Bupati Probolinggo Resmikan Unit Pengelolaan Limbah Plastik BUMDes Putra Sanjaya, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Lingkungan Berkelanjutan

Probolinggo – Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, meresmikan Unit Pengelolaan Limbah Plastik milik BUMDes Putra Sanjaya di Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kamis (24/4/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk memperkuat ekonomi desa melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Acara yang penuh makna ini dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Habib Mahdi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, Mohammad Al-Fatih, serta sejumlah pejabat terkait seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Agus Budianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Fathur Rozi, Camat Gending Winda Permata Erianti, Forkopimka Gending, dan Kepala Desa Bulang, Nurhasan.

Peresmian unit ini diawali dengan penyerahan simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk tahun anggaran 2025. Acara tersebut juga diwarnai dengan pemberian cinderamata kepada siswa berprestasi Albataf dari SDN 1 Sebaung yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Gambar Bercerita tingkat Kabupaten Probolinggo dengan tema “Probolinggo SAE”. Ini menjadi wujud dukungan terhadap generasi muda yang berprestasi di bidang seni dan kreativitas.

Puncak dari kegiatan tersebut adalah penandatanganan prasasti Unit Pengelolaan Limbah Plastik BUMDes “Putra Sanjaya” oleh Bupati Haris, yang menjadi simbol dimulainya operasional unit pengelolaan limbah tersebut. Unit ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi serta solusi pengelolaan sampah berbasis desa yang ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Bulang, Nurhasan, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian Bupati Probolinggo terhadap potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Bulang yang dikenal sebagai desa industri. “Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati. Mengingat aktivitas industri yang cukup tinggi di Desa Bulang, kami berharap dukungan berupa kendaraan roda tiga atau sejenisnya untuk mendukung pengangkutan dan pengelolaan limbah secara mandiri,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris menyampaikan komitmen untuk mendukung kebutuhan desa. “InsyaAllah, awal bulan Mei nanti akan kami salurkan kendaraan roda tiga guna menunjang operasional pengelolaan limbah oleh BUMDes dan masyarakat Desa Bulang,” ungkapnya.

Bupati Haris juga memberikan apresiasi terhadap kehadiran Mr. Rokibye, perwakilan dari Tiongkok, dalam kegiatan tersebut. Kehadiran beliau dianggap sebagai sinyal positif yang membuka peluang kerja sama antara Kabupaten Probolinggo dan pihak internasional, khususnya dalam bidang pengelolaan lingkungan dan ekonomi hijau.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haris menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih dari sekadar kebersihan, namun juga sebagai strategi peningkatan kesejahteraan warga desa. “Kegiatan ini sangat penting. Ini adalah harapan baru yang tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Saya berharap Desa Bulang bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Selain itu, Bupati Haris mengungkapkan rencana pembangunan sistem bank sampah berbasis desa yang akan dikelola secara akumulatif dan terstruktur. “Ke depan, kita akan membentuk bank sampah yang dikelola per bulan, sehingga masyarakat bisa langsung merasakan hasilnya. Dengan semangat lingkungan bersih, masyarakat sejahtera. Kita dorong bersama konsep Green Economy dan Green Carbon sebagai arah pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

Kehadiran Unit Pengelolaan Limbah Plastik BUMDes Putra Sanjaya di Desa Bulang diharapkan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis hijau di tingkat desa. Dengan dukungan penuh dari Pemkab Probolinggo, program ini diharapkan dapat diimplementasikan di desa-desa lain di Kabupaten Probolinggo, menjadikan Probolinggo sebagai daerah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Edi/Bambang/*)

Pos terkait