Google Pacu AI di Tengah Perlambatan Pertumbuhan Search

Google Pacu AI di Tengah Perlambatan Pertumbuhan Search

Jakarta | Google terus memperluas pengembangan kecerdasan buatan dalam skala besar, menjadikan teknologi tersebut salah satu prioritas penting bagi perusahaan. Pada saat yang sama, pertumbuhan pendapatan dari Google Search, layanan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber utama pemasukan Google, menunjukkan perlambatan dalam setahun terakhir. Perkembangan ini menempatkan perusahaan pada dua agenda yang berjalan bersamaan: mendorong kemampuan AI dan mempertahankan kinerja bisnis pencarian yang telah lama menjadi fondasi keuangannya.

Perubahan laju pertumbuhan Search terlihat dari angka yang tercatat selama tiga kuartal. Pada kuartal pertama, pendapatan dari layanan pencarian tumbuh sebesar 19 persen. Angka itu kemudian turun menjadi 17 persen pada kuartal kedua, sebelum kembali melambat hingga 12 persen pada kuartal ketiga. Urutan tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan tetap berlangsung, tetapi kecepatannya berkurang dari satu kuartal ke kuartal berikutnya. Dengan demikian, perlambatan yang dibahas bukan berarti pendapatan Search menyusut; yang berubah adalah tingkat kenaikannya.

Bacaan Lainnya

Posisi Search penting untuk memahami skala perubahan tersebut. Bisnis ini telah menjadi kontributor utama pendapatan Google selama bertahun-tahun, sehingga pergeseran pada laju pertumbuhannya mendapat perhatian di tengah investasi perusahaan pada AI. Google berupaya mengembangkan teknologi kecerdasan buatan dan memperluas penerapannya, sementara bisnis pencarian tetap menjadi bagian sentral dari operasi perusahaan. Kedua perkembangan ini berlangsung dalam periode yang sama, tetapi informasi mengenai tren pertumbuhan kuartalan tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan hubungan sebab-akibat keduanya.

Karena itu, perlambatan pertumbuhan Search dan peningkatan fokus Google pada AI perlu dipahami sebagai dua perkembangan penting yang terjadi bersamaan. Angka 19 persen, 17 persen, dan 12 persen memberikan gambaran tentang perubahan momentum pendapatan pencarian, sedangkan ekspansi AI mencerminkan arah investasi teknologi perusahaan. Data tersebut tidak menyatakan bahwa AI menyebabkan pertumbuhan Search melambat. Untuk menilai dampak jangka panjang, perhatian dapat diarahkan pada kinerja Search pada kuartal berikutnya serta bagaimana Google mengembangkan AI tanpa mengabaikan bisnis yang selama ini menjadi sumber pendapatan utamanya.

Google menyampaikan penilaian awal yang positif mengenai produk bersponsor dalam mode AI. Schindler menyatakan bahwa tingkat klik-tayang produk tersebut telah sebanding dengan tingkat klik pada daftar organik. Pernyataan ini menggambarkan bagaimana perusahaan menilai respons pengguna terhadap format yang sedang diuji atau diperkenalkan di lingkungan pencarian berbasis AI. Namun, klaim tersebut tetap merupakan keterangan dari pihak Google, bukan hasil evaluasi independen yang telah dipastikan secara terpisah. Karena itu, informasi ini perlu dibaca sebagai gambaran awal menurut perusahaan, bukan sebagai bukti menyeluruh mengenai kinerja format iklan tersebut.

Perbandingan yang disampaikan berfokus pada tingkat klik-tayang: seberapa sering pengguna mengeklik produk bersponsor dibandingkan daftar organik. Menurut Schindler, ukuran tersebut berada pada tingkat yang sebanding. Keterangan itu tidak dengan sendirinya menjelaskan bagaimana angka tersebut dihitung, cakupan pengamatannya, atau kondisi yang digunakan sebagai pembanding. Rincian semacam itu tidak disertakan dalam klaim yang tersedia, sehingga tidak tepat untuk menarik kesimpulan lebih jauh tentang perilaku pengguna atau efektivitas format secara umum. Penyebutan hasil awal juga tidak berarti bahwa performanya akan sama pada setiap konteks atau akan tetap bertahan seiring waktu.

Dengan demikian, klaim Google memberi indikasi tentang satu metrik yang dipantau perusahaan, tetapi belum cukup untuk menetapkan dampak yang lebih luas. Tingkat klik yang sebanding dengan daftar organik tidak secara otomatis menunjukkan hasil bisnis tertentu, perubahan pengalaman pengguna, ataupun keberhasilan komersial. Tanpa data tambahan dan penilaian dari luar perusahaan, pernyataan Schindler sebaiknya diperlakukan sebagai informasi awal yang terbatas pada perbandingan tersebut. Pembaca dapat mencatat bahwa Google melihat tingkat klik-tayang produk bersponsor dalam mode AI setara dengan daftar organik, sembari membedakan penilaian internal itu dari kesimpulan independen tentang kinerja atau konsekuensinya.

