Probolinggo, 30 Oktober 2025 — Upaya membangun generasi sehat dan cerdas terus menjadi perhatian berbagai pihak di Kabupaten Probolinggo. Salah satu bentuk nyata komitmen itu tampak dalam kegiatan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Dapur Mitra SPPG Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kamis (30/10).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan SPPG tersebut mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimka Paiton. Hadir dalam acara itu antara lain Danramil 0820/16 Paiton Kapten Cke Adi Suwarso, Camat Paiton, Kapolsek Paiton, Ketua Yayasan, Kepala SPPG Sidodadi, serta para kepala sekolah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, staf, dan karyawan SPPG.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk memastikan setiap anak sekolah, khususnya di wilayah pedesaan, mendapatkan asupan gizi seimbang yang memadai. “Gizi yang baik akan berdampak langsung pada prestasi dan tumbuh kembang anak. Ini bukan hanya soal makanan, tapi tentang masa depan generasi kita,” ujarnya.
Sementara itu, Danramil Paiton Kapten Cke Adi Suwarso menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program-program pemerintah yang menyentuh kepentingan masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan anak.
“Koramil 0820/16 Paiton siap bersinergi dengan seluruh elemen, baik pemerintah daerah, yayasan, maupun masyarakat. Kesehatan dan kesejahteraan anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Danramil.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat TNI dalam melakukan pembinaan teritorial yang tidak hanya berfokus pada pertahanan, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia yang tangguh.
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghadirkan pengawas dapur sehat se-Kabupaten Probolinggo, Mas Ifan, bersama para kepala sekolah dari berbagai wilayah di Kecamatan Paiton. Dalam sesi tersebut, dibahas sejumlah tantangan teknis pelaksanaan program MBG di lapangan, termasuk pengawasan menu, ketersediaan bahan pangan lokal, serta keterlibatan masyarakat sekitar dalam menjaga keberlanjutan program.
Diskusi berlangsung hangat dan produktif. Banyak masukan konstruktif yang muncul, mulai dari pentingnya edukasi gizi bagi orang tua hingga perlunya kolaborasi antarsekolah agar program dapat berjalan efektif dan merata.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, mencerminkan suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan tertib, aman, dan lancar. Kehadiran seluruh unsur Forkopimka menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci sukses dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Program MBG diharapkan tidak hanya sekadar kegiatan simbolik, tetapi benar-benar menjadi gerakan sosial berkelanjutan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, cita-cita membangun generasi emas Indonesia bukan lagi sekadar wacana, tetapi langkah nyata menuju masa depan bangsa yang lebih kuat.
(Bambang/Red)









