TANJUNG SELOR KALTIM, BIN.COM – Pada hari Jumat, 7 Juni 2024, Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan, Danrem 092/Maharajalaila, bersama Letkol Inf Albert Frankesca Hutagalung, M.Han., dan beberapa pejabat lainnya mengadakan pertemuan dengan masyarakat kelompok tani di Pos Satgas Pamtas Batalyon Arhanud 8/MBC di Seimanggaris. Pertemuan ini bertujuan untuk mediasi permasalahan antara kelompok tani dan PT. TML (Tunas Mandiri Lumbis) serta koperasi Maharajalaila dari Tanjung Selor.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Herman dari Dinas Pertanian dan A. Rifki Padilla dari BPN Nunukan. Pertemuan dimulai sekitar pukul 15:20 sore. Kedatangan Danrem dan Dandim ini disambut baik oleh masyarakat kelompok tani yang merasa sangat senang hati dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kedatangan mereka untuk mencari solusi atas permasalahan yang telah lama terjadi.
Pak Baba Laeda, perwakilan dari kelompok tani Semaja V, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan dan Letkol Inf Albert Frankesca Hutagalung. Beliau menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya atas kesempatan dan kunjungan mereka untuk meluruskan masalah yang terjadi di lapangan. Pak Baba Laeda juga berterima kasih kepada Herman dari Dinas Pertanian dan A. Rifki Padilla dari BPN serta semua pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam mediasi ini, Danrem menyampaikan bahwa koperasi ingin bekerja sama dengan kelompok tani dan mengajak semua pihak untuk menjalin kerja sama yang harmonis dan damai. Tujuannya adalah agar kelompok tani dan koperasi dapat bekerja sama dengan baik dan tentram.
Danrem dan Dandim juga berencana mengundang instansi-instansi terkait seperti Bupati, Perijinan, BPN, DPR, Pertanian, dan Kapolres untuk mengadakan forum di Nunukan guna membahas lebih lanjut permasalahan antara kelompok tani dan PT. TML.
Meski belum ada solusi yang definitif, kedatangan Danrem dan Dandim untuk melihat langsung situasi di lapangan dan mendengar keluhan masyarakat kelompok tani telah memberikan harapan baru. Masyarakat kelompok tani sangat menghargai perhatian dan upaya Danrem untuk mencari solusi yang adil dan damai.
RED









