Kabupaten Pati | Kekeringan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus meluas dan meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air bersih. Wilayah yang memerlukan bantuan kini tercatat mencapai 81 desa di 12 kecamatan, bertambah dari sekitar 70 desa sebelumnya. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dampak musim kering tidak hanya dirasakan di lokasi yang selama ini dikenal rentan, tetapi juga mulai menjangkau desa-desa lain.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Budi Martinus, menyampaikan perkembangan tersebut di Pati pada Kamis. Ia menjelaskan bahwa jumlah desa yang membutuhkan air bersih bertambah seiring munculnya laporan dan permintaan dari berbagai wilayah. BPBD terus memantau kondisi serta mencatat desa yang memerlukan dukungan agar penyaluran bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Perluasan dampak terlihat di Kecamatan Batangan. Desa Klayusiwalan dan Tlogomojo, misalnya, termasuk wilayah yang kini membutuhkan pasokan, meskipun sebelumnya tidak biasa terdampak kekeringan. Kondisi tersebut menjadi petunjuk bahwa perubahan situasi dapat terjadi di luar pola yang selama ini dikenal warga maupun petugas. Sejumlah desa lain juga mulai mengajukan suplai air bersih, sehingga daftar wilayah yang memerlukan bantuan masih berpotensi berubah.
Bagi warga, berkurangnya ketersediaan air dapat menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak hingga menjaga kebersihan. Pasokan dari pemerintah menjadi salah satu bentuk penanganan sementara ketika sumber air setempat tidak mencukupi. Karena permintaan terus berkembang, pemantauan berkala penting untuk mengetahui desa yang paling membutuhkan bantuan dan memastikan distribusi menjangkau wilayah terdampak secara tepat.
Angka 81 desa di 12 kecamatan menggambarkan besarnya cakupan kebutuhan air bersih di Pati saat ini. Perkembangan dari sekitar 70 desa juga menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap kemungkinan bertambahnya permintaan selama kondisi kering berlangsung. BPBD dan pemerintah daerah perlu terus memperbarui data, sementara warga dapat menyampaikan informasi mengenai kesulitan air di wilayah masing-masing. Dengan demikian, perubahan kebutuhan dapat diketahui lebih cepat dan penyaluran bantuan dapat mengikuti kondisi terbaru.
Penyaluran air bersih oleh BPBD Pati dilakukan dengan mengerahkan truk tangki ke desa-desa yang terdampak kekeringan. Jumlah armada dan perjalanan distribusi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Dalam kondisi normal, penyaluran berkisar 25 tangki per hari. Ketika permintaan meningkat, jumlahnya dapat mencapai sekitar 30 tangki sehari. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan bantuan tidak selalu sama dari waktu ke waktu, melainkan mengikuti perubahan tingkat kekeringan dan jumlah wilayah yang memerlukan pasokan.
Peningkatan distribusi diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Namun, bertambahnya jumlah tangki juga mencerminkan meluasnya tekanan terhadap ketersediaan air di sejumlah kawasan. Penyaluran ke banyak desa perlu dilakukan secara terarah, dengan memperhatikan tingkat dampak dan kebutuhan warga. Dengan demikian, perubahan jumlah distribusi harian menjadi salah satu gambaran respons pemerintah daerah terhadap kondisi yang berkembang selama musim kering.
Perubahan wilayah terdampak terlihat dalam catatan per 22 September 2026. Sebelumnya, kekeringan berat tercatat di Kecamatan Gabus dan Jakenan. Kondisi berat itu kemudian meluas ke Kayen, Tambakromo, Winong, Pucakwangi, dan Jaken. Bertambahnya kecamatan yang masuk kategori tersebut menandakan bahwa dampak kekeringan tidak lagi terbatas pada dua wilayah awal. Daftar kecamatan terdampak juga memberikan gambaran mengenai sebaran kebutuhan air yang harus dipertimbangkan dalam pengaturan bantuan.
