Probolinggo, 1 Mei 2025 – Dalam upaya menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), anggota Koramil 0820/15 Pajarakan, Sertu Didik S, ikut mendampingi pelaksanaan kegiatan fogging atau pengasapan nyamuk di wilayah Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (1/5).
Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Pemerintah Desa Karangbong dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo. Aksi fogging ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif terhadap berkembang-biaknya nyamuk Aedes Aegypti, yang merupakan vektor utama penyebab DBD dan sering mewabah terutama di musim pancaroba.
Sertu Didik S menegaskan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut merupakan perwujudan nyata dari peran serta TNI dalam mendukung program-program kesehatan masyarakat di wilayah binaan. Kehadiran Koramil Pajarakan dalam fogging ini menunjukkan komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi penyakit menular seperti DBD.
“Fogging ini bertujuan membasmi nyamuk dewasa serta mencegah berkembangnya jentik nyamuk Aedes Aegypti. Kami hadir untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan lingkungan,” ujar Sertu Didik S di sela kegiatan.
Selain mendampingi pelaksanaan fogging, Sertu Didik juga aktif mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Ia mengajak warga Desa Karangbong untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran DBD secara lebih efektif.
“Kami mengimbau warga untuk menjalankan gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air. Ini adalah cara sederhana tapi sangat efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sertu Didik menekankan pentingnya kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara berkala. Ia mendorong warga untuk melakukan gotong royong membersihkan lingkungan dan menabur bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi atau drum.
“Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, kita bisa memutus mata rantai penyebaran DBD,” pungkasnya.
Kegiatan fogging yang dimulai sejak pagi hari tersebut mendapat sambutan positif dari warga setempat. Mereka menyambut baik upaya pencegahan ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin, terutama saat musim hujan yang biasanya menjadi waktu rawan bagi wabah DBD.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat, diharapkan angka kasus DBD di Kecamatan Pajarakan dapat ditekan secara signifikan. Masyarakat pun dapat hidup lebih sehat dan terbebas dari ancaman penyakit menular seperti demam berdarah.
(Edi/Bambang/Pendim0820Probolinggo)









