JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 23 September 2026, Sejak awal bulan September 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang ditawarkan oleh Pertamina mengalami penyesuaian signifikan. Kenaikan harga ini terutama dirasakan di kawasan Jabodetabek, yang merupakan wilayah dengan permintaan BBM yang tinggi. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari kebijakan Pertamina untuk mengakomodasi fluktuasi harga minyak global serta biaya operasional dan distribusi yang meningkat.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga minyak dunia mengalami volatilitas yang cukup tinggi, mempengaruhi banyak negara termasuk Indonesia. Oleh karena itu, Pertamina melakukan peninjauan harga secara berkala untuk memastikan agar harga BBM mencerminkan kondisi pasar saat ini. Penyesuaian harga ini tentunya berpengaruh terhadap konsumen, baik individu maupun sektor industri yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar dengan harga yang kompetitif.
Kenaikan harga ini dikhawatirkan akan berdampak pada sektor transportasi dan logistik, mengingat Jabodetabek merupakan pusat pergerakan ekonomi di Indonesia. Pelaku usaha di sektor-sektor ini harus memikirkan kembali strategi biaya mereka untuk menghadapi perubahan harga BBM. Pertamina juga berdedikasi untuk memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat mengenai perubahan harga dan sebab-sebab di balik penyesuaian tersebut.
Dari pengamatan terbaru, harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax dan Dex series, meningkat sebesar beberapa persen dari harga sebelum penyesuaian. Hal ini menciptakan respons beragam dari masyarakat, di mana ada yang memahami situasi tersebut, namun tentunya ada juga sejumlah konsumen yang merasa terbebani. Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan dapat memberikan solusi yang memadai untuk mengurangi dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat luas.
Pada tanggal 1 dan 2 September 2026, Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga untuk beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM). Penyesuaian ini mencakup produk-produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Berikut adalah rincian dari kenaikan harga yang diterapkan.
Harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebelumnya, harga per liter BBM ini berada pada kisaran Rp 12.500, namun setelah penyesuaian, harga baru telah ditetapkan menjadi Rp 13.000 per liter. Kenaikan ini sebanyak Rp 500 per liter, yang merupakan bagian dari kebijakan Pertamina dalam menjaga kestabilan pasokan dan kualitas produk yang dihadirkan kepada konsumen.
Selain itu, Dexlite yang merupakan produk solar berkualitas tinggi juga mengalami kenaikan harga. Harga sebelumnya, yakni Rp 10.500 per liter, kini menjadi Rp 11.000 per liter, mencerminkan kenaikan sebesar Rp 500. Ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk selalu memperbaiki kualitas layanan dan produk yang diberikan kepada konsumen, meskipun dengan adanya penyesuaian harga.
Selanjutnya, Pertamina Dex juga mendapat penyesuaian harga sejalan dengan kebijakan yang diterapkan. Kenaikan harga Pertamina Dex dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.000 per liter merupakan langkah penting dalam mempertahankan daya saing produk. Kenaikan ini juga diharapkan dapat mendorong investasi lebih lanjut dalam infrastruktur dan produksi BBM yang lebih efisien di masa mendatang.
Secara keseluruhan, kenaikan harga BBM pada 1 dan 2 September 2026 menunjukkan respons Pertamina terhadap dinamika pasar dan kebutuhan operasional. Ini adalah upaya untuk tetap menghadirkan kualitas produk yang baik sambil mengadaptasi harga sesuai ketentuan ekonomi yang berlaku.
Meskipun terjadi penyesuaian harga pada bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap tidak mengalami perubahan. Kebijakan ini mencakup jenis-jenis BBM subsidi yang dikenal luas, seperti Pertalite dan Biosolar. Pertamina memastikan bahwa harga kedua jenis BBM ini akan tetap stabil dan terjamin hingga akhir tahun 2026. Keputusan tersebut diambil untuk memberikan kepastian kepada konsumen dan mendukung daya beli masyarakat dalam keadaan ekonomi yang masih memerlukan pemulihan.
Harga Pertalite dan Biosolar, yang merupakan pilihan populer di kalangan masyarakat Indonesia, akan tetap di angka yang sama meskipun dinamika global seperti fluktuasi harga minyak dan situasi geopolitik dapat mempengaruhi pasokan dan permintaan. Kebijakan harga yang tetap ini diharapkan mampu membantu peserta pasar yang lebih rentan agar tetap mendapatkan akses terhadap BBM yang terjangkau, sehingga tidak menambah beban ekonomi masyarakat.
Pertamina juga menyebutkan bahwa meskipun ada penyesuaian harga pada BBM non-subsidi, pertumbuhan dan perkembangan sektor-sektor lain yang bergantung pada pergerakan harga energi ini tetap diawasi dengan cermat. Dengan adanya kebijakan harga yang stabil pada BBM subsidi, diharapkan inflasi yang bersumber dari biaya transportasi tetap dapat terjaga dalam tingkat yang lebih stabil, memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih luas di Indonesia.
Pihak Pertamina baru-baru ini menyampaikan pernyataan resmi terkait dengan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Dalam pengumuman tersebut, mereka menjelaskan bahwa perubahan harga ini ditetapkan berdasarkan sejumlah faktor yang mempengaruhi pasar global dan domestik. Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah harga minyak dunia, yang cenderung berfluktuasi akibat berbagai dinamika ekonomi dan geopolitik.
Selain itu, pihak Pertamina juga mengacu pada nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS, yang memiliki dampak signifikan terhadap biaya impor bahan bakar. Pertamina berkomitmen untuk memberikan harga yang kompetitif namun tetap berkelanjutan bagi masyarakat, sambil memastikan bahwa kualitas produk tetap memenuhi standar spesifikasi kendaraan. Perusahaan menjelaskan bahwa salah satu tujuan dari penyesuaian harga ini adalah untuk menjaga keberlangsungan pasokan BBM serta memenuhi kebutuhan energi nasional.
Pihak Pertamina juga mengingatkan konsumen untuk lebih cermat dalam memilih produk BBM yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan mereka. Hal ini penting agar kendaraan dapat beroperasi secara optimal dan efisien. Penggunaan BBM yang tepat tidak hanya berdampak positif pada performa kendaraan, tetapi juga berkontribusi pada upaya perlindungan lingkungan. Pertamina bertekad untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar dan akan memberikan informasi terkini kepada masyarakat terkait harga BBM secara transparan.
Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat memahami alasan di balik perubahan harga BBM dan dapat mengambil keputusan yang bijak dalam pemilihan bahan bakar. Pertamina menunjukkan komitmen mereka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga BBM sambil memenuhi kebutuhan energi domestik menerus.










