Pola Makan dan Olahraga yang Kerap Dikaitkan dengan Model Victoria’s Secret

Pola Makan dan Olahraga yang Kerap Dikaitkan dengan Model Victoria’s Secret

Jakarta | Victoria’s Secret Fashion Show 2026 dibuka dengan penampilan Kylie Jenner yang mengenakan Fantasy Bra berhias 4.410 berlian. Detail busana yang berkilau itu segera menjadi salah satu sorotan acara, bersama tata panggung, musik, dan koleksi yang ditampilkan. Seperti pergelaran sebelumnya, pertunjukan ini menarik perhatian penonton dari berbagai negara, baik melalui siaran maupun percakapan di media sosial.

Selain kostum dan unsur hiburan, bentuk tubuh para model kembali menjadi bahan pembicaraan. Sebagian penonton memandang tubuh mereka sebagai gambaran “body goals”, yakni sasaran penampilan fisik yang ingin dicapai. Namun, istilah tersebut mencerminkan penilaian dan preferensi tertentu, bukan ukuran kesehatan atau kecantikan yang berlaku universal. Tubuh model juga tampil dalam konteks pekerjaan profesional, dengan persiapan, pencahayaan, tata rias, serta pilihan busana yang dirancang untuk kebutuhan panggung.

Bacaan Lainnya

Di tengah perhatian itu, istilah “diet model Victoria’s Secret” kerap muncul dalam pemberitaan dan pencarian daring. Sebutan tersebut tidak merujuk pada satu program resmi yang seragam. Istilah ini terbentuk dari berbagai wawancara model selama bertahun-tahun, ketika mereka menceritakan pola makan, rutinitas olahraga, atau persiapan menjelang pertunjukan. Pengalaman yang disampaikan tiap orang dapat berbeda, dan wawancara biasanya menggambarkan kebiasaan pribadi pada waktu tertentu, bukan panduan yang berlaku bagi semua orang.

Karena itu, kisah tentang kebiasaan para model perlu dibaca dengan konteks yang memadai. Informasi mengenai makanan dan latihan dapat menarik untuk diketahui, tetapi tidak otomatis cocok diterapkan oleh pembaca dengan kebutuhan, kondisi kesehatan, dan aktivitas yang berbeda. Pertunjukan mode menampilkan citra yang telah dipersiapkan untuk panggung, sedangkan kesehatan sehari-hari bergantung pada banyak faktor. Memahami perbedaan tersebut membantu menempatkan istilah “diet model Victoria’s Secret” sebagai topik budaya populer, bukan resep tunggal untuk memperoleh bentuk tubuh tertentu.

Istilah diet model Victoria’s Secret sering digunakan untuk menggambarkan kebiasaan makan yang diasosiasikan dengan para model, tetapi istilah tersebut bukan nama program resmi dengan satu daftar aturan yang berlaku bagi semua orang. Tidak ada satu menu baku, target kalori, atau jadwal makan yang dapat dianggap mewakili seluruh model. Kebiasaan setiap orang dapat berbeda karena dipengaruhi kebutuhan tubuh, preferensi makanan, kondisi kesehatan, jadwal kerja, serta tujuan pribadi. Karena itu, gambaran pola makan yang beredar sebaiknya dipahami sebagai kumpulan pendekatan, bukan resep seragam.

Dalam berbagai uraian, sebagian model disebut memilih lebih banyak makanan segar dan membatasi karbohidrat olahan, makanan yang sangat diproses, serta gula tambahan. Sebagai gantinya, buah dan sayuran kerap menjadi bagian penting dari menu, sementara sumber protein dan lemak sehat disertakan dalam waktu makan. Namun, pilihan bahan dan porsinya tidak selalu sama. Ada yang mengonsumsi ikan, telur, atau daging tanpa lemak sebagai protein; ada pula yang memilih kacang-kacangan atau sumber nabati lain. Jenis lemak yang dipilih pun dapat mencakup alpukat, kacang, biji-bijian, atau minyak tertentu.

Rutinitas olahraga juga beragam dan tidak dapat dipisahkan begitu saja dari kebutuhan energi maupun pola makan seseorang. Sebagian mungkin menggabungkan latihan kekuatan, kardio, peregangan, atau aktivitas lain sesuai jadwal dan arahan pelatih. Dengan demikian, kebiasaan satu model tidak otomatis cocok bagi model lain, apalagi bagi masyarakat umum yang memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda. Informasi tentang pola makan selebritas atau model sering bersumber dari wawancara dan laporan media, sehingga belum tentu mencerminkan kebiasaan sehari-hari secara lengkap. Untuk membangun pola yang sehat, prinsip yang lebih relevan adalah memilih makanan bergizi dan seimbang, menyesuaikan asupan dengan kebutuhan pribadi, serta meminta saran tenaga kesehatan bila diperlukan.

