PROBOLINGGO – Upaya meningkatkan kualitas kesehatan Aparatur Sipil Negara (ASN) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui berbagai program promotif dan preventif. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Program Selimut ASN SAE (Sehatkan dan Lindungi ASN) yang digelar oleh UPT Puskesmas Bantaran di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari inovasi pelayanan kesehatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo untuk memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) di kalangan ASN. Program ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko kesehatan sejak awal sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan maupun penanganan yang tepat sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 83 ASN dan pegawai di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan. Tim kesehatan dari UPT Puskesmas Bantaran memberikan layanan skrining secara menyeluruh dengan berbagai tahapan pemeriksaan.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi wawancara terkait faktor risiko kesehatan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan antropometri untuk mengetahui kondisi berat badan dan indeks massa tubuh, pemeriksaan kadar gula darah, hingga sejumlah skrining kesehatan lain sesuai standar pelayanan kesehatan primer.
Kepala UPT Puskesmas Bantaran, Radityo Utomo, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran ASN terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Menurutnya, banyak penyakit tidak menular berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci penting untuk mencegah komplikasi yang dapat berdampak pada kualitas hidup maupun produktivitas kerja.
“Melalui skrining kesehatan ini, kondisi kesehatan ASN dapat diketahui lebih awal. Jika ditemukan faktor risiko tertentu, maka dapat segera dilakukan langkah pengendalian dan penanganan yang sesuai sehingga risiko penyakit dapat diminimalkan,” ujarnya.
Radityo menjelaskan, program Selimut ASN SAE tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan semata, tetapi juga memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi tersebut mencakup pengaturan pola makan yang seimbang, peningkatan aktivitas fisik, pengendalian stres, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.
Lebih lanjut, apabila hasil skrining menunjukkan adanya faktor risiko atau indikasi penyakit tidak menular, peserta akan memperoleh tindak lanjut berupa konsultasi dan edukasi kesehatan. Selain itu, peserta juga akan diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di UPT Puskesmas Bantaran maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lainnya sesuai domisili dan kepesertaan masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berkesinambungan sehingga kondisi kesehatannya dapat dipantau secara optimal.
Program Selimut ASN SAE sendiri menjadi salah satu bentuk komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja pemerintahan. ASN yang sehat dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kualitas pelayanan publik yang prima kepada masyarakat.
Dengan pelaksanaan program ini, diharapkan kesadaran ASN terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat. Selain itu, upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga tercipta sumber daya aparatur yang sehat, produktif, dan mampu memberikan kinerja terbaik dalam mendukung pembangunan daerah serta pelayanan kepada masyarakat.
Pewarta: Edi D
Editor: Redaksi










Komentar ditutup.