Pastikan Panen Maksimal, Polsek Tongas Intensif Pantau Lahan Jagung Petani

Pastikan Panen Maksimal, Polsek Tongas Intensif Pantau Lahan Jagung Petani

Probolinggo – Polsek Tongas, Polres Probolinggo Kota, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui kegiatan monitoring lahan jagung binaan di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan para petani.

Monitoring dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB di lahan jagung milik Jumadi yang berada di Dusun Mendek Wetan, Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dipimpin oleh Ps. Kanit Binmas Polsek Tongas, Aiptu Wahyu D, bersama Bhabinkamtibmas Desa Wringinanom dan Desa Sumberkramat, Aipda Zaenis beserta anggota. Mereka melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung pada lahan seluas 5.000 meter persegi yang dikelola Kelompok Tani Karya Tani.

Kapolsek Tongas, Iptu Kumoro Seto, S.H., M.H., mengatakan monitoring tersebut merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Melalui kegiatan monitoring ini kami memastikan tanaman jagung binaan tumbuh dengan baik sekaligus berdialog dengan para petani terkait kondisi lahan maupun kendala yang dihadapi. Alhamdulillah hingga saat ini tidak ditemukan hambatan berarti dan perkembangan tanaman cukup baik,” ujar Iptu Kumoro Seto.

Ia menjelaskan, tanaman jagung di lahan tersebut telah ditanam sejak 5 April 2026 dan diperkirakan memasuki masa panen pada 30 Agustus 2026.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kolaborasi antara Polri, kelompok tani, dan masyarakat.

“Kami berharap sinergi antara Polri, kelompok tani, dan masyarakat terus terjalin dengan baik sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat serta mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Selain memantau kondisi tanaman, petugas juga berdialog dengan para petani untuk menyerap informasi terkait kebutuhan dan kondisi di lapangan sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan program pembinaan ke depan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

(Bambang/Dwi H/*)

Pos terkait