Program pembuatan kapal frigat berpeluru kendali (FFG) Angkatan Laut AS (USN) yang tertunda hingga tiga tahun dari jadwal menimbulkan kekhawatiran pembengkakan biaya, anggota parlemen AS dan analis pertahanan mulai mempertanyakan apakah biaya akuisisi kapal bisa lebih dari yang dianggarkan.
Meskipun pengerjaan kapal awal dilakukan berdasarkan kontrak tetap, sebagian dari biaya yang lebih tinggi masih bisa ditanggung kemudian oleh USN, menurut laporan terbaru oleh Congressional Research Service (CRS).
USN mulai membeli frigat kelas Constellation (FFG 62) pada tahun fiskal (FY) 2020, dengan total enam frigat yang akan dibeli hingga FY 2024 karena angkatan laut direncanakan membangun armada kapal berjumlah sedikitnya 20 unit.
FFG 62 sedang dibangun oleh Fincantieri/Marinette Marine (F/MM) dari Marinette, Wisconsin, yang diberi kontrak insentif harga tetap (target pasti) untuk Detail Design and Construction (DD&C) hingga 10 kapal dalam program tersebut, kapal utama ditambah sembilan kapal pilihan.
“FFG-62 umumnya memiliki anggaran biaya pengadaan sekitar USD1,1 miliar hingga USD1,2 miliar masing-masing,” CRS mencatat dalam laporannya Navy Constellation (FFG-62) Class Frigate Program: Background and Issues for Congress, yang dirilis pada 21 Maret.
“Kapal utama dalam program ini memiliki perkiraan biaya pengadaan yang lebih tinggi (sekitar USD1,4 miliar) daripada kapal-kapal berikutnya karena berada di puncak kurva pembelajaran produksi untuk kelas tersebut, dan karena biaya pengadaan kapal utama mencakup sebagian besar biaya desain terperinci/rekayasa non-berulang (DD/NRE) untuk kelas tersebut,” CRS menjelaskan.
Admin



