Dede Sunandar Sadar Setelah Pingsan di Pertandingan, Vicky Prasetyo Sampaikan Permintaan Maaf

Dede Sunandar Sadar Setelah Pingsan di Pertandingan, Vicky Prasetyo Sampaikan Permintaan Maaf

JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Dede Sunandar dilaporkan telah sadar setelah sempat pingsan dalam pertandingan dua lawan satu melawan Vicky Prasetyo dan Bedu. Insiden tersebut terjadi dalam ajang Kapolda Fighter Match 2026. Kabar mengenai kondisi terbaru Dede disampaikan oleh Vicky Prasetyo melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram @vickyprasetyo777 pada Senin, 5 Oktober 2026.

Dalam video tersebut, Dede terlihat berada di rumah sakit dan bersiap menjalani pemeriksaan lanjutan. Kondisi itu menunjukkan bahwa setelah mendapatkan penanganan awal, ia masih perlu menjalani pemantauan medis untuk memastikan tidak ada dampak serius akibat insiden yang dialaminya ketika bertanding. Informasi tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai perkembangan kesehatan Dede setelah sebelumnya sempat kehilangan kesadaran.

Bacaan Lainnya

Salah satu pemeriksaan yang direncanakan adalah CT scan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kepala Dede secara lebih menyeluruh, terutama setelah ia pingsan dalam pertandingan. Hasil CT scan diharapkan dapat membantu dokter memastikan apakah terdapat cedera atau gangguan lain yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dari proses evaluasi kondisi Dede di rumah sakit.

Sebelumnya, ketika berada di Jambi, Dede diketahui baru menjalani pemeriksaan pada bagian paru-paru. Pemeriksaan itu dilakukan sebelum evaluasi lanjutan terhadap kondisi kepalanya. Dengan rangkaian pemeriksaan tersebut, tim medis dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai keadaan tubuh Dede setelah pertandingan. Kabar bahwa ia telah sadar menjadi perkembangan positif, meskipun kondisi selanjutnya masih perlu dipantau berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian dokter.

Dede Sunandar menceritakan kondisi yang dialaminya setelah pingsan dalam pertandingan. Ia mengaku tidak mengingat dengan jelas rangkaian kejadian sejak insiden berlangsung di arena. Menurut penuturannya, dirinya mengalami blackout atau kehilangan kesadaran hingga proses evakuasi dilakukan. Kesadaran Dede baru berangsur kembali ketika ia telah berada dalam perjalanan menuju rumah sakit, sehingga sebagian besar momen setelah kejadian tidak dapat disaksikannya secara langsung.

Pengalaman tersebut membuat Dede menyadari bahwa situasi di arena pertandingan dapat berubah secara cepat dan tidak terduga. Ketika kondisi fisiknya menurun, ia tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang memberikan pertolongan ataupun bagaimana dirinya dipindahkan dari lokasi pertandingan. Informasi mengenai proses itu kemudian ia ketahui setelah kondisi mulai stabil dan orang-orang di sekitarnya menjelaskan apa yang telah terjadi.

Dalam kesempatan tersebut, Dede menyampaikan apresiasi kepada Vicky Prasetyo yang mendampinginya selama proses evakuasi. Vicky disebut turut membantu memastikan Dede dibawa menggunakan ambulans hingga tiba di rumah sakit. Bagi Dede, pendampingan itu memiliki arti penting karena dilakukan ketika dirinya berada dalam kondisi tidak berdaya dan membutuhkan penanganan segera. Ia menilai kehadiran Vicky menunjukkan kepedulian yang nyata, bukan sekadar respons terhadap situasi pertandingan.

Pernyataan Dede mengenai sikap Vicky juga berkaitan dengan makna kemanusiaan di balik insiden tersebut. Di tengah pertandingan yang berujung pada kejadian mengejutkan, Vicky dianggap tetap memandang Dede sebagai sesama manusia yang harus diselamatkan dan didampingi. Sikap itu menjadi hal yang paling dikenang Dede karena menunjukkan bahwa persaingan atau ketegangan di arena tidak menghapus kepedulian ketika seseorang membutuhkan bantuan. Atas perhatian tersebut, Dede menyampaikan rasa terima kasih, sekaligus menghargai langkah Vicky yang tetap mendampinginya sampai memperoleh perawatan di rumah sakit.

