Gotong Royong Babinsa Koramil 1002-01/BAS dan Warga Birayang Manfaatkan Limbah Ternak Jadi Pupuk

HULU SUNGAI TENGAH — Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digencarkan Babinsa Koramil 1002-01/Batang Alai Selatan (BAS). Pada Sabtu (15/11/2025), Babinsa Serma Aprizal Daitullah bersama Bhabinkamtibmas dan aparatur Kelurahan Birayang melaksanakan kegiatan produksi pupuk kompos berbahan dasar kotoran kambing yang difermentasi untuk mendukung budidaya tanaman obat keluarga (toga).

Kegiatan yang dilakukan secara gotong royong di lingkungan Kelurahan Birayang itu tidak hanya berfokus pada produksi pupuk semata, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami manfaat pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik yang bernilai guna tinggi.

Menurut penjelasan Serma Aprizal Daitullah, pembuatan pupuk kompos fermentasi dari kotoran kambing menjadi langkah strategis untuk mendukung ketersediaan pupuk ramah lingkungan di tingkat lokal.

“Ini adalah bagian dari kontribusi TNI bersama perangkat kelurahan dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan. Kami ingin warga bisa mandiri dalam menyediakan pupuk sendiri, terutama untuk tanaman toga yang dapat menunjang kebutuhan herbal dan kesehatan keluarga,” ujarnya.

Ia menegaskan, penggunaan pupuk kompos juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia yang harganya semakin mahal dan sulit didapat.

Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong. Warga terlihat antusias mengikuti proses pembuatan kompos mulai dari pencampuran bahan, fermentasi, hingga pengemasan sederhana.

Aparatur Kelurahan Birayang juga memberikan dukungan penuh atas kegiatan tersebut, mengingat pemanfaatan pupuk organik sejalan dengan program pemerintah dalam pengembangan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan adanya produksi kompos mandiri ini, masyarakat Kelurahan Birayang diharapkan dapat mengembangkan lebih banyak tanaman toga sekaligus meningkatkan kualitas tanah dan hasil tanaman.

Program ketahanan pangan berbasis komunitas tersebut akan terus didorong agar memberikan manfaat nyata, baik bagi kemandirian pangan keluarga maupun peningkatan produktivitas pertanian lokal.

(pen1002hst)

Pos terkait