Peristiwa tersebut terjadi di Kota Probolinggo Ke. Pada tanggal 5 September 2026, Kota Probolinggo merayakan hari jadinya yang ke-667 dengan menggelar apel bersama di alun-alun kota. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, serta pejabat daerah dan perwakilan masyarakat. Peringatan hari jadi tersebut tidak hanya menjadi momen penting bagi pemerintahan daerah, tetapi juga bagi seluruh warga Kota Probolinggo.
Tema yang diusung dalam perayaan kali ini adalah "bersolek menuju kota yang berdaulat, adil dan makmur", yang mencerminkan harapan masyarakat untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan. Dalam pidatonya, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menekankan perlunya kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi dan misi perkembangan kota. Penguatan sinergi semua pihak diharapkan dapat mendorong Kota Probolinggo untuk menjadi daerah yang lebih mandiri dan sejahtera.
Acara ini terstruktur rapi, dimulai dengan pengibaran bendera merah putih, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan. Berbagai kelompok, seperti pelajar, organisasi masyarakat, dan instansi pemerintah, turut ambil bagian dalam acara tersebut, menunjukkan rasa kebersamaan dan cinta tanah air. Selain itu, ada pula pemaparan mengenai pencapaian dan program-program unggulan pemerintah kota untuk beberapa tahun ke depan, yang menjadi informasi penting bagi peserta apel.
Melalui acara apel bersama ini, diharapkan semua yang hadir dapat semakin menyadari sejarah dan peran Kota Probolinggo dalam peta perkembangan daerah. Momen ini juga menjadi pengingat akan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam segala bentuk pembangunan serta rencana strategis untuk kota di masa mendatang.
Dalam acara peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo yang ke-667, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono sebagai Dandim Probolinggo memberikan sambutan yang penuh makna. Ia mengungkapkan harapannya agar seluruh elemen masyarakat Probolinggo dapat bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas kota. Dalam sambutannya, Letkol Inf Ribut juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban, terutama dalam situasi yang menuntut kewaspadaan lebih.
Dandim Probolinggo mengajak semua lapisan masyarakat untuk mensyukuri hari bersejarah ini, yang memperingati perjalanan panjang kota yang dimulai pada 4 September 1359. Momen tersebut bukan hanya sebagai peringatan, tetapi juga sebagai refleksi atas perkembangan dan tantangan yang telah dihadapi kota ini selama berabad-abad. Pada tahun 1359, Probolinggo ditandai dengan penebangan hutan banger, yang menjadi simbol awal dari kehidupan masyarakat yang terus bertransformasi hingga saat ini.
Lebih lanjut, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menekankan bahwa untuk mencapai keamanan yang diharapkan, dibutuhkan kolaborasi yang baik pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Ia menggarisbawahi betapa pentingnya semangat gotong royong dalam menjaga stabilitas keamanan kota. Dengan menjaga sinergi dan komunikasi yang baik, setiap elemen dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua warga Probolinggo.
Pesan penting dari sambutan Dandim Probolinggo tersebut adalah ajakan untuk tidak hanya menjadi penonton dalam perjalanan sejarah kota, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kedamaian. Dengan semangat dan kesadaran bersama, Probolinggo diharapkan dapat terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik dan aman untuk generasi yang akan datang.
Pada peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo yang ke-667, Walikota Probolinggo, Aminuddin, memanfaatkan momen bersejarah ini untuk membagikan berbagai pencapaian yang telah diraih oleh kota. Di bawah kepemimpinan Aminuddin, Probolinggo mengalami perkembangan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk pelayanan publik dan perekonomian. Ia menyampaikan pentingnya kerjasama semua pihak dalam mendorong kinerja daerah, agar lebih baik dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Aminuddin menekankan betapa pentingnya kolaborasi antar instansi pemerintah dan masyarakat dalam mengoptimalkan pelayanan publik. Ia menjelaskan bahwa dengan bersinergi, kota Probolinggo dapat mempercepat proses pembangunan dan memberikan layanan yang lebih efisien kepada warganya. Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemajuan dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Hal ini bertujuan untuk memperkuat daya saing kota, terutama karena Probolinggo memainkan peran penting sebagai pintu gerbang menuju destinasi pariwisata nasional, seperti Bromo-Tengger-Semeru.
Prestasi yang telah diraih selama ini, dicontohkan dengan berbagai program inovatif yang diluncurkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Aminuddin menyatakan bahwa keberhasilan tersebut harus dijadikan motivasi untuk terus berbenah dan berusaha lebih baik lagi. Dengan harapan, Probolinggo tidak hanya menjadi kota yang berkembang, tetapi juga mampu memberikan kontribusi signifikan bagi provinsi dan negara. Hal ini diharapkan dapat menjadikan Probolinggo sebagai salah satu kota yang layak diperhitungkan dalam agenda pembangunan nasional.
Peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 bukan hanya sebuah acara seremonial, tetapi juga merupakan momentum untuk mengajak seluruh masyarakat berkontribusi dalam menjaga keamanan serta membangun kesejahteraan kota. Aminuddin, sebagai salah satu tokoh masyarakat, menyampaikan harapannya agar seluruh lapisan masyarakat dapat bersatu padu dan berkolaborasi dengan pemerintah. Kerja sama ini diharapkan dapat mewujudkan Probolinggo yang aman, damai, dan sejahtera.
Tiada henti, Aminuddin menekankan pentingnya sinergi pemerintah dan warga. Dia melihat peringatan ini sebagai jembatan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, di mana setiap individu memiliki peran masing-masing dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Tanggung jawab dalam menciptakan kota yang baik bukan hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga merupakan beban kolektif yang harus dipikul oleh semua warga.
Keberhasilan dalam menciptakan Probolinggo yang nyaman dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat sangat tergantung pada komitmen bersama. Aminuddin mengingatkan bahwa penghargaan terhadap lingkungan dan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan untuk aktif berpartisipasi dalam program-program yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Hal ini bisa melalui berbagai inisiatif, seperti menjaga kebersihan, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, hingga meningkatkan keamanan di lingkungan sekitar.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong-royong, diharapkan setiap elemen masyarakat dapat saling mendukung dan berkontribusi dalam membangun Probolinggo. Momen peringatan ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya kerjasama, di mana semua warga memiliki tanggung jawab dan cinta untuk kotanya. Dengan demikian, visi untuk menjadikan Probolinggo yang lebih baik bisa tercapai secara bersama-sama.










