Kota Paris Pusat Ariel Weil | Kebakaran melanda Marché des Enfants Rouges, pasar makanan tertutup dan tertua di Paris, pada Senin, 12 Oktober 2026. Kobaran api menghanguskan bagian penting dari kompleks bersejarah tersebut, yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan kuliner dan wisata populer di ibu kota Prancis. Peristiwa itu segera menarik perhatian karena pasar tersebut bukan hanya menjadi tempat warga membeli makanan, melainkan juga bagian dari warisan kehidupan kota Paris.
Api menyebabkan kerusakan parah pada bangunan pasar. Atap Marché des Enfants Rouges dilaporkan rusak, sementara bagian-bagian lain turut terdampak kobaran dan panas yang menyebar di dalam area tertutup. Kondisi tersebut membuat lokasi tampak luluh lantak dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kelangsungan bangunan yang memiliki nilai sejarah. Wali Kota Paris menyebut pasar itu hancur total setelah api berhasil dikendalikan.
Petugas pemadam kebakaran Prancis dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mencegahnya menjalar ke bangunan di sekitar pasar. Mereka bekerja dari sejumlah titik untuk menangani bara yang tersisa, memeriksa struktur bangunan, serta memastikan tidak ada sumber api yang kembali menyala. Area terdampak kemudian diamankan agar masyarakat tidak mendekat ke bangunan yang atap dan sejumlah elemennya telah kehilangan kestabilan.
Marché des Enfants Rouges memiliki posisi khusus dalam sejarah Paris. Pasar ini telah menjadi ruang pertemuan pedagang, penduduk setempat, dan wisatawan yang datang untuk menikmati beragam hidangan. Karena itu, kehancuran akibat kebakaran tersebut dipandang sebagai kehilangan besar bagi kawasan dan kehidupan budaya kota. Penanganan berikutnya akan bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan bangunan dan penilaian kerusakan yang dilakukan oleh pihak berwenang. Pemerintah kota juga perlu menentukan langkah pemulihan, sembari mempertimbangkan cara mempertahankan karakter historis pasar tersebut di masa mendatang.
Wali Kota Paris pusat, Ariel Weil, menyatakan bahwa Marché des Enfants Rouges telah “hancur total” setelah kebakaran melanda pasar bersejarah tersebut. Pernyataan itu menggambarkan tingkat kerusakan yang sangat parah pada bangunan dan fasilitas pasar, bukan sekadar kerusakan pada bagian tertentu. Pasar yang selama ini menjadi salah satu ruang perdagangan dan kuliner bersejarah di Paris kini mengalami dampak besar akibat insiden tersebut.
Ungkapan “hancur total” dari Weil menegaskan bahwa kebakaran telah mengubah kondisi fisik pasar secara drastis. Bangunan, struktur internal, serta berbagai elemen yang mendukung kegiatan para pedagang kemungkinan terdampak luas, meskipun penilaian teknis mengenai tingkat kerusakan setiap bagian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, kondisi pasar perlu didokumentasikan dan dievaluasi oleh pihak berwenang sebelum langkah pemulihan ditentukan.
Marché des Enfants Rouges memiliki nilai sejarah dan sosial bagi Paris. Selain menjadi tempat berjualan, pasar tersebut dikenal sebagai bagian dari warisan kehidupan kota dan ruang pertemuan bagi warga maupun pengunjung. Kerusakan besar yang disampaikan wali kota tidak hanya berkaitan dengan hilangnya bangunan secara fisik, tetapi juga menyangkut terganggunya aktivitas pedagang serta terancamnya keberlanjutan sebuah lokasi yang telah lama menjadi bagian dari identitas kawasan.
