Kabupaten Kutai Kartanegara | Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menghanguskan sembilan bangunan di kawasan itu. Kobaran api muncul pada malam hari dan dengan cepat meluas di bangunan-bangunan yang berada di lingkungan permukiman tersebut.
Api mulai berkobar sekitar pukul 23.45 WITA. Tidak lama setelah terlihat, kobaran api membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi. Peristiwa itu berlangsung di kawasan RT 61 dan RT 26, yang berada di lingkungan Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh. Perluasan kobaran menyebabkan jumlah bangunan yang terdampak dan hangus dalam kebakaran tersebut mencapai sembilan.
Lokasi kejadian berada di wilayah Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebakaran pada malam Selasa itu membuat kawasan permukiman di Loa Ipuh menjadi pusat perhatian setelah api menyebar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Waktu mulai munculnya api, yakni sekitar pukul 23.45 WITA, menjadi penanda awal peristiwa yang kemudian meluas di lingkungan RT 61 dan RT 26.
Dengan demikian, inti peristiwa ini adalah kebakaran yang melanda permukiman di Jalan Kartini, Gang Karya, Loa Ipuh, Tenggarong. Api yang mulai berkobar menjelang tengah malam tersebut cepat membesar dan menjalar di kawasan sekitar. Sebanyak sembilan bangunan tercatat hangus dalam kejadian yang berlangsung pada Selasa, 13 Oktober 2026, di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Setelah api membesar dan melahap bangunan di kawasan permukiman, situasi di sekitar lokasi berubah menjadi darurat. Kobaran terlihat mengancam rumah warga serta bangunan sekolah yang berada tidak jauh dari titik kebakaran. Kepulan asap dan panas membuat upaya penanganan harus dilakukan dengan cepat, sementara warga di sekitar lokasi berusaha menjaga jarak dari area yang terbakar.
Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk menghadapi kobaran yang terus menyebar. Mereka berupaya mengarahkan semprotan air ke bagian bangunan yang terbakar sekaligus mencegah api merambat ke bangunan lain. Relawan turut membantu proses pemadaman dan mendukung petugas di tengah kondisi kawasan yang padat oleh rumah serta bangunan di sekitarnya.
Dalam proses tersebut, petugas dan relawan harus berjibaku mengendalikan api yang sempat mengancam lingkungan sekitar. Pergerakan tim dilakukan secara bertahap dengan memusatkan penanganan pada titik-titik kobaran yang masih menyala. Rumah warga dan bangunan sekolah yang berada di sekitar lokasi menjadi bagian dari area yang perlu diwaspadai agar tidak ikut terdampak oleh rambatan api.
Upaya pemadaman berlangsung selama sekitar 45 menit. Setelah melalui penanganan bersama, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan kobaran di lokasi kejadian. Petugas kemudian tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bagian api yang kembali membesar. Kebakaran tersebut dilaporkan menghanguskan sembilan bangunan, sedangkan langkah pemadaman difokuskan untuk mencegah api meluas ke rumah warga dan bangunan sekolah di sekitar kawasan.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, suasana di sekitar lokasi kebakaran masih dipenuhi kepulan asap dan sisa-sisa material bangunan. Pada tahap pendinginan, warga menyampaikan informasi kepada petugas bahwa dua anak diduga masih berada di dalam salah satu bangunan yang terbakar. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti karena area yang terdampak api masih menyimpan risiko runtuhan dan titik panas.
Petugas pemadam kebakaran bersama polisi kemudian melakukan penyisiran secara hati-hati di puing-puing. Mereka memeriksa bagian bangunan yang terbakar, sekaligus memastikan bahwa setiap area yang memungkinkan menjadi tempat berlindung telah diperiksa. Proses pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi struktur bangunan yang telah rusak akibat kebakaran.
Penyisiran berlangsung sekitar 30 menit. Dalam proses tersebut, petugas menemukan dua anak di puing-puing bangunan. Keduanya ditemukan dalam kondisi berpelukan. Anak yang lebih tua diketahui bernama Ahmad, berusia 7 tahun, sedangkan adiknya bernama Husen, berusia 3 tahun.
Penemuan kedua anak itu menjadi perkembangan penting setelah api dinyatakan terkendali. Petugas segera menangani keduanya setelah berhasil mengeluarkan mereka dari area bangunan yang terbakar. Warga yang sebelumnya berada di sekitar lokasi turut menyaksikan proses pencarian tersebut. Polisi dan pemadam kebakaran tetap melanjutkan pengamanan di area kejadian untuk mencegah warga mendekati puing-puing yang masih berbahaya serta memastikan tidak ada bagian lain yang memerlukan pemeriksaan.
Penemuan Ahmad dan Husen, dua bocah yang berada di lokasi kebakaran di Tenggarong, berlangsung sekitar pukul 02.00 WITA. Keduanya diduga ditemukan di bawah sebuah kasur, di puing-puing bangunan yang terbakar. Saat ditemukan, Ahmad dan Husen disebut berada dalam posisi saling berpelukan. Keterangan mengenai lokasi serta posisi tersebut disampaikan berdasarkan keadaan yang terlihat ketika proses pencarian berlangsung. Karena itu, penggunaan kata “diduga” tetap diperlukan untuk menjaga ketepatan informasi dan menyesuaikan pemberitaan dengan sumber yang tersedia.
Proses penemuan dilakukan di tengah sisa bangunan yang telah terbakar. Puing-puing dan bagian bangunan yang runtuh menjadi area pencarian hingga keberadaan kedua bocah itu diketahui pada dini hari. Informasi yang disampaikan mengenai Ahmad dan Husen terbatas pada dugaan bahwa keduanya berada di bawah kasur, di material bangunan yang terbakar, serta ditemukan dalam keadaan saling berpelukan. Tidak terdapat keterangan tambahan dalam bahan sumber mengenai kondisi kedua bocah tersebut, penyebab kematian, ataupun tindakan yang dilakukan setelah penemuan.
Ketika proses penemuan berlangsung, seorang petugas disebut sempat meminta warga agar tidak merekam kejadian tersebut. Permintaan itu disampaikan saat warga berada di sekitar lokasi dan menyaksikan proses pencarian. Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai alasan permintaan tersebut dalam informasi yang tersedia. Dengan demikian, keterangan mengenai penemuan Ahmad dan Husen pada pukul 02.00 WITA disampaikan sebatas kondisi lokasi, posisi keduanya yang diduga berada di bawah kasur di puing-puing, serta keadaan bahwa mereka disebut saling berpelukan ketika ditemukan.
Baca juga: Cuaca Buruk Halangi Upaya Pemadaman Kebakaran di Gunung Bromo | Penurunan Hotspot Kebakaran Hutan di Indonesia, Kalimantan Tengah Masih Mendominasi | Kebakaran Hutan Melanda Tiga Gunung di Jawa Timur









