Operasi Gabungan Kembali Sasar Kampung Boncos, Lapak Narkotika Dimusnahkan

Operasi Gabungan Kembali Sasar Kampung Boncos, Lapak Narkotika Dimusnahkan

Kota Bambu Selatan | Aparat gabungan kembali menggerebek kawasan Kota Bambu Selatan yang dikenal sebagai Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat, pada Senin sore, 12 Oktober 2026. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan sejumlah lapak narkotika yang berada di kawasan itu. Lapak-lapak tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar.

Penggerebekan kembali menyasar Kampung Boncos sebagai bagian dari tindakan aparat gabungan di wilayah Kota Bambu Selatan. Kegiatan itu berlangsung pada sore hari dan langsung diarahkan pada sejumlah lapak yang ditemukan di lokasi. Setelah menemukan lapak narkotika, petugas melakukan pemusnahan dengan membakarnya.

Bacaan Lainnya

Peristiwa tersebut menandai kembali berlangsungnya penindakan aparat gabungan di Kampung Boncos, kawasan yang berada di Palmerah, Jakarta Barat. Lokasi penggerebekan terletak di Kota Bambu Selatan. Pada Senin sore, 12 Oktober 2026, petugas mendatangi kawasan itu, menemukan sejumlah lapak narkotika, lalu memusnahkannya melalui pembakaran.

Aparat gabungan menjadi pihak yang melakukan penggerebekan di kawasan tersebut. Tindakan utama dalam kegiatan itu adalah memusnahkan lapak narkotika yang ditemukan di Kampung Boncos. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar setelah petugas menemukan sejumlah lapak di kawasan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.

Dengan demikian, penggerebekan kembali berlangsung di Kampung Boncos pada Senin sore, 12 Oktober 2026. Aparat gabungan menyasar kawasan Kota Bambu Selatan dan menemukan sejumlah lapak narkotika. Lapak-lapak itu kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar di lokasi kegiatan.

Operasi gabungan yang kembali menyasar Kampung Boncos melibatkan 116 personel dari sejumlah unsur penegak hukum dan pemerintah. Keterlibatan lintas instansi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kawasan yang dikenal sebagai lokasi peredaran narkotika dilakukan melalui koordinasi bersama, bukan hanya oleh satu kesatuan. Setiap unsur membawa peran sesuai kewenangan masing-masing untuk mendukung penertiban, penyisiran, serta pemusnahan lapak yang diduga digunakan dalam aktivitas narkotika.

Kekuatan utama dalam operasi ini berasal dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Kedua unsur tersebut memiliki tanggung jawab dalam penanganan perkara narkotika, termasuk mengidentifikasi lokasi, mengamankan barang bukti, dan menindak pihak yang diduga terlibat. Operasi juga diperkuat oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, yang berperan dalam mendukung upaya pemberantasan serta pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah ibu kota.

Selain unsur kepolisian dan BNNP, personel TNI serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) turut dikerahkan. Kehadiran TNI membantu memperkuat pengamanan selama kegiatan berlangsung, sedangkan Satpol PP mendukung penertiban terhadap bangunan atau lapak yang melanggar ketentuan dan digunakan untuk aktivitas ilegal. Kolaborasi tersebut memungkinkan pelaksanaan operasi berlangsung lebih terkoordinasi, terutama di kawasan padat yang memerlukan pengamanan berlapis.

Sebelum penyisiran dimulai, seluruh personel mengikuti apel gabungan sebagai tahap persiapan. Apel itu dipimpin oleh Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Triyatno Pamungkas. Dalam tahapan tersebut, petugas menyatukan koordinasi, menerima arahan mengenai sasaran operasi, serta memastikan pembagian tugas di lapangan. Setelah apel selesai, tim bergerak menyisir titik-titik yang telah ditentukan. Susunan operasi yang diawali dengan konsolidasi itu menjadi dasar bagi petugas untuk menjalankan penertiban secara terarah, menjaga keamanan, dan mencegah munculnya gangguan selama lapak narkotika dimusnahkan.