Sampai informasi mengenai kebakaran itu disertai hasil penyelidikan resmi, penyebab api belum diketahui. Oleh sebab itu, belum terdapat dasar untuk menyimpulkan dari mana api bermula, bagaimana kebakaran berkembang, atau siapa yang mungkin bertanggung jawab. Setiap keterangan mengenai sumber api maupun pihak tertentu harus menunggu temuan aparat dan pemeriksaan teknis yang berwenang. Pernyataan wali kota sejauh ini berfokus pada besarnya dampak kebakaran, sementara penentuan penyebabnya masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Kebakaran yang melanda pasar bersejarah di Paris itu diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat, menurut laporan sejumlah media Prancis. Pada jam tersebut, kawasan pasar berada dalam suasana sepi sehingga api dapat menyebar dan menimbulkan kerusakan besar sebelum situasi sepenuhnya terkendali. Informasi awal mengenai waktu kejadian masih didasarkan pada laporan sementara, sementara pihak berwenang terus melakukan pemeriksaan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara lebih rinci.
Beberapa jam setelah kebakaran dilaporkan, petugas pemadam kebakaran masih berada di lokasi untuk menangani dampak yang ditinggalkan api. Puing-puing bangunan dilaporkan masih mengeluarkan asap, menandakan bahwa proses pendinginan dan pemeriksaan titik-titik panas belum selesai. Tim harus memastikan tidak ada bara yang kembali menyala di reruntuhan, sekaligus menilai kondisi struktur yang mungkin mengalami kerusakan berat. Penanganan semacam ini dapat berlangsung setelah kobaran utama terlihat padam karena material yang tertimbun masih berpotensi menyimpan panas.
Dengan demikian, operasi di lokasi tidak berhenti ketika api besar berhasil diredam. Petugas melanjutkan penyemprotan air, pemantauan asap, serta pengamanan area di sekitar pasar untuk mencegah risiko bagi warga dan personel yang bekerja. Akses ke kawasan tersebut kemungkinan tetap dibatasi selama proses pemadaman lanjutan dan pembersihan berlangsung. Perkembangan mengenai tingkat kerusakan dan penyebab kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Untuk sementara, kondisi puing yang berasap menunjukkan bahwa penanganan pascakebakaran masih berjalan, beberapa jam setelah insiden diperkirakan bermula pada dini hari.
Marché des Enfants Rouges merupakan pasar bersejarah yang telah berdiri sejak 1615. Pasar ini didirikan pada masa pemerintahan Louis XIII, sehingga keberadaannya berkaitan dengan salah satu periode penting dalam sejarah Paris. Sejak awal, pasar tersebut menjadi bagian dari kawasan Marais, sebuah distrik yang menjadi lokasi berdirinya pasar hingga sebelum kebakaran yang menghancurkannya.
Usia Marché des Enfants Rouges menjadikannya lebih dari sekadar tempat untuk aktivitas pasar. Keberadaannya selama berabad-abad memperlihatkan panjangnya perjalanan sebuah situs yang tetap dikenal dalam sejarah Paris. Tahun pendiriannya, yaitu 1615, menjadi penanda utama yang menegaskan bahwa pasar ini telah melewati rentang waktu yang sangat panjang sejak masa Louis XIII.
Nama Marché des Enfants Rouges juga memiliki latar belakang tersendiri. Nama tersebut berasal dari sebuah panti asuhan yang berada di dekat lokasi pasar. Anak-anak di panti asuhan itu mengenakan pakaian berwarna merah, sehingga warna tersebut kemudian menjadi asal penamaan pasar. Hubungan pasar dan panti asuhan di sekitarnya menjadi bagian dari kisah yang melekat pada identitas tempat ini.
Dengan latar pendirian pada 1615, keterkaitannya dengan pemerintahan Louis XIII, serta asal-usul namanya dari anak-anak berpakaian merah, Marché des Enfants Rouges memiliki nilai sejarah yang kuat. Pasar lama di distrik Marais ini juga menjadi tujuan wisata sebelum mengalami kebakaran. Karena itu, kehancurannya tidak hanya menyangkut sebuah bangunan atau lokasi pasar, tetapi juga situs bersejarah yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan Paris.
Baca juga: Dua Rumah Warga Lok Batu Terbakar, Babinsa Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat | Momen Bersejarah Prabowo dan Gibran di HUT ke-25 Partai Demokrat










