Dishub Probolinggo: Jembatan Tigasan Wetan Bukti Kolaborasi Efektif Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Dishub Probolinggo: Jembatan Tigasan Wetan Bukti Kolaborasi Efektif Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Probolinggo — Upaya Pemerintah Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, dalam meningkatkan keselamatan warga akhirnya mendapat apresiasi langsung dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo. Dishub menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah pihak yang berperan dalam pembangunan jembatan penghubung baru yang kini menjadi akses aman bagi warga, khususnya pelajar, yang setiap hari harus menyeberang ke desa seberang.

Jembatan yang baru selesai dibangun itu menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak warga. Selama bertahun-tahun, siswa dan warga terpaksa menyeberang rel kereta api tanpa perlindungan memadai untuk menuju sekolah maupun pusat kegiatan ekonomi. Kondisi itu tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga menghambat kelancaran aktivitas harian masyarakat.

Sinergi Multipihak Diganjar Apresiasi Dishub

Dalam momen penyerahan penghargaan, Dishub Kabupaten Probolinggo memberikan apresiasi kepada Camat Leces Muhammad Sigit Pujotomo, Kepala SDN Tigasan Wetan 2 Fitria Yuliani, pendamping lokal desa, serta Kepala Desa Tigasan Wetan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas sinergi dan kolaborasi yang berhasil menghadirkan infrastruktur keselamatan yang dibutuhkan masyarakat.

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo, Edy Suryanto, menegaskan bahwa inisiatif pembangunan jembatan oleh Pemerintah Desa Tigasan Wetan merupakan langkah cepat dan tepat dalam menjawab persoalan keselamatan transportasi di lapangan.

“Kami menilai pembangunan jembatan penghubung ini merupakan langkah tepat untuk memastikan keselamatan pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut,” ujarnya.

Edy menambahkan bahwa Dishub berkomitmen memperkuat koordinasi dengan desa lain dalam penyediaan sarana transportasi yang aman dan layak.

“Akses yang aman adalah hak masyarakat. Pemerintah daerah berkewajiban memfasilitasi kebutuhan tersebut, terutama bagi anak-anak sekolah yang rentan terhadap risiko kecelakaan. Dishub akan terus memberi pendampingan dan dukungan teknis dalam upaya peningkatan keselamatan transportasi,” tegasnya.

Dampak Positif Jembatan Baru bagi Mobilitas Warga

Sejak jembatan baru beroperasi, aktivitas warga Desa Tigasan Wetan berjalan lebih lancar dan aman tanpa ancaman bahaya dari perlintasan rel kereta api. Pelajar kini dapat menuju sekolah tanpa kekhawatiran, sementara warga lebih mudah melakukan aktivitas ekonomi dan sosial.

“Aktivitas pendidikan, ekonomi, dan sosial kini lebih nyaman tanpa ancaman dari rel kereta api,” imbuh Edy.

Dishub juga mendorong agar jembatan yang dibangun dengan dana desa dan dukungan berbagai pihak itu dirawat bersama oleh pemerintah desa dan masyarakat.

Kolaborasi Besar: Dari Palang Pintu hingga Jembatan Gantung

Keberhasilan pembangunan akses aman di Desa Tigasan Wetan tidak berdiri sendiri. Fasilitas keselamatan itu merupakan hasil kolaborasi multipihak, mulai dari pembangunan palang pintu dan pos jaga perlintasan KA yang didanai APBD Provinsi Jawa Timur, pembangunan jembatan penghubung antar dusun yang difasilitasi lembaga desa, hingga jembatan gantung yang dibiayai melalui APBDes.

Camat Leces Muhammad Sigit Pujotomo menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun.

“Terbangunnya jembatan gantung, jembatan beton, dan pintu perlintasan KA merupakan bukti bahwa kolaborasi multipihak efektif dalam menangani kebutuhan masyarakat akan akses yang aman,” katanya.

Sigit menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari suara masyarakat dan peran aktif para guru yang menyampaikan kebutuhan di lapangan. Pendamping desa, pemerintah kecamatan, kabupaten, dan pemerintah desa sama-sama mengambil bagian.

“Semoga kolaborasi seperti ini berlanjut untuk sektor lain menuju Probolinggo SAE,” ujarnya.

Contoh Baik Kolaborasi Daerah

Penghargaan yang diberikan Dishub Kabupaten Probolinggo menjadi simbol pengakuan atas upaya bersama dalam menghadirkan infrastruktur keselamatan yang sangat dibutuhkan warga Tigasan Wetan. Jembatan baru ini bukan hanya sekadar fasilitas fisik, tetapi representasi nyata komitmen pemerintah daerah dan masyarakat untuk menghadirkan akses transportasi yang aman, ramah bagi pelajar, dan mendukung kelancaran mobilitas harian warga.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat sinergi pembangunan demi keselamatan publik. (Bambang/Fahrul)

Pos terkait