Inovasi Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta di SSTY 2026

Inovasi Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta di SSTY 2026

Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berpartisipasi dalam acara pameran inovasi yang menjadi bagian dari Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY) 2026, di mana kegiatan ini berlangsung pada tanggal 9 September 2026. Pameran tersebut merupakan tempat di mana berbagai inovasi di bidang kesehatan diperkenalkan kepada masyarakat dan kalangan akademik. Acara ini menjadi salah satu wujud komitmen UNISA dalam mendorong hilirisasi riset, khususnya terkait dengan inovasi dalam sektor kesehatan.

Dalam pameran ini, UNISA menampilkan berbagai proyek dan produk inovatif yang hasilnya merupakan buah dari penelitian yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa. Salah satu tujuan utama dari pameran ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inovasi di bidang kesehatan, serta untuk memperkenalkan solusi-solusi baru yang dapat bermanfaat dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dengan mengedepankan inovasi kesehatan, UNISA ingin menjadikan diri sebagai lembaga yang berkontribusi positif terhadap perkembangan sistem kesehatan di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Selain menampilkan hasil riset, acara ini juga menjadi ajang diskusi akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, serta masyarakat umum. Para pengunjung diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para peneliti mengenai teknologi dan produk yang ditampilkan. Diskusi semacam ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih erat dunia akademik dan praktek di lapangan, sehingga mempercepat proses penerapan inovasi kesehatan di masyarakat.

Pameran inovasi ini bukan hanya menjadi media untuk memamerkan karya, tetapi juga menegaskan peran UNISA dalam mendukung pengembangan bidang kesehatan melalui riset-riset terapan yang dapat memberikan manfaat nyata. Dengan partisipasi dalam SSTY 2026, diharapkan bahwa UNISA dapat terus berkontribusi dalam menciptakan inovasi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat citra universitas sebagai pusat pendidikan yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan publik.

Forum SSTY 2026 mengusung tema yang sangat relevan dan strategis, yaitu "Kontribusi Perguruan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Pembangunan Daerah Melalui Kontribusi Riset". Tema ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui hasil penelitian yang inovatif dan aplikatif. SSTY menjadi platform penting yang mempertemukan berbagai elemen, seperti perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan di wilayah Yogyakarta, untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan.

Dalam konteks pembangunan daerah, riset yang dihasilkan oleh perguruan tinggi memiliki potensi signifikan untuk menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat. SSTY 2026 diharapkan mampu memfasilitasi kolaborasi yang lebih intensif akademisi dan praktisi dalam menciptakan solusi yang tidak hanya teoritis, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata. Dengan demikian, tujuan dari forum ini adalah untuk mencari sinergi hasil riset akademik dan kebutuhan pembangunan daerah.

Salah satu fokus utama dalam SSTY 2026 adalah mendorong pengembangan penelitian yang berpihak pada masalah riil yang ada di masyarakat. Dengan meningkatkan kualitas riset dan relevansinya terhadap permasalahan lokal, perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kemajuan daerah. Forum ini juga berfungsi sebagai ruang untuk mengeksplorasi peluang pengembangan inovasi yang berasal dari penelitian, yang dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan daerah yang lebih luas.

Melalui kolaborasi yang terjalin selama SSTY 2026, diharapkan pengembangan kapasitas riset di perguruan tinggi akan meningkat, dan pada gilirannya, hasil-hasil riset tersebut dapat memberikan dampak positif pada masyarakat luas. Hal ini tentunya sejalan dengan semangat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam acara pameran SSTY 2026, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) telah memamerkan sejumlah inovasi kesehatan yang dihasilkan melalui penelitian yang dilakukan oleh para dosen dan tenaga kependidikan. Pameran ini menjadi salah satu wadah untuk menunjukkan kemajuan dan hasil olah pikir akademisi dalam bidang kesehatan. Dari berbagai inovasi yang ditampilkan, beberapa di antaranya memiliki potensi untuk memberikan dampak signifikan pada masyarakat.

