Rekor Dunia Renang Master Tercipta di Jakarta, Shauna Raih Emas

Rekor Dunia Renang Master Tercipta di Jakarta, Shauna Raih Emas

Jakarta | Krkalo Shauna Kathlee mencatat pencapaian istimewa pada nomor 50 meter gaya dada putri kelompok umur 45–49 tahun dalam ajang 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026. Perenang asal Hong Kong yang memperkuat klub URPA ITB Masters tersebut menyelesaikan perlombaan dengan waktu 32,20 detik. Catatan itu bukan hanya menjadi yang tercepat di peserta nomor tersebut, tetapi juga melampaui rekor dunia master sebelumnya. Perlombaan berlangsung di Stadion Akuatik GBK Senayan, Jakarta, menggunakan format lintasan pendek sepanjang 25 meter. Dengan demikian, prestasi Shauna tercatat pada nomor dan format kolam yang spesifik, sesuai kategori pertandingan yang diikutinya.

Rekor terdahulu untuk nomor tersebut adalah 32,59 detik, milik perenang Amerika Serikat Glenn Katie. Catatan itu bertahan sejak 18 November 2023, sebelum akhirnya diperbarui oleh Shauna di Jakarta. Selisih waktu baru dan rekor sebelumnya adalah 0,39 detik. Dalam perlombaan sprint seperti 50 meter gaya dada, perbedaan tersebut memiliki arti penting karena jarak tempuhnya singkat dan hasil ditentukan oleh kecepatan, teknik, serta ketepatan menyelesaikan setiap gerakan. Waktu 32,20 detik menunjukkan bahwa Shauna mampu menuntaskan lomba lebih cepat daripada pencapaian yang sebelumnya menjadi tolok ukur dunia untuk kelompok usia dan nomor tersebut.

Bacaan Lainnya

Pencapaian itu sekaligus mengantarkan Shauna meraih medali emas pada nomor 50 meter gaya dada putri kelompok umur 45–49 tahun. Rekor dunia master dan kemenangan dalam perlombaan menjadi dua hasil yang saling melengkapi, menegaskan keberhasilannya di kejuaraan tersebut. Bagi URPA ITB Masters, prestasi perenang yang mewakili klub itu juga menjadi capaian penting di panggung internasional. Hasil ini menambah catatan kompetisi 3rd SEAA Masters Swimming Championships 2026 yang digelar di ibu kota Indonesia. Dengan melampaui rekor yang bertahan hampir tiga tahun, penampilan Shauna menjadi salah satu sorotan kejuaraan, sekaligus menunjukkan bahwa persaingan renang master tetap menghadirkan pencapaian baru pada berbagai kelompok umur.

Catatan waktu 32,20 detik yang dibukukan Shauna di Jakarta belum dapat langsung disebut sebagai rekor dunia resmi. Sebuah hasil perlombaan baru memperoleh pengakuan sebagai rekor setelah memenuhi prosedur pelaporan dan melewati verifikasi dari World Aquatics, badan yang menaungi olahraga renang internasional. Karena itu, meskipun pencapaiannya menjadi sorotan dan menunjukkan performa yang sangat kuat, status resminya masih menunggu pemeriksaan administrasi serta konfirmasi dari pihak berwenang.

Shauna menjelaskan seusai perlombaan bahwa proses pengajuan dan verifikasi tersebut sedang berjalan. Tahapan ini diperlukan agar hasil dapat diperiksa sesuai ketentuan, termasuk memastikan perlombaan dan pencatatan waktunya memenuhi persyaratan yang berlaku. Penantian tersebut tidak mengurangi nilai prestasinya di kolam, tetapi menjadi pembeda penting catatan waktu yang tercipta saat pertandingan dan rekor yang telah disahkan. Sampai keputusan resmi disampaikan, penyebutan yang paling tepat adalah bahwa Shauna mencatat waktu yang berpotensi menjadi rekor dunia, bukan bahwa rekor itu sudah dipastikan.