Sebelum penyisiran dimulai, AKBP Triyatno Pamungkas memberikan arahan kepada personel yang terlibat dalam operasi gabungan di Kampung Boncos. Arahan tersebut menekankan pentingnya kewaspadaan sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian penindakan selesai. Setiap anggota diminta memahami situasi di lapangan, memperhatikan lingkungan sekitar, serta tidak mengabaikan potensi risiko yang dapat muncul ketika petugas bergerak di area sasaran. Kesiapan tersebut diperlukan agar pelaksanaan tugas berlangsung secara tertib dan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Dalam pengarahan itu, keselamatan personel menjadi salah satu perhatian utama. AKBP Triyatno menekankan penerapan sistem body system, yakni pola pergerakan dengan saling menjaga dan memastikan keberadaan rekan selama menjalankan tugas. Melalui sistem tersebut, personel diharapkan tidak bertindak sendiri, tetap berada dalam koordinasi kelompok, dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan kondisi yang perlu mendapat perhatian. Pola ini juga membantu menjaga komunikasi antaranggota ketika penyisiran dilakukan di lokasi dengan akses dan keadaan yang beragam.

Selain kewaspadaan dan keselamatan, kejelasan komando turut ditekankan dalam apel sebelum penindakan. Personel perlu mengetahui siapa yang memberikan instruksi, memahami pembagian tugas, serta mengikuti arahan pimpinan selama berada di lapangan. Komando yang jelas diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman dan membantu setiap unsur menjalankan perannya secara terukur. Arahan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kendala selama operasi berlangsung, tanpa mengurangi ketegasan penindakan terhadap sasaran yang telah ditentukan.

Setelah apel selesai, personel kemudian melaksanakan penyisiran sesuai arahan dan koordinasi yang telah diberikan. Persiapan itu menjadi dasar bagi pergerakan tim agar tetap terarah, mengutamakan keselamatan, serta menjaga keteraturan selama berada di kawasan Kampung Boncos. Setiap tahapan dijalankan dengan memperhatikan instruksi komando dan kerja sama antarpetugas di lapangan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menjelaskan bahwa operasi gabungan di Kampung Boncos merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, yang dikenal sebagai program P4GN. Melalui kegiatan ini, aparat berupaya menjaga lingkungan masyarakat dari aktivitas yang berkaitan dengan narkotika sekaligus mempersempit ruang peredarannya.

Menurut Bismo, penindakan tersebut juga menjadi tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto dan arahan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Arahan itu menekankan pentingnya langkah nyata untuk mencegah peredaran narkotika di berbagai wilayah. Penegakan hukum dilakukan sejalan dengan upaya perlindungan masyarakat, sehingga kawasan yang selama ini menjadi perhatian dapat ditangani secara berkelanjutan melalui kerja sama aparat dan unsur terkait.

Operasi tidak hanya diarahkan untuk menghentikan aktivitas peredaran, tetapi juga mendukung pemulihan pengguna narkoba. Pendekatan tersebut menempatkan pencegahan, penindakan, dan pemulihan sebagai bagian yang saling berkaitan dalam penanganan persoalan narkotika. Dengan demikian, tindakan kepolisian diharapkan dapat memberikan dampak terhadap keamanan lingkungan sekaligus membuka ruang bagi penanganan pengguna sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Rangkaian operasi berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan lancar, tertib, dan aman. Setelah operasi selesai, seluruh terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Mereka selanjutnya menjalani pemeriksaan untuk mendalami peristiwa yang ditemukan dalam operasi tersebut. Proses hukum lebih lanjut dilakukan oleh penyidik sesuai hasil pemeriksaan dan prosedur yang berlaku, tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah.

Baca juga: STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR | Setetes Kepedulian Ditengah Kemarau, Lanud Sjamsudin Noor Kembali Hadir Salurkan Air Bersih Untuk Warga | Operasi Penanganan Karhutla Gunung Bromo oleh BPBD Jatim

Pos terkait