Kota Makassar Apresiasi Djuhandani | Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri acara kenal pamit Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan yang berlangsung di Aula Mappaodang Polda Sulsel pada Jumat, 9 Oktober. Kehadiran tersebut menandai perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap pergantian kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan.
Acara kenal pamit menjadi momentum penting dalam proses peralihan kepemimpinan di tubuh Polda Sulsel. Pergantian ini tidak hanya memiliki makna administratif, tetapi juga menjadi bagian dari kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Sulawesi Selatan. Melalui kegiatan tersebut, perubahan kepemimpinan disampaikan dalam suasana resmi sebagai bagian dari dinamika kelembagaan.
Bagi Pemerintah Kota Makassar, momentum ini memperlihatkan hubungan kelembagaan pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing. Kehadiran Munafri Arifuddin di Aula Mappaodang Polda Sulsel juga mencerminkan penghormatan terhadap proses pergantian pimpinan di lingkungan kepolisian daerah. Acara tersebut menjadi penanda dimulainya fase kepemimpinan baru di Polda Sulsel, sekaligus berakhirnya masa kepemimpinan sebelumnya.
Dengan demikian, kenal pamit Kapolda Sulsel pada Jumat, 9 Oktober, menjadi peristiwa yang mempertemukan unsur pemerintahan daerah dengan momentum perubahan kepemimpinan kepolisian. Kehadiran Wali Kota Makassar menegaskan bahwa pergantian tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan kelembagaan Polda Sulsel dan memiliki arti dalam konteks hubungan pemerintahan daerah dengan institusi kepolisian.
Dalam acara kenal pamit Kapolda Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar Munafri menyampaikan apresiasi kepada Djuhandani. Penghargaan tersebut ditujukan atas peran dan pengabdian Djuhandani selama menjalankan tugas sebagai Kapolda Sulsel. Pernyataan Munafri menunjukkan penghormatan pemerintah kota terhadap pelaksanaan tanggung jawab yang telah dijalankan Djuhandani selama memimpin kepolisian daerah.
Apresiasi itu menjadi bagian penting dalam rangkaian penyambutan dan perpisahan yang dihadiri Wali Kota Makassar. Munafri menempatkan pengabdian Djuhandani sebagai hal yang patut dihargai. Sikap tersebut disampaikan dalam suasana kenal pamit, ketika perhatian diberikan kepada pejabat yang mengakhiri tugas sekaligus kepada pejabat yang akan melanjutkan peran sebagai Kapolda Sulsel. Dalam kesempatan itu, penghormatan kepada Djuhandani disampaikan secara terbuka melalui apresiasi atas tugas yang telah dijalankannya.
Bagi Munafri, peran Djuhandani selama menjalankan amanah sebagai Kapolda Sulsel merupakan bagian dari catatan penting dalam acara tersebut. Apresiasi yang diberikan tidak hanya menandai perpisahan, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan atas pengabdian seorang pejabat kepada tugasnya. Munafri menyampaikan penghargaan itu tanpa mengabaikan suasana penyambutan terhadap Chairuddin sebagai Kapolda Sulsel yang baru. Dengan demikian, acara kenal pamit tersebut memuat dua sikap sekaligus, yaitu penghormatan kepada Djuhandani atas peran dan pengabdiannya serta penyambutan terhadap pimpinan baru. Pernyataan Wali Kota Makassar menegaskan bahwa pengabdian Djuhandani mendapat apresiasi dalam kesempatan tersebut.
Penyambutan terhadap Chairuddin menjadi bagian penting dalam rangkaian acara kenal pamit Kapolda Sulsel yang dihadiri Wali Kota Makassar. Momentum tersebut menandai peralihan kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, sekaligus mempertemukan unsur pemerintah daerah dengan pejabat kepolisian yang sebelumnya dan yang kini menjalankan amanah baru. Dalam kesempatan itu, kehadiran Chairuddin diterima sebagai Kapolda Sulsel yang baru. Wali Kota Makassar turut menyampaikan sambutan atas kehadiran dan awal kepemimpinan Chairuddin tersebut.
Penerimaan itu berlangsung dalam suasana kenal pamit, yakni ketika pejabat lama dan pejabat baru hadir dalam satu rangkaian kegiatan. Karena itu, penyambutan Chairuddin tidak berdiri terpisah dari acara tersebut. Kehadirannya menjadi penanda dimulainya masa kepemimpinan baru di tingkat Polda Sulsel, setelah rangkaian penghormatan dan perpisahan kepada pejabat sebelumnya. Wali Kota Makassar hadir sebagai bagian dari unsur daerah yang menyambut pergantian tersebut secara langsung.
Dalam konteks acara tersebut, sambutan Wali Kota Makassar menunjukkan penerimaan terhadap Chairuddin sebagai pejabat baru yang memimpin Polda Sulsel. Penyampaian sambutan itu menjadi bentuk pengakuan atas kehadiran Chairuddin dalam posisi barunya, sekaligus melengkapi rangkaian kenal pamit yang mempertemukan kedua momentum, yaitu perpisahan dengan Kapolda sebelumnya dan penyambutan terhadap Kapolda yang baru.
Dengan demikian, kehadiran Chairuddin dalam acara kenal pamit Kapolda Sulsel menjadi bagian utama dari prosesi penyambutan. Wali Kota Makassar menyampaikan penerimaan atas awal kepemimpinan tersebut tanpa terlepas dari konteks acara yang sedang berlangsung. Penyambutan itu memperlihatkan bahwa pergantian Kapolda Sulsel berlangsung dalam rangkaian kegiatan yang turut dihadiri oleh pemerintah kota, termasuk Wali Kota Makassar, sebagai pihak yang memberikan sambutan kepada Chairuddin.
Acara kenal pamit Kapolda Sulawesi Selatan menjadi momentum yang mempertemukan Pemerintah Kota Makassar dengan jajaran Polda Sulsel dalam suasana pergantian kepemimpinan. Kehadiran Wali Kota Makassar menunjukkan bahwa perubahan kepemimpinan di lingkungan kepolisian berlangsung dalam ruang komunikasi dan penghormatan antarlembaga. Forum tersebut juga memberikan kesempatan bagi para pihak untuk menyampaikan penghargaan kepada pejabat yang menyelesaikan tugas serta menyambut pejabat yang menerima amanah berikutnya.
Dalam kesempatan itu, apresiasi disampaikan kepada Djuhandani atas pengabdian dan pelaksanaan tugasnya sebagai Kapolda Sulsel. Penghargaan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kenal pamit, sekaligus mencerminkan penghormatan Pemerintah Kota Makassar terhadap peran dan tanggung jawab yang telah dijalankan selama masa kepemimpinannya. Penyampaian apresiasi dilakukan dalam konteks acara pergantian jabatan, tanpa mengubah pokok utama kegiatan sebagai ajang perpisahan dan penyambutan.
Pada saat yang sama, Chairuddin disambut sebagai Kapolda Sulsel yang baru. Penyambutan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di jajaran Polda Sulsel serta menjadi bagian dari hubungan kelembagaan Pemerintah Kota Makassar dan kepolisian. Dengan demikian, kenal pamit tersebut memuat dua hal utama, yaitu penghargaan kepada Djuhandani dan sambutan kepada Chairuddin. Kedua momen itu berlangsung dalam satu acara yang mempertemukan unsur pemerintahan kota dan kepolisian secara resmi, sejalan dengan suasana transisi kepemimpinan yang menjadi inti kegiatan.