Ia juga mengungkapkan bahwa 32,20 detik bukanlah waktu terbaik pribadinya, walaupun hasil itu mendekati catatan tercepat yang pernah ia raih. Meski demikian, Shauna menyatakan puas dengan penampilannya dan hasil yang diperoleh di Jakarta. Apresiasi tersebut turut disertai pujian terhadap kondisi kolam di Stadion Akuatik, yang menurutnya mendukung perlombaan. Kualitas fasilitas dan suasana kompetisi dapat membantu atlet menampilkan performa optimal, meski hasil akhir tetap dipengaruhi banyak faktor, termasuk kesiapan fisik, strategi, serta jalannya lomba. Bagi Shauna, pencapaian kali ini tetap menjadi momen berarti, terlepas dari proses pengesahan yang belum selesai. Jika World Aquatics menyetujui seluruh dokumen dan hasil pemeriksaan, catatan tersebut nantinya dapat dicatat secara resmi. Hingga saat itu, perhatian publik tertuju pada proses verifikasi sekaligus pada konsistensi performa Shauna sebagai perenang master. Sikapnya yang puas terhadap hasil, tanpa mengklaim waktu tersebut sebagai capaian terbaik pribadi, memberi konteks yang lebih lengkap mengenai arti penampilannya di Jakarta.Kejuaraan renang master di Jakarta menjadi kunjungan pertama Shauna ke ibu kota Indonesia. Pengalaman itu memberinya kesempatan untuk mengikuti pertandingan sekaligus melihat langsung penyelenggaraan ajang renang master di kota tersebut. Dalam menyampaikan kesannya, Shauna menyoroti atmosfer pertandingan yang ia rasakan secara positif. Ia juga mengungkapkan pandangan baik terhadap kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah. Pernyataan tersebut menjadi bagian dari kesan Shauna selama berada di Jakarta, beriringan dengan pencapaiannya di kolam renang. Sebagai perenang yang datang untuk berlomba, ia menilai suasana kejuaraan dan kesiapan penyelenggaraan sebagai hal yang berkesan dari kunjungan perdananya itu.

Kesan positif Shauna berkaitan dengan atmosfer pertandingan yang berlangsung selama kejuaraan. Ia menyampaikan bahwa suasana ajang tersebut terasa baik, tanpa merinci hal-hal lain yang membentuk pengalamannya. Selain itu, Shauna menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan Indonesia dalam menjadi tuan rumah. Pandangannya tersebut menggambarkan responsnya terhadap penyelenggaraan kompetisi yang ia ikuti di Jakarta. Meski kunjungan ini merupakan pengalaman pertamanya di ibu kota, ia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai tempat yang dikunjungi atau kegiatan lain di luar kejuaraan. Karena itu, kesan yang dapat dicatat dari pernyataannya berpusat pada suasana pertandingan dan kesiapan tuan rumah, sebagaimana ia sampaikan setelah mengikuti ajang tersebut.

Shauna juga menyatakan kesediaannya untuk kembali ke Indonesia apabila ada ajang renang master lain yang diselenggarakan di sini. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ia terbuka untuk mengikuti kompetisi serupa di masa mendatang, apabila kesempatan tersebut tersedia. Ia tidak menyebutkan jadwal atau kejuaraan tertentu yang akan diikutinya, sehingga rencana kepulangannya tetap bergantung pada adanya ajang lain. Kunjungan pertamanya ke Jakarta, kesan baik terhadap atmosfer pertandingan, serta penilaian positif atas kesiapan Indonesia menjadi konteks dari pernyataan tersebut. Dengan demikian, Shauna meninggalkan kesan bahwa pengalaman berlomba kali ini diterima dengan baik, sekaligus membuka kemungkinan untuk kembali berkompetisi di Indonesia dalam ajang renang master berikutnya.

Ketua Harian Pengurus Besar Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, menilai persaingan dalam kejuaraan renang master berlangsung ketat sejak awal. Karena para atlet menunjukkan kemampuan yang kompetitif sepanjang turnamen, ia mengaku sudah memperkirakan bahwa kejutan dapat muncul. Hasil perlombaan yang menghadirkan rekor dunia, menurutnya, menjadi bukti bahwa persaingan tidak hanya menarik, tetapi juga mampu mendorong peserta mencapai penampilan terbaik. Harlin melihat dinamika tersebut sebagai bagian penting dari perkembangan olahraga akuatik, terutama bagi kelompok master. Para perenang yang turun berlomba tetap berupaya mencatat waktu maksimal, sehingga peluang terciptanya hasil istimewa terbuka selama kompetisi berlangsung.

Harlin menyampaikan apresiasi karena rekor dunia renang master tercipta di Indonesia, tepatnya di venue Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Baginya, pencapaian tersebut memberikan kebanggaan tersendiri bagi penyelenggara dan insan olahraga akuatik Tanah Air. Keberhasilan itu juga memperlihatkan bahwa Indonesia dapat menjadi tempat berlangsungnya kompetisi yang menghadirkan prestasi bertaraf internasional. Rekor tersebut tercipta dalam suasana perlombaan yang kompetitif, setelah para atlet bersaing sejak rangkaian awal kejuaraan. Harlin menilai momen itu layak diapresiasi, sekaligus menjadi dorongan bagi penyelenggaraan dan pembinaan renang master di Indonesia. Ia berharap perhatian terhadap kategori ini terus berkembang, baik di kalangan atlet maupun masyarakat.

Dalam keterangannya, Harlin menjelaskan bahwa rekor dunia renang master kali ini merupakan yang pertama kali pecah di venue GBK Senayan. Ia membedakannya dari rekor dunia kategori atlet elite yang pernah tercipta di tempat yang sama saat Asian Games 2018.

Baca juga: Fluktuasi Harga Emas Perhiasan di Jakarta pada 14 September 2026 | Pergerakan Harga Emas Perhiasan di Jakarta Mengalami Penurunan Drastis | Peringatan Dini Kekeringan di DKI Jakarta

Pos terkait