JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Hidangan seperti itu kini mudah ditemukan di berbagai sudut Jakarta, dari food court mal sampai restoran khusus. Banyak orang sudah pernah mencicipinya, tetapi tidak sedikit yang masih bertanya: apa itu taco dan jenisnya ada apa saja?
Keterangan yang tercatat menyebut Britannica mengajukan kemungkinan lain, yaitu kata Nahuatl tlacoyo.
Data lain dalam laporan menunjukkan Encyclopaedia Britannica memperkirakan ada sekitar 50.000 restoran Meksiko di Amerika Serikat, dan hampir semuanya menyajikan taco. Pada artikel ini, akan mengajak Anda untuk mengenal mengenai makanan Meksiko yang terkenal ini, tentang sejarah singkatnya dan juga jenis-jenisnya, seperti yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (2/10/2026). Britannica mencatat jagung sudah dibudidayakan di Meksiko setidaknya 9.000 tahun, dan tortilla menjadi salah satu olahan paling awal dari biji-bijian itu. Dictionary.com menyebut kata taco tercatat dalam bahasa Inggris pada 1930–1935, kemungkinan berasal dari "taco de minero", sumbat peledak di tambang perak, karena bentuknya mirip. Salah satu penyebutan tertulis tertua tercatat dalam buku masak Meksiko tahun 1836.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Tortilla hangat dilipat, isian daging berbumbu ditata rapi, lalu disiram salsa yang segar dan sedikit pedas. Popularitas taco sudah melintasi batas negara asalnya. Dari kaki lima sampai restoran mewah, hidangan sepegangan tangan ini punya penggemar setia di mana-mana, termasuk di Jakarta, tempat aneka gaya taco kini saling bersaing merebut selera. Jika Anda semakin penasaran untuk mencicipinya, Anda juga bisa menemukan beberapa restoran taco terbaik di Jakarta yang bisa Anda pesan melalui aplikasi GrabFood. Taco adalah hidangan khas Meksiko berukuran sepegangan tangan yang terdiri dari tortilla jagung atau gandum, dilipat atau digulung, lalu diisi daging berbumbu, sayuran, dan isian lain.
Asal-usul namanya masih diperdebatkan. Isian taco nyaris tanpa batas. Taco modern bisa hadir dengan tortilla lembut atau renyah, berisi daging, ikan, sayuran, kacang-kacangan, keju, bahkan tahu. Keluwesan inilah yang membuat taco mudah beradaptasi dengan selera lokal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ada tujuh jenis taco yang paling sering dijumpai di menu restoran. Pembagiannya mengikuti dua hal: jenis isian (al pastor, carne asada, birria, ikan) dan jenis cangkang (hard-shell, soft-shell, breakfast). Berikut ketujuhnya beserta karakter rasanya. Berisi irisan tipis daging babi yang dipanggang pada rotisserie vertikal, lazimnya dipadu nanas dan bawang. Rasanya gurih, sedikit manis, dan beraroma panggang. Karena bahan tradisionalnya babi, pembeli perlu memeriksa keterangan halal pada menu restoran. Memakai daging sapi panggang yang dipotong kecil dan disajikan di atas tortilla jagung lembut. Pendampingnya biasanya salsa, bawang, dan ketumbar segar. Jenis ini kerap jadi pintu masuk paling aman bagi pemula yang baru mencoba taco. Berisi daging sapi yang direbus lama dengan bumbu rempah hingga empuk, lalu sering diberi keju dan dicelup ke kuah kaldu. Teksturnya berlemak, aromanya kuat, dan kuahnya mengingatkan pada hidangan berkuah khas Nusantara. Versi ikan yang disebut berasal dari Baja California, Meksiko. Potongan ikan dipadukan sayuran segar dan saus asam-gurih di dalam tortilla. Rasanya lebih ringan dibanding taco daging, cocok bagi yang ingin pilihan tidak terlalu berat. Cangkangnya berupa tortilla jagung goreng berbentuk U yang renyah, biasanya berisi daging giling, keju, dan selada. Menurut Wikipedia, versi ini tradisi Amerika Serikat dan pertama kali dijelaskan dalam buku masak tahun 1949. Memakai tortilla lembut, baik jagung maupun gandum, tanpa digoreng hingga kaku. Isiannya bebas, dari ayam, sapi, sampai sayuran. Teksturnya empuk dan mudah digigit, sehingga banyak gerai cepat saji menjadikannya menu andalan. Bagian dari masakan Tex-Mex yang diisi telur, keju, atau daging, lazimnya dinikmati pagi hari. Ini adalah salah satu variasi populer di Amerika Serikat. Porsinya kecil sehingga mudah disantap sambil beraktivitas. Untuk memudahkan perbandingan, berikut ringkasan kriteria dan perkiraan harga ketujuh jenis tersebut di Jakarta. Lidah Indonesia akrab dengan rasa gurih, bumbu rempah yang tegas, dan sensasi pedas. Dengan patokan itu, taco carne asada dan taco birria biasanya paling mudah diterima. Carne asada menawarkan daging panggang beraroma kuat, sedangkan birria menghadirkan kuah rempah yang terasa dekat dengan selera hidangan berkuah di Tanah Air. Bagi yang kurang tahan pedas, soft-shell taco dengan isian ayam atau sapi bisa menjadi titik awal. Tingkat pedasnya mudah diatur karena beberapa restoran menyediakan saus pendamping dari tingkat mild hingga hot, seperti dilaporkan para pengulas di Google Maps. Pembeli cukup menambah salsa sedikit demi sedikit sampai ketemu takaran yang pas. Dua catatan praktis sebelum memesan. Pertama, taco al pastor tradisional berbahan babi, jadi periksa keterangan halal dan komposisi di halaman restoran. Kedua, banyak pengulas menilai porsi taco relatif kecil, sehingga dua sampai tiga buah per orang lebih realistis untuk satu kali makan. Berikut sembilan restoran yang menyajikan taco di Jakarta, diurutkan dari bintang tertinggi berdasarkan data dari Grab Food yang diambil pada tanggal 2 Oktober 2026. Taco bisa dipesan lewat aplikasi seperti GrabFood dari restoran yang sudah terdaftar. Ketersediaan menu, jam operasional pengantaran, dan harga di aplikasi dapat berbeda dari data di bawah, jadi cek kembali sebelum memesan. Britannica menggambarkannya sebagai makanan sepegangan tangan khas Meksiko yang berisi daging berbumbu, sayuran, dan isian lain dalam tortilla jagung atau gandum. Artikel ini merangkum tujuh jenis: al pastor, carne asada, birria, de pescado, hard-shell, soft-shell, dan breakfast taco. Ragam regional di Meksiko dan Amerika Serikat sebenarnya lebih banyak, misalnya taco de cabeza dan puffy taco. Perkiraan harganya sekitar Rp 25.000 sampai Rp 70.000 per buah, tergantung jenis dan restoran. Gerai cepat saji umumnya di kisaran bawah, sedangkan taqueria dengan daging khusus cenderung di kisaran atas. Tingkat pedas ditentukan salsa pendampingnya. Sejumlah restoran menyediakan saus dari tingkat mild sampai hot, sehingga pembeli bisa mengatur sendiri. Taco berukuran sepegangan tangan dan dilipat. Burrito umumnya memakai tortilla gandum yang lebih besar dan digulung penuh, sehingga porsinya lebih mengenyangkan. Tergantung restoran dan isiannya. Taco al pastor tradisional berbahan babi, sedangkan carne asada, birria, ayam, dan ikan umumnya berbahan lain. Pastikan status halal pada informasi resmi restoran.










