Jakarta | Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11/2026). Lokasi tersebut disebut sebagai “bandara narkoba”, sebutan yang menggambarkan dugaan fungsinya dalam aktivitas peredaran narkotika. Operasi ini melibatkan petugas gabungan dari sejumlah unsur, bukan hanya satu institusi. Sebanyak 1.800 personel dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut, dengan penyisiran dilakukan secara serentak dari berbagai sisi kawasan. Skala pengerahan personel menunjukkan operasi dirancang untuk menjangkau area sasaran secara luas dan terkoordinasi.
Pelaksanaan serentak dari beberapa arah menjadi bagian penting dari upaya petugas mengamankan kawasan yang menjadi sasaran. Dengan pendekatan tersebut, tim gabungan dapat bergerak pada waktu yang sama di titik-titik berbeda, alih-alih memasuki lokasi melalui satu jalur saja. Keterlibatan Polri dan BNN juga menempatkan operasi ini sebagai kerja bersama aparat penegak hukum dan lembaga yang menangani persoalan narkotika. Informasi mengenai jumlah personel dan pola pergerakan menjadi gambaran awal mengenai besarnya operasi, sementara rincian temuan maupun hasil penggerebekan belum menjadi pokok uraian ini.
Penggerebekan Kampung Bahari berlangsung di tengah perhatian terhadap dugaan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Sebutan “bandara narkoba” digunakan untuk merujuk pada kawasan yang disasar, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan hasil pemeriksaan atau membuktikan seluruh dugaan terkait aktivitas di lokasi. Karena itu, keterangan resmi mengenai temuan, pihak yang diamankan, serta barang bukti perlu dibedakan dari gambaran umum tentang jalannya operasi. Yang dapat ditegaskan dari informasi awal adalah bahwa kegiatan berlangsung pada Minggu, melibatkan Polri bersama BNN, dan mengerahkan 1.800 personel gabungan. Petugas melakukan penyisiran secara serentak dari berbagai sisi, menandai operasi dengan cakupan luas di Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Pergerakan petugas menuju kawasan sasaran dalam penggerebekan narkoba di Kampung Bahari dilakukan melalui beberapa jalur. Sejumlah polisi menggunakan kereta rel listrik (KRL) untuk mendekati lokasi, kemudian turun dengan perlengkapan masing-masing sebelum melanjutkan tugas. Cara ini menjadi salah satu bagian dari pengaturan kedatangan personel dalam operasi yang melibatkan banyak unsur dan sekitar 1.800 personel.
Setelah turun dari KRL, para petugas bergerak menuju titik yang telah ditentukan dengan membawa perlengkapan operasional. Kehadiran mereka dari jalur rel memungkinkan penyisiran dilakukan dari sisi kawasan yang berbeda, sementara personel lain memasuki area dengan kendaraan lainnya. Kendaraan yang digunakan tidak hanya satu jenis; di antaranya terdapat sepeda motor yang membantu mobilitas petugas di lingkungan permukiman.
Dirnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, menjelaskan bahwa penyisiran berlangsung dari sejumlah arah. Salah satu jalur yang digunakan adalah sisi rel di Kampung Bahari. Pola kedatangan dari berbagai sisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjangkau area sasaran secara menyeluruh. Dengan demikian, pergerakan petugas tidak bergantung pada satu akses saja, melainkan disesuaikan dengan jalur yang tersedia di sekitar lokasi.
Operasi itu juga melibatkan kolaborasi sejumlah lembaga. Bismo menyebut adanya keterlibatan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim, Polda Metro Jaya, serta Korps Brigade Mobil (Brimob). Personel dari masing-masing unsur menjalankan tugas dalam rangkaian kegiatan yang sama, termasuk saat bergerak menuju kawasan dan melakukan penyisiran. Kehadiran petugas melalui KRL, kendaraan lain, dan sepeda motor menggambarkan beragam akses yang digunakan dalam operasi tersebut. Informasi mengenai jalur kedatangan ini menjelaskan bagaimana aparat menjangkau kawasan Kampung Bahari dari beberapa arah, sekaligus menunjukkan koordinasi lintas unsur yang disampaikan pihak kepolisian. Penggunaan akses rel menjadi salah satu cara untuk mencapai sisi kawasan yang turut menjadi sasaran pemeriksaan, sedangkan kendaraan lain mendukung pergerakan di titik-titik berbeda.Bismo menyampaikan bahwa aktivitas peredaran narkoba belum sepenuhnya berhenti ketika penggerebekan di Kampung Bahari berlangsung. Menurut keterangannya, transaksi narkoba masih terjadi di salah satu lapak yang berada di tepi rel. Temuan tersebut menunjukkan bahwa petugas masih mendapati kegiatan yang diduga berkaitan dengan jual beli narkotika saat operasi dijalankan. Keterangan itu merujuk pada satu lapak yang disebut Bismo, sehingga tidak dapat diartikan bahwa seluruh lapak di kawasan tersebut terbukti digunakan untuk transaksi.
