SURABAYA, BIN.COM – 13 Oktober 2024, Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar di Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya. Acara yang digelar pada Minggu, 13 Oktober 2024 ini, berlangsung khidmat dan penuh makna dihadiri oleh ratusan warga setempat.
Sedekah Bumi, sebuah tradisi yang telah berlangsung turun-temurun, merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil bumi dan rezeki yang diberikan sepanjang tahun. Kegiatan ini dipimpin oleh para pemuka agama dari berbagai latar belakang, yang menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan kebersamaan antarwarga. Prosesi doa dan syukuran pun menjadi inti acara, yang mencerminkan semangat saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan ini, Lurah Babatan, Novi Tri Hartatiningsih, S.STP, turut hadir dan menyampaikan sambutannya. Bu Lurah menegaskan pentingnya melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Babatan. “Sedekah Bumi ini adalah cerminan dari semangat gotong royong yang harus kita jaga dan teruskan kepada generasi mendatang. Saya berharap acara ini terus berlanjut sebagai simbol kebersamaan warga Babatan,” ujarnya di hadapan warga yang antusias.
Selain prosesi doa, acara Sedekah Bumi ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional, seperti tari-tarian dan musik daerah, yang membuat suasana semakin semarak. Para pemuka agama juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga harmoni dengan alam dan berbuat baik kepada sesama sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta.
Kehadiran Bu Lurah beserta jajarannya memberikan semangat bagi warga untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang memupuk persatuan dan kebersamaan di lingkungan mereka.
Bambang Tri Kasmara