Perkembangan berbeda turut terjadi di Kecamatan Dukuhseti. Wilayah ini mengalami kenaikan kategori dari kekeringan ringan menjadi sedang, seiring bertambahnya desa terdampak. Pada tahap sebelumnya, dampak tercatat di satu desa, sedangkan kemudian meluas hingga empat desa. Perubahan kategori dan cakupan tersebut menunjukkan bahwa pemantauan perlu dilakukan secara berkala, bahkan di wilayah yang semula mengalami kondisi lebih ringan. Secara keseluruhan, perluasan kekeringan di berbagai kecamatan dan desa menjadi alasan penting bagi BPBD untuk menyesuaikan pola distribusi, termasuk meningkatkan pengerahan tangki ketika kebutuhan masyarakat bertambah.Penanganan kekeringan di Kabupaten Pati melibatkan kerja sama berbagai pihak, seiring dampak kekurangan air yang menjangkau puluhan desa. Upaya bersama ini mencakup penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, tetapi juga didukung lembaga kemanusiaan, badan usaha, dan unsur penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten. Kolaborasi tersebut memperluas dukungan yang tersedia bagi masyarakat terdampak, terutama ketika sumber air setempat sulit diandalkan. Dalam situasi seperti ini, koordinasi antarpihak menjadi penting agar bantuan dapat menjangkau wilayah sasaran dan kebutuhan warga dapat ditangani secara bersama.
Sejumlah pihak tercatat menyalurkan pasokan air bersih, lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), Bank Jateng, Bank Daerah Pati, PDAM, serta Bawaslu Pati. Keterlibatan para penyalur tersebut menunjukkan bahwa respons terhadap kekeringan melibatkan unsur yang beragam. Masing-masing berkontribusi melalui bantuan air bagi warga di desa terdampak. Penyaluran dilakukan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung. Informasi mengenai pihak-pihak yang terlibat memberikan gambaran tentang cakupan kerja sama, tanpa mengubah fokus utama bantuan, yaitu menyediakan akses air bersih bagi warga.
Selain dukungan berupa distribusi air, Pemerintah Kabupaten Pati menyiapkan anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp20 miliar untuk penanganan bencana kekeringan. Kesiapan anggaran tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat. Nilai yang disiapkan mencerminkan adanya perhatian terhadap kebutuhan penanganan bencana, sementara rincian penggunaan maupun pembagian anggaran tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia. Karena itu, angka tersebut dapat disampaikan sebagai alokasi belanja tidak terduga yang disiapkan pemerintah kabupaten, tanpa menarik kesimpulan mengenai pos, kegiatan, atau penerima tertentu. Bersama bantuan dari berbagai lembaga, dukungan anggaran ini melengkapi respons penanganan kekeringan di Pati.
Bawaslu Kabupaten Pati turut menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang menghadapi kesulitan memperoleh air selama musim kemarau. Penyaluran dilakukan di Kecamatan Jaken, dengan sasaran warga Desa Mojoluhur dan Desa Ronggo. Ketua Bawaslu Pati, L. Supriyanto, menyampaikan bahwa lembaganya bersama jajaran mengirimkan sebanyak 36.000 liter air bersih untuk warga di kedua desa tersebut. Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan air sehari-hari masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan. Langkah tersebut menjadi bagian dari keterlibatan Bawaslu Pati dalam merespons kebutuhan warga di wilayah yang pasokan airnya terbatas pada musim kemarau. Kegiatan berfokus pada penyediaan air bersih bagi warga yang membutuhkan.
Air bersih diangkut menggunakan enam truk tangki. Armada yang digunakan memiliki kapasitas 5.000 liter dan 8.000 liter, dengan total air yang disalurkan mencapai 36.000 liter. Pengiriman tersebut ditujukan kepada warga Desa Mojoluhur dan Desa Ronggo di Kecamatan Jaken. Dalam kegiatan ini, Bawaslu Pati melibatkan pimpinan, anggota, kepala sekretariat, serta staf sekretariat. Keterlibatan unsur lembaga tersebut mendukung pelaksanaan penyaluran bantuan dari persiapan hingga pengiriman air ke lokasi sasaran. Supriyanto menjelaskan bahwa bantuan diberikan karena adanya kepedulian terhadap warga yang membutuhkan air untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Pernyataan itu menjadi alasan yang disampaikan Bawaslu Pati dalam kegiatan penyaluran air bersih selama musim kemarau di wilayah tersebut.
Kesulitan memperoleh air bersih dapat menjadi persoalan bagi warga saat musim kemarau berlangsung. Di Jaken, bantuan yang disalurkan Bawaslu Pati secara khusus diarahkan kepada masyarakat di dua desa tersebut.
Baca juga: Dalam Waktu Sepekan, Kodim Bojonegoro Salurkan 800 Ribu Liter Air Bersih ke Warga di 34 Desa Terdampak Kekeringan | Bantu Warga Hadapi Kekeringan, Kodim 1002 Distribusikan Air Bersih | Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Kodim 1008 Tabalong Distribusikan Air Bersih








