Pascalahar Semeru, TNI Lumajang Fokuskan Pembersihan Rumah Warga Terdampak

Lumajang — Upaya percepatan pemulihan pascabencana lahar dingin Gunung Semeru terus dilakukan secara masif di wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Jajaran TNI kembali turun langsung ke permukiman warga terdampak untuk membantu pembersihan material lahar yang mengendap di rumah-rumah penduduk.

Pada Kamis (11/12/2025), Babinsa Desa Lempeni Koramil 0821-10/Tempeh, Serda Heru Cokro Setio Budi, bersama personel TNI lainnya melaksanakan karya bakti pembersihan material lahar dingin di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Wilayah tersebut menjadi salah satu titik yang terdampak cukup parah akibat aliran lahar dingin Semeru.

Sejak pagi hari, para personel TNI menyisir rumah-rumah warga yang masih dipenuhi pasir, kerikil, lumpur, serta material keras sisa terjangan lahar. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan alat manual lainnya, mereka bekerja membersihkan material yang masuk hingga ke ruang-ruang utama rumah warga.

Aktivitas pembersihan ini dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, mengingat masih banyak rumah yang belum sepenuhnya dapat ditempati kembali akibat timbunan material lahar. Proses ini juga menjadi bagian penting dalam mencegah potensi gangguan kesehatan serta mempercepat pemulihan kehidupan warga sehari-hari.

Serda Heru Cokro Setio Budi menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat terdampak bencana bukan semata menjalankan tugas fisik, melainkan juga memberikan dukungan moril agar warga tetap kuat menghadapi situasi sulit pascabencana.

“Kami hadir untuk meringankan beban masyarakat. Banyak rumah warga yang tertutup material lahar, dan jika tidak segera dibersihkan akan mengganggu aktivitas serta berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Kami berharap kehadiran TNI dapat mempercepat proses pemulihan dan menumbuhkan kembali semangat warga Supiturang,” ujar Serda Heru di sela kegiatan.

Ia menambahkan, percepatan pembersihan menjadi sangat penting agar warga bisa kembali menempati rumah mereka dengan aman dan layak. Menurutnya, sinergi dan semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam menghadapi dampak bencana alam.

“Kami berupaya membantu setiap titik yang membutuhkan. Meski medan cukup berat dan material lahar cukup tebal, dengan gotong royong semua pekerjaan terasa lebih ringan. Ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai prajurit TNI untuk selalu hadir dan bersama rakyat dalam kondisi apa pun,” tambahnya.

Kehadiran TNI di lokasi terdampak lahar dingin Semeru mendapat sambutan positif dari warga setempat. Mereka merasa terbantu dengan percepatan pembersihan, sehingga harapan untuk kembali menjalani aktivitas normal perlahan mulai tumbuh.

Selain membersihkan rumah warga, kegiatan karya bakti TNI juga menjadi simbol kepedulian dan solidaritas di tengah bencana, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Upaya ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih dan aman untuk ditinggali kembali.

(Bambang/Pendim0821)

Pos terkait