Jakarta | Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menargetkan penghentian penggunaan disket pada 2028 sebagai bagian dari modernisasi sistem pengendalian lalu lintas udara. Media penyimpanan yang telah lama dianggap usang itu masih digunakan untuk menangani informasi cuaca dan data penting lainnya di lebih dari 400 fasilitas pengendalian udara. Rencana tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperbarui infrastruktur teknologi yang menopang operasi penerbangan nasional.
Penting untuk dicatat, kabar ini berkaitan dengan sistem penerbangan di Amerika Serikat, bukan Indonesia. Fasilitas yang dimaksud berada dalam jaringan pengendalian lalu lintas udara AS dan dikelola oleh FAA. Karena itu, target penghentian disket pada 2028 tidak serta-merta menunjukkan adanya kebijakan serupa di Indonesia. Pembaruan tersebut merupakan agenda domestik AS untuk mengganti perangkat dan proses lama yang masih berperan dalam penyampaian informasi operasional.
Dalam rencana modernisasi itu, FAA akan mengganti empat sistem yang berasal dari era 1980-an dengan Enterprise Information Display System. Sistem baru ini dirancang untuk menyatukan informasi penting yang sebelumnya tersebar di sejumlah platform. Dengan pendekatan tersebut, petugas di fasilitas pengendalian udara diharapkan dapat mengakses data yang dibutuhkan melalui sistem yang lebih terpadu, alih-alih bergantung pada beberapa sistem lama dan media penyimpanan fisik.
Informasi cuaca dan data operasional perlu tersedia secara andal agar petugas dapat mendukung pengambilan keputusan dalam lingkungan penerbangan yang dinamis. Penyatuan tampilan informasi ditujukan untuk membantu akses menjadi lebih cepat dan praktis, sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi usang. Meski sasaran penyelesaian ditetapkan pada 2028, perubahan ini tetap membutuhkan penerapan di banyak lokasi. Penggantian bertahap di lebih dari 400 fasilitas menjadikan proyek tersebut bagian penting dari pembaruan infrastruktur pengendalian udara AS.
Administrator Federal Aviation Administration (FAA), Bryan Bedford, menggambarkan modernisasi pengendalian lalu lintas udara Amerika Serikat sebagai peralihan dari proses yang masih mengandalkan pekerjaan manual dan teknologi lama berbasis disket. Perubahan ini bukan sekadar mengganti media penyimpanan, melainkan membangun cara yang lebih mutakhir bagi petugas untuk mengelola dan membagikan informasi penerbangan yang diperlukan dalam pekerjaan sehari-hari. Sistem baru tersebut menjadi bagian dari upaya pembaruan yang ditargetkan selesai pada 2028.
Dalam penjelasannya, Bedford menyoroti bahwa pengontrol lalu lintas udara perlu memperoleh informasi yang relevan dan menyampaikannya kepada pihak lain. Dengan sistem yang direncanakan, pengontrol akan dapat berbagi peringatan, jadwal wilayah udara terbatas, serta laporan dari pilot. Informasi tersebut berkaitan dengan koordinasi operasional, sehingga akses dan pertukarannya menjadi perhatian dalam proses modernisasi. Pernyataan itu menekankan fungsi berbagi informasi, tanpa merinci kemampuan lain yang belum dijelaskan.
Peralihan dari prosedur manual dan perangkat lama diharapkan mengurangi ketergantungan pada cara kerja yang selama ini digunakan untuk menangani materi tersebut. Namun, uraian Bedford tidak berarti bahwa seluruh proses pengendalian akan berubah sekaligus, ataupun bahwa sistem baru telah beroperasi penuh. Pembaruan ini merupakan pekerjaan bertahap dengan sasaran penyelesaian pada 2028, sehingga rincian penerapan dan hasil akhirnya masih bergantung pada kemajuan program.
Gambaran mengenai berbagi peringatan, jadwal pembatasan wilayah udara, dan laporan pilot menunjukkan jenis informasi yang menjadi fokus sistem. Ketiganya membantu pengontrol memperoleh dan meneruskan keterangan yang dibutuhkan dalam lingkup tugas mereka, sementara teknologi yang lebih baru ditujukan untuk menggantikan ketergantungan pada disket dan proses manual. Tidak ada dasar dalam keterangan tersebut untuk menyimpulkan bahwa sistem akan secara otomatis membuat keputusan, menghapus kebutuhan koordinasi manusia, atau menyediakan fungsi lain di luar pertukaran informasi yang disebutkan.
Dengan demikian, inti pernyataan Bedford adalah perubahan infrastruktur kerja FAA menuju pengelolaan informasi penerbangan yang lebih modern. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung pengontrol dalam berbagi sejumlah informasi operasional penting, sedangkan target 2028 menjadi tenggat bagi upaya pembaruan yang lebih luas. Penjelasan ini memberi gambaran mengenai arah perubahan, tanpa menetapkan rincian teknis atau menjanjikan kemampuan yang belum diumumkan.
