Probolinggo – Peringatan Hari Lahir Adhyaksa ke-80 tahun 2025 di Kabupaten Probolinggo berlangsung dengan penuh makna. Aula Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo menjadi saksi semangat kebersamaan ketika puluhan peserta dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan donor darah, Jumat (22/8).
Kegiatan ini diikuti tidak hanya oleh aparatur Kejaksaan, melainkan juga unsur pemerintah daerah, masyarakat umum, hingga jajaran TNI dari Koramil 0820/12 Kraksaan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa peringatan Hari Lahir Adhyaksa tidak sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat kepedulian sosial.
Di antara peserta tampak Serma Gangsar Setyo Nugroho, Bati Tuud Koramil 0820/12 Kraksaan, yang hadir bersama dua anggota lainnya. Mereka dengan penuh kesadaran mendonorkan darahnya sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama.
“Selain untuk memperingati momentum penting Hari Lahir Adhyaksa, donor darah ini juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ungkap Serma Gangsar di sela kegiatan.
Suasana donor darah berlangsung tertib, aman, dan lancar. Para petugas medis dari PMI memastikan seluruh rangkaian proses berjalan sesuai prosedur kesehatan. Raut wajah para peserta mencerminkan semangat kebersamaan dan keikhlasan berbagi.
Antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta juga menjadi bukti bahwa kegiatan semacam ini mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya aparat hukum dan TNI, masyarakat sipil pun berpartisipasi dengan sukarela. Hal ini sekaligus menunjukkan tingginya tingkat kesadaran sosial di Kabupaten Probolinggo.
Kepala Kejaksaan Negeri Probolinggo dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas partisipasi semua pihak. Ia menegaskan bahwa kolaborasi semacam ini akan terus dilanjutkan, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan darah.
Momentum donor darah ini bukan hanya memperingati HUT Adhyaksa, tetapi juga mempererat sinergi antarinstansi. Kolaborasi antara TNI dan Kejaksaan diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong dalam pelayanan kepada masyarakat.
Dengan setetes darah yang diberikan, tersimpan harapan besar bagi mereka yang membutuhkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi teladan bahwa sinergi antarinstansi akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam aksi nyata untuk kemanusiaan.
(Bambang)








