JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 22 September 2026, Pemerintah telah menetapkan HAP (harga acuan pembelian) kedelai impor di tingkat perajin tahu-tempe maksimal Rp12.000 per kilogram," katanya: Berdasarkan data Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) per 10 September menunjukkan harga di sejumlah wilayah Jawa masih berada di kisaran Rp11.200–Rp11.850 per kilogram, meskipun memang terdapat disparitas dan harga lebih tinggi di sejumlah wilayah luar Jawa. Karena itu, pengawasan akan kita fokuskan pada daerah yang mengalami harga tinggi dan pada setiap mata rantai distribusinya. Jakarta ( ) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan kedelai nasional tetap aman hingga akhir 2026 dengan proyeksi surplus sekitar 290,9 ribu ton meski ketergantungan terhadap impor masih tinggi.
Keterangan yang tercatat menyebut Kami sampaikan kepada masyarakat, pasokan kedelai nasional saat ini tersedia dan secara neraca masih mencukupi," kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan di Jakarta, Selasa. Terkait masukan dari perajin soal harga sering dipengaruhi importir, kata Hermawan, pemerintah tentu tidak ingin langsung menyimpulkan terjadi permainan harga tanpa pemeriksaan data dan rantai distribusi secara menyeluruh. Sebagai gambaran, kata dia, neraca pangan strategis secara umum tetap terjaga, jagung juga berada dalam kondisi mencukupi. Jadi, kata Hernawan, langkah pemerintah jelas: pertama, menjaga agar pasokan kedelai tidak terputus; kedua, memastikan harga di tingkat perajin tetap wajar; ketiga, memperkuat Cadangan Kedelai Pemerintah melalui Bulog; dan keempat, meningkatkan produksi dalam negeri agar ketergantungan impor secara bertahap berkurang. Kami ingin menegaskan pemerintah akan terus hadir menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan, termasuk kedelai, agar kebutuhan masyarakat serta perajin tahu dan tempe tetap terpenuhi," kata Hermawan.
Data lain dalam laporan menunjukkan Dia menyebutkan berdasarkan Neraca Pangan Nasional Bapanas per 3 September 2026, total ketersediaan kedelai tahun 2026 diproyeksikan sekitar 3,046 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 2,755 juta ton. Dengan demikian, sampai akhir tahun secara proyeksi masih terdapat stok sekitar 290,9 ribu ton. Ia menuturkan kebutuhan kedelai nasional saat ini sekitar 229,6 ribu ton per bulan, atau sekitar 7.547 ton per hari. Produksi dalam negeri tahun 2026 diperkirakan sekitar 131,5 ribu ton, sedangkan realisasi impor Januari-Agustus telah mencapai sekitar 1,920 juta ton, dan terdapat rencana impor September-Desember sekitar 750,4 ribu ton. Pemerintah sudah menetapkan penguatan cadangan kedelai pemerintah (CKP) dengan target pengadaan minimal 70 ribu ton pada 2026, dan Perum Bulog telah dipersiapkan untuk menjalankan penugasan tersebut.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Sehingga masyarakat dan perajin tahu-tempe tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan secara nasional. Namun kami juga harus terbuka bahwa struktur pasokan kedelai Indonesia masih sangat bergantung pada impor," ujarnya. Inilah yang harus kita perbaiki secara bertahap melalui peningkatan produksi dalam negeri sekaligus penguatan cadangan pemerintah," ucapnya. Tetapi setiap keluhan perajin akan ditindaklanjuti. Bapanas akan melihat harga mulai dari importir, distributor sampai ke perajin tahu-tempe, termasuk biaya logistik dan disparitas harga antarwilayah.
Mengenai cadangan kedelai pemerintah, ini merupakan langkah yang sangat penting," ucap Hermawan. Dengan cadangan yang dikuasai pemerintah, negara mempunyai instrumen untuk melakukan intervensi apabila terjadi gangguan pasokan atau lonjakan harga yang tidak wajar. Perlu kami tegaskan juga, proyeksi stok akhir nasional 290,9 ribu ton tidak sama dengan cadangan kedelai pemerintah. Stok nasional mencakup keseluruhan ketersediaan di masyarakat dan pelaku usaha, sementara CKP adalah stok yang dikuasai pemerintah sebagai instrumen stabilisasi," katanya pula. Berdasarkan neraca yang sama, total ketersediaan jagung tahun 2026 diproyeksikan sekitar 23,368 juta ton, sementara kebutuhan sekitar 16,463 juta ton, sehingga stok akhir diproyeksikan sekitar 6,906 juta ton. Produksi jagung tahun ini diperkirakan sekitar 18 juta ton. Pesan kami kepada masyarakat dan perajin tahu-tempe pasokan kedelai nasional masih mencukupi. Pemerintah akan terus menjaga ketersediaan, mengawasi harga dan distribusi, serta tidak akan membiarkan adanya praktik yang menyebabkan harga menjadi tidak wajar," tegasnya. Ia memastikan kedelai tersedia dan secara neraca cukup. Tantangannya adalah ketergantungan impor yang masih tinggi. Karena itu pemerintah memperkuat cadangan kedelai melalui Bulog, mengawasi importir dan distribusi, serta memastikan perajin tahu-tempe memperoleh bahan baku dengan harga yang wajar. Mentan gandeng UNESA kembangkan kedelai demi tekan impor Kemenko Pangan siapkan 10 langkah percepat swasembada kedelai Wamenkop minta Gakoptindo perkuat rantai pasok kedelai impor Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita .











