebut, posisi cabai rawit merah yang mencapai Rp105.300 per kilogram menjadi angka utama dalam laporan harga pangan nasional.

Harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp105.300 per kilogram, sedangkan harga rata-rata telur ayam ras berada pada level Rp29.700 per kilogram. Perbandingan tersebut memperlihatkan jarak harga yang cukup lebar dua bahan pangan yang umum ditemukan dalam konsumsi sehari-hari. Dengan angka itu, harga cabai rawit merah berada lebih dari tiga kali lipat dibandingkan harga telur ayam ras.

Selisih nominal keduanya mencapai Rp75.600 per kilogram. Nilai tersebut diperoleh dari pengurangan harga cabai rawit merah sebesar Rp105.300 dengan harga telur ayam ras sebesar Rp29.700. Perbedaan ini menunjukkan bahwa untuk setiap satu kilogram, cabai rawit merah memiliki harga Rp75.600 lebih tinggi daripada komoditas telur ayam ras berdasarkan data rata-rata yang tercatat.

Rasio harga kedua komoditas juga memperjelas besarnya perbedaan tersebut. Harga cabai rawit merah setara dengan sekitar 3,55 kali harga telur ayam ras. Dengan demikian, perbandingan tidak hanya menunjukkan selisih dalam rupiah, tetapi juga menggambarkan bahwa posisi harga cabai berada jauh di atas telur ayam ras pada pencatatan yang sama.

Kedua komoditas tersebut sama-sama termasuk bahan pangan yang lazim dikonsumsi masyarakat, tetapi data harga menunjukkan tingkat yang berbeda secara signifikan. Cabai rawit merah berada pada angka Rp105.300 per kilogram, sementara telur ayam ras tercatat Rp29.700 per kilogram. Selisih Rp75.600 per kilogram menjadi gambaran kuantitatif mengenai perbedaan harga bahan penyedap atau pelengkap masakan dan sumber pangan hewani tersebut, tanpa mengaitkannya dengan perubahan perilaku konsumen, kondisi pasar, maupun dampak ekonomi lain yang tidak tercantum dalam data.

Selain cabai rawit merah yang mencapai Rp105.300 per kilogram, sejumlah jenis cabai lain juga tercatat dengan harga lebih rendah. Cabai merah keriting berada di angka Rp88.350 per kilogram, sedangkan cabai merah besar dijual dengan harga Rp73.800 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau tercatat sebesar Rp78.850 per kilogram.

Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa cabai rawit merah menjadi komoditas dengan nilai tertinggi di jenis cabai yang dicantumkan. Harga cabai merah keriting masih berada di bawahnya, dengan selisih Rp16.950 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau memiliki harga Rp78.850 per kilogram, dan cabai merah besar menjadi yang terendah di empat jenis cabai tersebut, yakni Rp73.800 per kilogram.

Sebagai pembanding, harga beras berada pada rentang yang lebih rendah berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah II tercatat Rp14.700 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah I mencapai Rp14.900 per kilogram. Untuk kategori medium, harga beras medium II berada di angka Rp16.450 per kilogram dan beras medium I sebesar Rp16.600 per kilogram.

Pada kategori kualitas lebih tinggi, beras super II dijual dengan harga Rp17.350 per kilogram. Beras super I tercatat sebagai yang paling tinggi di seluruh kualitas beras dalam data tersebut, yaitu Rp17.950 per kilogram. Kendati demikian, seluruh harga beras itu masih berada jauh di bawah harga cabai rawit merah.

Perbandingan paling mencolok terlihat cabai rawit merah dan beras kualitas bawah II. Dengan harga Rp105.300 per kilogram, cabai rawit merah hampir enam kali lipat dibandingkan beras kualitas bawah II yang berada di angka Rp14.700 per kilogram. Selisih ini memperlihatkan besarnya jarak harga komoditas cabai tersebut dan beras kualitas paling rendah dalam daftar.

Selain mencatat kenaikan harga cabai rawit merah hingga Rp105.300 per kilogram, pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) juga mencatat pergerakan harga sejumlah komoditas pangan lain. Data tersebut memberikan gambaran mengenai harga bahan pangan yang umum digunakan rumah tangga, termasuk kelompok bumbu dapur, daging unggas, dan daging sapi. Angka-angka ini dapat menjadi pembanding terhadap harga cabai rawit merah pada periode pemantauan yang sama.

Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah ukuran sedang tercatat seharga Rp37.000 per kilogram. Sementara itu, bawang putih ukuran sedang berada pada angka Rp38.650 per kilogram. Kedua harga tersebut berada di bawah harga cabai rawit merah yang mencapai Rp105.300 per kilogram. Perbedaan ini menunjukkan adanya jarak harga yang cukup besar cabai rawit merah dan dua komoditas bawang dalam pencatatan PIHPS tersebut.

Pada kelompok pangan hewani, daging ayam ras segar tercatat Rp41.250 per kilogram. Harga itu masih lebih rendah dibandingkan cabai rawit merah. Adapun daging sapi kualitas I berada di angka Rp152.550 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II tercatat Rp143.450 per kilogram. Dengan demikian, berdasarkan angka yang dipantau, kedua jenis daging sapi tersebut memiliki harga per kilogram di atas cabai rawit merah. Rincian harga ini mencakup bawang merah, bawang putih, daging ayam ras, serta dua kualitas daging sapi, sehingga perbandingan antarkomoditas tetap mengacu pada nilai yang tercatat dalam pemantauan PIHPS.

Baca juga: Upaya Penstabilan Harga Cabai Rawit di Indonesia | Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Dampaknya di Jakarta | Lonjakan Harga Cabai Rawit dan Dampaknya terhadap Konsumen

Pos terkait