CEO Google Sundar Pichai menyatakan bahwa pengguna semakin banyak memanfaatkan fitur berbasis kecerdasan buatan untuk melakukan pencarian. Pernyataan ini menunjukkan perubahan penting dalam cara masyarakat berinteraksi dengan Search: pencarian tidak lagi terbatas pada mengetik beberapa kata kunci singkat, lalu memilih tautan dari daftar hasil. Dengan dukungan AI, pengguna dapat mengajukan pertanyaan secara lebih alami, meminta penjelasan, atau menelusuri topik melalui percakapan yang berlanjut. Perubahan tersebut terjadi ketika Google berupaya memperluas penggunaan AI di tengah perlambatan pertumbuhan bisnis Search. Bagi perusahaan, perkembangan ini juga menjadi tanda bahwa kebiasaan pencarian terus bergerak ke format yang lebih interaktif.

Salah satu dampak yang terlihat adalah munculnya kueri yang lebih panjang dan kompleks dibandingkan pencarian tradisional. Pengguna dapat menyertakan beberapa syarat, konteks, maupun pertanyaan lanjutan dalam satu permintaan, alih-alih memecahnya menjadi banyak pencarian terpisah. Fitur AI dirancang untuk merespons kebutuhan itu dengan merangkum informasi dan membantu pengguna menjelajahi pertanyaan yang memiliki banyak bagian. Kueri yang lebih terperinci juga dapat mencerminkan maksud pencarian yang lebih spesifik. Dengan demikian, ukuran aktivitas Search tidak selalu dapat dipahami hanya dari jumlah kata kunci pendek atau pola klik yang selama ini umum. Perusahaan perlu menyesuaikan layanan dan cara mengukur penggunaan seiring perubahan perilaku tersebut.

Data penggunaan memperlihatkan bahwa pencarian AI melibatkan beragam jenis masukan. Secara global, satu dari lima pencarian dalam mode AI berkaitan dengan suara, gambar, atau dokumen. Artinya, pengguna tidak hanya mengetik teks, tetapi juga dapat menggunakan materi visual maupun berkas sebagai titik awal untuk mencari informasi. Di sisi lain, pencarian visual di Google telah melampaui 50 miliar pencarian per bulan. Angka ini menggambarkan besarnya minat terhadap cara menemukan informasi melalui gambar, tetapi tidak secara khusus merujuk pada pengguna di Indonesia. Bersama meningkatnya penggunaan fitur AI, tren tersebut memberi gambaran tentang Search yang semakin multimodal. Pengguna dapat berpindah teks, suara, dan gambar sesuai kebutuhan, sementara Google berusaha membuat pengalaman pencarian mampu memahami konteks yang lebih luas dan permintaan yang lebih rumit.

Pada kuartal III-2026, Google melaporkan pendapatan sebesar US$127,6 miliar atau sekitar Rp2.316 triliun. Angka ini menjadi penanda penting dalam pembahasan mengenai strategi perusahaan saat investasi pada kecerdasan buatan terus meningkat dan laju pertumbuhan Search menjadi perhatian pasar. Bahan sumber menyebut pendapatan tersebut melonjak “255” dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi tidak menjelaskan satuan maupun tanda persentase yang dimaksud. Karena itu, angka tersebut sebaiknya dicantumkan sebagaimana tersedia tanpa ditafsirkan sebagai kenaikan sebesar persentase tertentu. Pendekatan ini menjaga pelaporan tetap akurat sekaligus membedakan data yang dikonfirmasi dari keterangan yang belum memiliki konteks memadai. Pendapatan kuartalan itu memberi gambaran skala bisnis Google, tetapi satu angka saja tidak menjelaskan seluruh dinamika kinerja perusahaan.

Dalam komentarnya mengenai Search, CEO Google Sundar Pichai mengatakan pertumbuhannya melaju cepat selama lima tahun terakhir. Ia tidak menyebut angka pasti untuk menggambarkan laju tersebut, sehingga pernyataan itu perlu dipahami sebagai penilaian umum, bukan ukuran kuantitatif yang dapat dibandingkan langsung dengan data pendapatan. Keterangan Pichai hadir di tengah perhatian terhadap bagaimana AI mengubah pengalaman pencarian dan cara perusahaan mengembangkan produknya. Google tengah mendorong pemanfaatan AI, sementara Search tetap menjadi bagian penting dari bisnisnya. Dengan demikian, komentar tersebut menyoroti dua sisi yang berjalan beriringan: perubahan teknologi dan perkembangan layanan yang telah dikenal luas. 19 kunjungan

Pos terkait