Tulungagung – Di tengah kesibukan masyarakat yang berusaha menjalani hidup dengan baik, praktik perjudian sabung ayam di wilayah hukum Polres Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terus beroperasi di balik tirai gelap. Fenomena ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak tatanan sosial dan moral di komunitas yang seharusnya damai.
Kegiatan ini, yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma sosial, ternyata masih diminati banyak orang. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan bahwa lokasi-lokasi sabung ayam selalu dipenuhi oleh para penjudi, tidak hanya dari daerah sekitar, tetapi juga dari luar wilayah, menciptakan lingkaran perbuatan ilegal yang semakin besar.
“Tempat itu selalu ramai—seolah tak ada rasa takut. Saya beberapa kali berkunjung dan rasanya seperti menjadi bagian dari rahasia besar,” ungkap seorang warga yang memilih untuk tidak disebutkan namanya saat ditemui oleh tim media.
Keberanian mereka untuk terlibat dalam praktik perjudian ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas tindakan penegakan hukum. Meski Pasal 303 KUHP dengan tegas mengatur sanksi untuk perjudian, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 25 juta, fakta bahwa aktivitas ini tetap berlangsung tanpa gangguan menunjukkan kelemahan dalam sistem penegakan hukum di daerah ini.
Masyarakat kini mulai kehilangan rasa percaya terhadap aparat penegak hukum. Tindakan tegas yang diharapkan justru masih jauh dari kenyataan, menciptakan kesan bahwa praktik perjudian ini mendapat perlindungan dari oknum tertentu. Sementara itu, dampak sosial dari perjudian ini pun kian meresahkan: meningkatnya angka konflik keluarga, terganggunya ketenangan lingkungan, hingga potensi tindak kriminal yang berkaitan erat dengan kebiasaan judi yang tidak kunjung padam.
Rasa frustrasi pun semakin memuncak di kalangan warga, yang mengharapkan kehadiran penegakan hukum yang konsisten dan berani. Penanggulangan perjudian sabung ayam bukan hanya tugas aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan selamat.
Sejauh mana Tulungagung akan terjebak dalam belenggu perjudian yang menjanjikan ini? Kita semua menunggu langkah konkret dari pihak berwenang—sebelum terlambat dan kerusakan yang lebih parah menghampiri. Kini, saatnya semua pihak bersatu untuk melawan praktik yang merugikan ini demi masa depan yang lebih baik.








