PROBOLINGGO — Upaya mendukung ketahanan pangan terus dilakukan jajaran Kodim 0820/Probolinggo melalui pendampingan terhadap para petani di wilayah binaan. Salah satunya dilakukan personel Koramil 0820-24/Tiris saat mendampingi proses panen padi milik warga di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Senin (10/8/2026).
Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan sekaligus mendorong petani agar terus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya.
Anggota Koramil 0820-24/Tiris, Serka Erianto Zebua, mengatakan kegiatan pendampingan dilakukan di lahan pertanian milik Rifai (35), warga Dusun Paleran, Desa Andungsari, Kecamatan Tiris.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa bersama petani tidak hanya dilakukan ketika masa panen, tetapi juga sejak proses awal pengolahan lahan hingga tanaman memasuki masa perawatan.
“Proses pengolahan lahan, penanaman hingga perawatan merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi hasil pertanian. Karena itu, pendampingan dilakukan sejak proses awal hingga panen,” ujar Serka Erianto Zebua.
Ia menjelaskan, pendampingan di lapangan menjadi salah satu bentuk perhatian TNI terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Selain membantu menciptakan komunikasi antara aparat kewilayahan dan petani, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya hasil pertanian yang optimal.
Serka Erianto juga menekankan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan jumlah produksi, tetapi mencakup ketersediaan pangan, stabilitas pasokan, akses masyarakat terhadap pangan serta pemanfaatannya secara baik.
“Ketahanan pangan nasional merupakan kondisi ketika masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman dan bergizi,” katanya.
Menurut dia, penguatan sektor pertanian membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian, pemerintah hingga unsur lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.
Ia menambahkan, peningkatan produksi pangan juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana pertanian. Di antaranya pengelolaan jaringan irigasi, pembangunan maupun rehabilitasi infrastruktur pengairan, modernisasi pertanian serta pemeliharaan saluran irigasi agar dapat menunjang aktivitas petani.
“Semua sumber daya yang ada harus diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan, baik untuk memenuhi kebutuhan saat ini maupun menghadapi kebutuhan di masa mendatang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Serka Erianto menyebut dukungan terhadap petani perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap penyiapan lahan hingga proses pascapanen. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh petani, tetapi juga membutuhkan dukungan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan kualitas hasil panen.
“Mari bersama-sama bersinergi untuk meningkatkan kualitas dan hasil pertanian. Upaya tersebut secara tidak langsung turut memberikan kontribusi terhadap kemajuan sektor pertanian secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan pendampingan panen tersebut menjadi bagian dari aktivitas kewilayahan Koramil 0820-24/Tiris dalam mendukung masyarakat, khususnya para petani, sekaligus memperkuat program ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Pewarta: Dwi H
Narasumber: Serka Erianto Zebua, Anggota Koramil 0820-24/Tiris
Sumber: Pendim 0820/Probolinggo










