KABUPATEN BEKASI, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Tiga peserta Regional Offline Qualification The Genius Math League (TGML) 2026 di Cikarang berhasil memperoleh tiket menuju babak grand final. Pencapaian tersebut diraih setelah mereka menyelesaikan rangkaian tantangan yang menuntut lebih dari sekadar penguasaan konsep matematika. Setiap peserta perlu menunjukkan kemampuan dalam memahami persoalan, menentukan langkah penyelesaian, serta merespons tantangan secara tepat dalam waktu yang tersedia.
Babak regional itu berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di Auditorium Utama Lantai 4, Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam kompetisi ini, peserta menghadapi proses yang menguji kemampuan matematika sekaligus logika, strategi, kecepatan berpikir, akurasi, dan pengelolaan waktu. Rangkaian tantangan tersebut juga menempatkan pengambilan keputusan sebagai bagian penting dalam upaya menyelesaikan setiap persoalan.
Kelolosan tiga peserta dari Cikarang menandai keberhasilan mereka melewati tahap regional dan melanjutkan perjuangan ke babak grand final. Tiket tersebut diperoleh melalui perpaduan ketelitian saat membaca persoalan, kecermatan dalam menghitung, serta kemampuan memilih strategi yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Dengan demikian, kompetisi ini memberikan ruang bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan matematika dalam situasi yang memerlukan respons terukur dan adaptif.
TGML 2026 juga menjadi bagian dari upaya mengembangkan kemampuan pemecahan masalah dan talenta muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Keterampilan seperti berpikir logis, mengambil keputusan, mengelola waktu, dan bekerja secara akurat memiliki keterkaitan dengan kebutuhan untuk menghadapi persoalan yang terus berubah. Melalui babak regional di Cikarang, tiga peserta tersebut kini melaju ke tahap berikutnya untuk mengikuti persaingan di grand final.
David Chandra Winianto menjadi salah satu peserta yang berhasil melaju ke babak grand final TGML 2026. Ia merupakan siswa kelas 9 SMPK Penabur Gading Serpong. Kelolosan tersebut diraih setelah David mengikuti regional qualification Cikarang yang berlangsung pada 3 Oktober 2026.
Setelah mengikuti babak kualifikasi regional tersebut, David mengungkapkan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi para peserta. Menurutnya, kompetisi ini terasa menarik karena kemampuan yang dibutuhkan tidak terbatas pada penguasaan matematika. Peserta juga perlu memiliki kemampuan untuk berpikir cepat ketika menghadapi soal dan situasi dalam perlombaan.
Pernyataan David menunjukkan bahwa TGML 2026 menuntut peserta untuk memadukan pemahaman terhadap materi matematika dengan kecepatan berpikir. Penguasaan konsep tetap menjadi dasar penting, tetapi peserta juga harus mampu menggunakan pengetahuannya secara tangkas. Tantangan tersebut membuat pengalaman berkompetisi terasa berbeda dan menarik bagi David.
Sebagai siswa kelas 9 SMPK Penabur Gading Serpong, David kini akan melanjutkan persiapannya menuju babak grand final. Pengalamannya dalam regional qualification Cikarang menjadi bagian penting dari perjalanan kompetisinya. Pandangan yang ia sampaikan setelah perlombaan juga menggambarkan karakter tantangan TGML 2026, yakni kebutuhan untuk memahami matematika sekaligus merespons persoalan dengan cepat.
Selain David Chandra Winianto, regional Cikarang juga mengantarkan Melvin Warren Tjok dan Vania Wachid ke babak Grand Final TGML 2026. Dengan demikian, terdapat tiga peserta dari regional tersebut yang berhasil memperoleh tiket untuk melanjutkan perjalanan dalam kompetisi. Ketiganya tercatat sebagai bagian dari daftar peserta yang lolos dan akan tampil pada tahap puncak.
Melvin Warren Tjok merupakan siswa kelas 7 SMP Kharisma Bangsa. Identitas tersebut menempatkannya sebagai peserta dari jenjang sekolah menengah pertama. Keberhasilannya melaju dari regional Cikarang menjadi bagian penting dalam daftar finalis yang akan membawa nama sekolahnya pada Grand Final TGML 2026. Namanya kini tercatat bersama David Chandra Winianto dan Vania Wachid sebagai tiga peserta yang lolos dari regional yang sama.
Nama berikutnya adalah Vania Wachid, mahasiswi Fakultas Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Berbeda dari Melvin yang masih menempuh pendidikan di tingkat SMP, Vania mengikuti kompetisi sebagai peserta dari lingkungan perguruan tinggi. Penyebutan institusi dan fakultasnya melengkapi informasi mengenai latar pendidikan Vania dalam daftar peserta yang berhasil mencapai babak Grand Final.
Daftar tiga peserta dari Cikarang tersebut memperlihatkan keberagaman jenjang pendidikan yang hadir dalam TGML 2026. David Chandra Winianto, Melvin Warren Tjok, dan Vania Wachid berasal dari latar jenjang pendidikan yang berbeda, sebagaimana tercermin dalam identitas masing-masing peserta. Namun, informasi yang tersedia pada bagian ini hanya menegaskan nama serta keterangan pendidikan Melvin dan Vania, tanpa menambahkan rincian lain mengenai usia, asal daerah, ataupun prestasi akademik mereka. Ketiganya selanjutnya akan menjadi perwakilan regional Cikarang dalam babak Grand Final.
TGML 2026 mempertemukan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dalam satu arena tantangan yang sama. Perbedaan tingkat belajar tidak mengubah tuntutan kompetisi, karena setiap peserta perlu menghadapi rangkaian persoalan dengan standar ketelitian, kecepatan, dan ketahanan berpikir yang setara. Format ini membuat kemampuan memahami masalah dan mengambil keputusan menjadi bagian penting selain penguasaan materi.
Rangkaian tantangan diawali dengan elimination circuit, yaitu tahapan yang menuntut peserta membaca persoalan secara cermat dan menentukan pendekatan yang paling tepat. Setelah itu, peserta menghadapi precision sprint yang menekankan kecepatan sekaligus ketepatan jawaban. Peserta tidak cukup hanya menyelesaikan soal dengan cepat, tetapi juga harus memastikan setiap langkah dan hasilnya tetap akurat. Tahap berikutnya, gauntlet, menghadirkan tekanan berkelanjutan yang menguji konsistensi, daya tahan, serta kemampuan mempertahankan strategi ketika waktu dan pilihan semakin terbatas.
Ketiga tahapan tersebut membentuk pengalaman kompetitif yang menuntut perpaduan penalaran dan pengelolaan situasi. Peserta harus membaca karakter persoalan, menyusun strategi, mengatur waktu, dan menilai risiko dari setiap keputusan. Dalam kondisi terbatas, perubahan pendekatan perlu dilakukan secara terukur agar tidak mengurangi ketepatan jawaban. Karena itu, TGML tidak hanya menguji seberapa banyak pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut digunakan secara efektif di bawah tekanan.
Bagi Melvin Warren Tjok, rangkaian TGML 2026 menjadi pengalaman baru yang memberikan kesan kuat. Ia merasa senang sekaligus bangga setelah berhasil menjadi pemenang di tingkat regional Cikarang. Kesempatan untuk tampil di grand final juga dipandang sebagai pengalaman berkesan, terutama karena proses menuju tahap tersebut mempertemukan tantangan yang beragam dan mendorongnya untuk terus berpikir secara cermat. Pengalaman itu menjadi catatan penting dalam perjalanan kompetisinya.










