PROBOLINGGO — Bupati Probolinggo, Dr. M. Haris, angkat bicara terkait sorotan publik terhadap proyek revitalisasi Alun-Alun Kraksaan yang sebelumnya ramai diberitakan di sejumlah media online.
Bupati yang akrab disapa Gus Haris itu menegaskan bahwa pekerjaan pavingisasi yang menjadi perhatian masyarakat masih berada dalam masa pemeliharaan oleh pihak kontraktor. Ia juga mengaku telah mengambil langkah tegas dengan memberikan teguran kepada jajaran terkait.
“Masih dalam pemeliharaan kontraktor. Sudah saya tegur Kadis Perkim dan pelaksana,” ujar Gus Haris saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, masa pemeliharaan merupakan bagian dari tanggung jawab kontraktor untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, setiap temuan di lapangan harus segera ditindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Probolinggo, Agus Budianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pelaksana proyek untuk segera melakukan perbaikan.
“Pekerjaan itu masih dalam masa pemeliharaan. Bulan ini batas akhirnya. Kami sudah berkoordinasi dan hari ini langsung dilakukan perbaikan,” kata Agus.
Ia menambahkan, perbaikan dilakukan segera setelah pihaknya menerima informasi dari lapangan dan pemberitaan media.
“Kami langsung tanggapi, tidak menunggu besok,” ujarnya.
Sebelumnya, proyek revitalisasi Alun-Alun Kraksaan dengan nilai anggaran Rp 4,6 miliar dari APBD 2025 menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah titik paving yang dinilai kurang rata, variasi nat yang tidak seragam, serta kerapian pekerjaan yang belum optimal di beberapa bagian.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan bahwa seluruh temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi selama masa pemeliharaan berlangsung. Langkah ini dilakukan agar hasil akhir proyek benar-benar memenuhi standar kualitas dan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sebagai pengguna fasilitas publik.
Dengan adanya teguran langsung dari Bupati, diharapkan proses perbaikan dapat berjalan optimal serta meningkatkan kualitas pengawasan dalam setiap pelaksanaan proyek pembangunan ke depan.
(Tim investigasi gabungan media online Nusantara/**)