Modernisasi sistem pengendalian lalu lintas udara Amerika Serikat didorong oleh teknologi yang telah digunakan selama puluhan tahun. Sejumlah fasilitas Federal Aviation Administration (FAA) masih mengandalkan perangkat telekomunikasi dan komputer Compaq generasi lama untuk mendukung operasi sehari-hari. Peralatan tersebut dirancang pada era ketika kebutuhan dan skala penerbangan berbeda jauh dari kondisi saat ini. Usia sistem yang panjang membuat pemeliharaan semakin sulit, sementara ketergantungan pada teknologi usang menimbulkan kekhawatiran mengenai keandalan dan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan operasional modern. Pembaruan bukan sekadar mengganti perangkat, tetapi juga memperbaiki cara berbagai fasilitas berbagi informasi penting bagi keselamatan dan kelancaran penerbangan.
Kesulitan mendapatkan komponen pengganti memperlihatkan besarnya tantangan pemeliharaan. Ketika suku cadang untuk perangkat lama tidak lagi tersedia melalui saluran pemasok biasa, FAA dilaporkan mencari komponen di pasar sekunder, termasuk membelinya melalui eBay. Praktik tersebut dapat membantu menjaga sistem tetap beroperasi, tetapi bukan solusi jangka panjang yang dapat diandalkan untuk infrastruktur kritis. Masalah lain adalah fasilitas lalu lintas udara belum sepenuhnya dapat berkomunikasi satu sama lain. Beberapa masih beroperasi menggunakan komputer analog individual, sehingga pertukaran data dan koordinasi lintas fasilitas tidak berlangsung melalui jaringan terpadu sebagaimana dibutuhkan sistem modern. Kondisi ini menjadi lebih penting karena wilayah udara AS termasuk salah satu yang paling kompleks di dunia, dengan volume penerbangan dan koordinasi yang sangat besar.
Kebutuhan mengganti teknologi lama telah mendorong perhatian terhadap pendanaan federal. Pada tahun sebelumnya, Kongres menyetujui dana sebesar US$12,5 miliar, atau sekitar Rp225,9 triliun, untuk membantu memperbaiki sistem yang menua. Namun, Menteri Transportasi Sean Duffy menginginkan tambahan US$30 miliar, setara sekitar Rp542,3 triliun, dengan alasan FAA menghadapi persoalan teknologi yang membutuhkan penanganan lebih luas. Besarnya kebutuhan dana mencerminkan skala pekerjaan: memperbarui perangkat, menghubungkan fasilitas, serta memastikan sistem baru dapat mendukung operasi yang aman dan efisien. Tanpa investasi memadai, FAA berisiko terus mengandalkan perangkat yang sulit dirawat di tengah kompleksitas penerbangan yang terus berkembang. Karena itu, pendanaan dan pelaksanaan modernisasi menjadi bagian penting dari upaya memperbarui pengendalian udara AS.
Modernisasi sistem pengendalian lalu lintas udara Federal Aviation Administration (FAA) tidak hanya menyasar penggunaan disket. Lembaga tersebut juga berupaya mengganti penanda penerbangan berbahan kertas yang selama puluhan tahun digunakan pengontrol untuk mengikuti pergerakan pesawat. Penanda ini membantu petugas mencatat informasi penerbangan dan memantau perjalanan pesawat di wilayah kendali mereka. Perubahan tersebut menjadi bagian dari pembaruan teknologi yang lebih luas, yang berlangsung di tengah kebutuhan untuk memperbarui perangkat dan prosedur operasional lama. Dengan demikian, upaya meninggalkan teknologi usang mencakup alat yang terlihat sederhana di meja kerja pengontrol, sekaligus sistem digital yang mendukung pengelolaan lalu lintas udara.
Penggantian penanda kertas itu dimulai pada 2022 dan mencakup 49 bandara besar di Amerika Serikat. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, bukan melalui pergantian serentak di seluruh fasilitas. Tahapan tersebut mencerminkan skala pekerjaan yang diperlukan untuk memperkenalkan cara baru dalam melacak penerbangan, sambil mempertahankan operasi rutin di bandara-bandara yang sibuk. Penanda kertas telah lama menjadi bagian dari alur kerja pengendali lalu lintas udara, sehingga perubahan menyangkut lebih dari sekadar mengganti bahan atau perangkat. Proses transisi juga berlangsung dalam lingkungan operasional yang terus berjalan, ketika petugas tetap perlu memantau pesawat dan mengoordinasikan pergerakannya setiap hari.
FAA memperkirakan proses penggantian penanda penerbangan. 316 kunjungan