Setelah sadar dari pingsan yang dialaminya dalam pertandingan, Dede Sunandar mengungkapkan sisi lain dari hubungan baiknya dengan Vicky Prasetyo. Menurut Dede, perhatian Vicky tidak hanya diberikan kepadanya secara pribadi. Vicky juga turut membantu keluarganya, termasuk kakak dan orang tua Dede. Dukungan tersebut disebut sangat berarti, terutama ketika keluarga Dede membutuhkan bantuan untuk memenuhi berbagai keperluan.

Dede menyebut bantuan itu bukan sekadar pemberian sesekali. Ia mengatakan Vicky rutin memberikan bantuan kepada keluarganya setiap Jumat. Kebiasaan tersebut membuat Dede merasa terharu sekaligus berterima kasih. Baginya, sikap Vicky menunjukkan kepedulian yang tulus karena bantuan diberikan secara konsisten, bahkan kepada anggota keluarganya yang tidak terlibat langsung dalam pertandingan. Pengakuan itu sekaligus menjelaskan alasan Dede tetap menghargai Vicky di tengah kejadian yang membuat dirinya sempat tidak sadarkan diri.

Dede juga menegaskan bahwa pertandingan dua lawan satu yang mempertemukannya dan Bedu dengan Vicky benar-benar berlangsung tanpa settingan maupun rencana khusus. Ia tidak mengetahui secara pasti seberapa kuat pukulan yang akan diterima karena kekuatan dalam pertandingan semacam itu sulit diprediksi. Dede menduga emosinya masih terbawa ketika maju menghadapi Vicky, sehingga situasi di arena berkembang dengan cepat. Meski demikian, ia tidak menuding adanya kesengajaan untuk mencelakainya. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Dede memahami pertandingan itu sebagai momen yang berlangsung spontan, sementara kejadian pingsan menjadi konsekuensi yang tidak direncanakan oleh siapa pun.

Vicky Prasetyo menyampaikan permintaan maaf kepada Dede Sunandar dan keluarga atas kejadian yang tidak diinginkan dalam pertandingan tersebut. Permintaan maaf itu disampaikan setelah Dede sempat pingsan ketika mengikuti laga tinju yang mempertemukan dirinya dengan Vicky dan satu peserta lainnya. Vicky menyatakan bahwa kondisi Dede menjadi perhatian utama setelah pertandingan berakhir, sehingga ia kembali meminta masyarakat memberikan doa untuk kesembuhan Dede.

Dalam unggahannya, Vicky menyebut keadaan Dede telah membaik. Ia juga menerangkan bahwa Dede masih menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya setelah insiden tersebut. Vicky meminta maaf kepada Dede, keluarga, serta pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan jalannya pertandingan. Ia mengakui bahwa format pertandingan dua lawan satu dinilai kurang mengikuti aturan yang berlaku dalam olahraga tinju.

Vicky turut menyampaikan pandangannya bahwa tinju bukan olahraga yang dapat dilakukan secara sembarangan. Menurutnya, pertandingan membutuhkan persiapan, aturan, pengawasan, dan pertimbangan terhadap kondisi fisik setiap peserta. Kejadian yang dialami Dede disebut menjadi pembelajaran bagi mereka agar lebih memahami risiko serta tanggung jawab dalam menyelenggarakan laga serupa. Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan dengan permintaan agar publik tidak berhenti mendoakan pemulihan Dede.

Vicky menjelaskan bahwa pertandingan itu digelar atas keinginan mereka bertiga. Mereka bermaksud memberikan tontonan kepada penonton melalui format laga yang berbeda. Namun, setelah Dede mengalami insiden dan harus mendapatkan pemeriksaan medis, Vicky kembali menegaskan permintaan maafnya kepada Dede dan keluarganya. Ia juga menyampaikan bahwa kondisi Dede yang telah membaik tetap perlu dipantau melalui pemeriksaan lanjutan di rumah sakit.

Pos terkait