Berbagai pembahasan mengenai pola makan yang dikaitkan dengan model Victoria’s Secret tidak selalu menggambarkan pendekatan yang sama. Dalam sebagian versi, perhatian diberikan pada pembatasan jumlah kalori harian, dengan angka yang kerap disebut berada di sekitar 1.300 kalori. Sementara itu, versi lain menonjolkan puasa intermiten sebagai bagian dari pola makan. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa informasi yang beredar mencakup sejumlah gambaran, bukan satu ketentuan tunggal yang seragam.

Angka sekitar 1.300 kalori biasanya muncul sebagai contoh dalam uraian tertentu tentang diet yang diasosiasikan dengan para model. Penyebutan angka itu tidak berarti bahwa jumlah tersebut merupakan standar resmi yang diterapkan oleh semua model, atau bahwa seluruh model mengikuti aturan makan yang sama. Demikian pula, puasa intermiten hanya dijumpai dalam sebagian versi yang membahas kebiasaan makan mereka. Kehadirannya dalam satu uraian tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa metode tersebut berlaku secara menyeluruh.

Karena itu, penting untuk membedakan pola yang disebut dalam sejumlah laporan dan aturan yang benar-benar berlaku bagi seluruh kelompok. Gambaran mengenai pembatasan kalori ataupun puasa intermiten dapat berbeda menurut sumber, konteks, dan individu yang dibicarakan. Istilah “diet model Victoria’s Secret” sendiri kadang dipakai secara luas, meskipun detail yang disampaikan tidak selalu sama. Dalam memahami topik ini, pembaca dapat mencermati bahwa angka kalori dan metode berpuasa merupakan unsur yang muncul pada sebagian versi saja.

Uraian tersebut tidak menetapkan bahwa setiap model menjalani pembatasan kalori harian, mengikuti puasa intermiten, atau menggabungkan keduanya. Tidak ada dasar dalam gambaran ini untuk menyimpulkan bahwa satu pendekatan menjadi kebijakan bersama seluruh model. Dengan demikian, kedua hal itu lebih tepat dipahami sebagai pola yang kerap dikaitkan dengan sebagian pembahasan, bukan sebagai aturan umum. Pembedaan ini membantu menjaga agar informasi tentang pola makan para model tidak disederhanakan menjadi klaim bahwa semua orang dalam kelompok tersebut mengikuti cara yang identik.

Olahraga kerap disebut sebagai komponen penting dalam rutinitas yang dikaitkan dengan para model Victoria’s Secret, selain pengaturan pola makan. Gambaran umum yang sering disampaikan adalah bahwa banyak model berlatih sekitar tiga hingga lima kali dalam seminggu, dengan durasi setiap sesi sedikitnya satu jam. Namun, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai gambaran, bukan ketentuan yang berlaku bagi semua orang. Jadwal latihan dapat berbeda menurut kebutuhan, kondisi fisik, pekerjaan, dan arahan profesional yang mendampingi masing-masing individu. Karena itu, rutinitas para model tidak otomatis menjadi standar yang sesuai untuk setiap pembaca.

Latihan rutin juga tidak harus dipahami sebagai satu jenis kegiatan saja. Dalam gambaran pola kebugaran yang dibahas, sesi olahraga dapat memiliki variasi dan disesuaikan dengan tujuan serta kemampuan tubuh. Konsistensi dan pemulihan merupakan bagian dari pendekatan yang lebih seimbang: tubuh memerlukan waktu untuk beristirahat, sementara peningkatan intensitas sebaiknya dilakukan secara bertahap. Bagi seseorang yang ingin mulai bergerak lebih teratur, pilihan aktivitas dan durasinya dapat disesuaikan dengan tingkat kebugaran awal. Jika ada kondisi kesehatan tertentu, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau pelatih berkualifikasi dapat membantu menentukan pilihan yang aman.

Pola makan dalam gambaran tersebut mendukung aktivitas fisik melalui pilihan makanan utuh dan padat nutrisi. Secara umum, kelompok yang dianjurkan mencakup buah, sayuran, biji-bijian utuh, sumber protein, serta lemak sehat. Penyebutan ini memberi gambaran luas tentang keragaman asupan, bukan daftar menu wajib atau aturan yang harus diikuti secara persis. Kebutuhan energi dan nutrisi dapat berbeda pada setiap orang, sehingga pendekatan yang sesuai perlu mempertimbangkan aktivitas, preferensi, dan kondisi masing-masing.

Baca juga: Keseruan dalam Dunia Olahraga: Timnas Voli Putri Indonesia Melaju ke 8 Besar Asian Games 2026 | Transformasi Domino Menjadi Olahraga Berbasis Kecerdasan

Pos terkait