Lokasi lapak di pinggir rel menjadi perhatian karena area tersebut dinilai dapat dimanfaatkan kembali untuk kegiatan serupa apabila tidak ditangani. Bismo mengatakan lapak-lapak di kawasan itu akan dibongkar. Langkah tersebut ditujukan untuk mencegah tempat-tempat tersebut kembali disalahgunakan, bukan sebagai pernyataan bahwa setiap lapak telah terbukti menjadi lokasi transaksi narkoba. Penjelasan mengenai pembongkaran itu disampaikan sebagai bagian dari upaya menindaklanjuti kondisi yang ditemukan di lapangan.
Penggerebekan dengan pengerahan sekitar 1.800 personel dan kedatangan petugas menggunakan KRL menjadi bagian dari operasi di kawasan Kampung Bahari. Namun, menurut Bismo, penindakan tidak akan berhenti pada kegiatan tersebut. Operasi serupa akan terus dilakukan di berbagai tempat yang dinilai perlu ditindaklanjuti. Pernyataan ini menegaskan bahwa langkah kepolisian mencakup penanganan lokasi, sekaligus upaya berkelanjutan untuk menekan peredaran narkoba.
Bismo juga menyatakan bahwa petugas akan mengejar bandar. Dengan demikian, sasaran penindakan tidak terbatas pada lapak atau lokasi yang ditemukan selama penggerebekan. Pengejaran terhadap bandar disebut sebagai bagian dari langkah untuk menindak pihak-pihak yang berada di balik peredaran narkotika. Meski demikian, proses penegakan hukum tetap perlu didasarkan pada temuan dan bukti yang diperoleh petugas. Keterangan mengenai transaksi di satu lapak, rencana pembongkaran, operasi lanjutan, serta pengejaran bandar menggambarkan beberapa langkah yang disampaikan Bismo setelah penggerebekan tersebut. Rincian itu juga memberi batas yang jelas temuan di satu titik dan kondisi keseluruhan kawasan, sehingga pembaca tidak menyamakan keberadaan lapak-lapak dengan bukti bahwa semuanya digunakan untuk transaksi.Dalam operasi di Kampung Bahari, petugas mengamankan 26 orang. Selain itu, polisi menyita barang bukti narkoba berupa sabu, ganja, serta ekstasi. Hasil tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan operasi yang melibatkan banyak personel dan menyasar peredaran narkotika di kawasan tersebut. Keterangan mengenai orang-orang yang diamankan disampaikan tanpa merinci identitas mereka. Jumlah barang bukti yang disita juga tidak disebutkan, sehingga informasi yang tersedia hanya mencakup jenis narkoba yang ditemukan petugas.
Pelaksanaan operasi tidak sepenuhnya berlangsung tanpa hambatan. Petugas sempat mendapat perlawanan ketika menjalankan tugas di lapangan. Menurut Bismo, perlawanan itu merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian petugas dari zona yang menjadi target operasi. Dengan demikian, situasi tersebut dipandang sebagai cara agar fokus polisi bergeser dari sasaran yang telah ditentukan. Namun, petugas tetap berfokus pada zona target dan melanjutkan upaya sesuai tujuan operasi. Keterangan itu menjelaskan konteks perlawanan tanpa menyebut rincian tambahan mengenai pihak yang terlibat ataupun bentuk tindakan yang terjadi.
Di tengah adanya perlawanan, fokus petugas tetap diarahkan pada sasaran operasi, bukan pada upaya pengalihan perhatian tersebut. Pengamanan 26 orang dan penyitaan sabu, ganja, serta ekstasi merupakan hasil yang disebutkan dalam pelaksanaan kegiatan itu. Informasi tersebut menunjukkan bahwa operasi mencakup tindakan terhadap orang yang diamankan sekaligus penemuan barang bukti narkoba. Tidak ada rincian mengenai identitas orang-orang tersebut maupun jumlah masing-masing jenis barang bukti yang dapat ditambahkan. Operasi ini dilakukan untuk memberantas peredaran narkotika.
Baca juga: Penggerebekan Narkoba di Jayanti: Seorang Pria Ditangkap | Polisi Tangkap Pria 51 Tahun yang Menyimpan Narkoba dalam Wadah Kacamata di Surabaya | Empat Tersangka Narkoba Jalani Rehabilitasi di Banyuwangi