Salah satu inovasi yang sangat menarik perhatian adalah sensor bracelet atau yang dikenal sebagai serbet, yang didesain dengan memanfaatkan teknologi Internet of Medical Things (IoMT). Inovasi ini bertujuan untuk mendeteksi dini risiko stunting pada anak, sebuah isu kesehatan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak di Indonesia. Dengan menggunakan teknologi canggih, serbet ini dapat memantau kondisi fisik dan kesehatan anak secara real-time.

Prinsip kerja dari sensor bracelet ini adalah mengumpulkan data vital yang diperlukan untuk memantau berbagai faktor yang berkontribusi terhadap stunting. Data ini kemudian dianalisis untuk memberikan gambaran mengenai status kesehatan anak. Dengan mendeteksi risiko stunting sejak dini, diharapkan tindakan pencegahan dapat segera diambil, yang pada gilirannya akan membantu meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.

Inovasi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan universitas dalam melakukan penelitian yang aplikatif tetapi juga komitmen UNISA Yogyakarta untuk berkontribusi dalam solusi masalah kesehatan masyarakat. Selain sensor bracelet, berbagai produk inovatif lainnya juga dipamerkan, mencerminkan dedikasi UNISA dalam meningkatkan layanan kesehatan melalui teknologi dan riset yang berkesinambungan.

Dengan participasi dalam acara seperti SSTY 2026, UNISA menunjukkan keterlibatannya dalam pengembangan inovasi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat luas, serta menunjang tujuan kesehatan nasional. Melalui pameran ini, diharapkan lebih banyak kolaborasi dan dukungan dapat terjalin akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk mendukung inisiatif kesehatan yang inovatif.

Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) terus berupaya untuk memperkenalkan inovasi dalam bidang kesehatan, termasuk pengembangan alat kesehatan ergonomis dan media pembelajaran yang dirancang untuk menunjang pendidikan mahasiswa kesehatan. Salah satu alat yang diperkenalkan adalah GOE-KB, alat kesehatan modern yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas dalam melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan desain ergonomis, GOE-KB tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi pengguna tetapi juga memberikan hasil yang lebih akurat pada saat pelaksanaan pemeriksaan.

Selain GOE-KB, UNISA juga memperkenalkan kursi oksitosin ergonomis. Kursi ini dirancang untuk mendukung posisi tubuh yang ideal saat melakukan berbagai prosedur medis, sehingga dapat mengurangi risiko cedera bagi tenaga medis. Alat kesehatan ergonomis seperti kursi oksitosin sangat penting dalam praktik klinis, karena membantu pemanfaatan waktu dan sumber daya dengan lebih efisien.

Selanjutnya, ada juga inovasi smart vest oxytocin, sebuah alat yang berfungsi untuk memantau dan mendukung pemberian oksitosin secara tepat. Dengan mengenakan smart vest ini, calon tenaga kesehatan bisa mempelajari cara yang lebih baik dalam memberikan obat sesuai prosedur yang benar. Inovasi ini mengedepankan aspek keamanan dan kesehatan baik bagi pasien maupun tenaga medis.

Di samping inovasi alat kesehatan, UNISA juga memperkenalkan media pembelajaran praktikum, yaitu USG feta-unisa. Media ini dirancang secara khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi mahasiswa di bidang kesehatan, terutama dalam hal edukasi dan praktek di penggunaan alat ultrasonografi. Dengan adanya pengalaman langsung melalui media ini, mahasiswa diharapkan lebih siap untuk menghadapi tantangan di dunia medis nyata.

Melalui berbagai inovasi ini, UNISA berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga mendukung kesehatan dan kesejahteraan tenaga medis dan pasien. Perkembangan alat kesehatan ergonomis dan media pembelajaran yang berkualitas adalah bagian dari upaya UNISA untuk memajukan pendidikan kesehatan di Indonesia. Sumber informasi: harianjogja.com

Pos terkait