Post Views: 3,177
kota Sorong PBD (6/8/25) – Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Ketahanan Pangan terus mendorong transformasi pertanian lokal menuju sistem yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Salah satu langkah strategis yang kini digencarkan adalah penerapan pertanian hidroponik bagi para petani lokal.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Sorong, Rudi Rudolf Laku, S.Pi, mewakili walikota kota Sorong, Septinus Lobat, SH, M.PA, menjelaskan bahwa metode hidroponik merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keanekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
Bacaan Lainnya
- Konfirmasi Mobil Aset Pemkot Probolinggo Dikuasai Mantan Sekda Berlanjut, Tim Investigasi Siapkan Langkah Berikutnya
- Danrem 181/PVT Bersama Bupati Sorong Selatan Resmi Buka TMMD Ke-129 TA 2026, Wujudkan Sinergi Membangun Negeri dari Desa
- Danrem 181/PVT Bersama Bupati Sorong Selatan Resmi Buka TMMD Ke-129 TA 2026, Wujudkan Sinergi Membangun Negeri dari Desa Sorong Selatan, PBD – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka di Kampung Sesor, Kabupaten Sorong Selatan, Rabu (15/7/2026). Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi TNI, Pemerintah Daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.AP, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., Dandim 1807/Sorong Selatan selaku Dansatgas TMMD Ke-129 TA 2026 Letkol Czi Paulus Caesario P.W., S.H., Kapolres Sorong Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong Selatan, para pejabat Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelajar Pramuka, serta masyarakat Kampung Sesor. Dalam rangkaian upacara, Dandim 1807/Sorong Selatan selaku Dansatgas TMMD menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan TMMD Ke-129 TA 2026 yang dilanjutkan dengan penandatanganan naskah serah terima program TMMD oleh Bupati Sorong Selatan sebagai simbol dimulainya pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya dilakukan penyerahan alat kerja kepada perwakilan pelaksana TMMD sebagai wujud dimulainya pembangunan secara terpadu. Dalam amanatnya, Bupati Sorong Selatan menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, persatuan, dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P. menegaskan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang mengedepankan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Melalui semangat kebersamaan, diharapkan hasil pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat. Usai pelaksanaan upacara, rombongan melaksanakan peninjauan sasaran fisik TMMD, mengunjungi Komando Taktis (Kotis) TMMD, menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat, melaksanakan penanaman pohon buah sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, serta mengunjungi stan UMKM Persit Kartika Chandra Kirana dan pelaku UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan upacara melibatkan personel TNI, Polri, pelajar Pramuka, dan unsur masyarakat yang berlangsung tertib, khidmat, serta penuh semangat kebersamaan. Kegiatan pembukaan TMMD Ke-129 TA 2026 selesai pada pukul 13.30 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Diharapkan melalui program TMMD ini, pembangunan di Kampung Sesor dapat berjalan optimal sehingga semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa dalam membangun Indonesia dari desa. (Tim/Red)
“Hidroponik adalah solusi masa depan. Ia menjawab tantangan keterbatasan lahan, cuaca ekstrem, dan krisis iklim yang makin nyata. Ini langkah awal menuju pertanian modern dan mandiri di Kota Sorong,” tegas Rudy.
Sebagai langkah awal, Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan sosialisasi kepada petani dan calon petani tentang manfaat serta teknik dasar hidroponik. Harapannya, dengan pemahaman yang baik, produktivitas pertanian akan meningkat dan berdampak langsung pada penguatan ketahanan pangan serta ekonomi masyarakat.
Dalam mendukung praktik langsung di lapangan, Dinas Ketahanan Pangan juga menyalurkan 1.050 paket bantuan bibit kepada kelompok tani hidroponik yang terdiri atas:
– 175 paket bibit kol
– 175 paket sawi pakcoy
– 175 paket cabe rawit
– 175 paket terong ungu
– 175 paket daun bawang
– 175 paket tomat
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pertanian inovatif yang efisien dalam penggunaan air, minim lahan, dan berdaya hasil tinggi.
“Bukan sekadar alternatif, hidroponik adalah peluang besar. Dengan teknologi sederhana dan dukungan yang tepat, kami yakin petani Sorong bisa jadi pelopor pertanian cerdas di Papua Barat Daya,” tutup Rudy.
Melalui program ini, Dinas Ketahanan Pangan berharap tumbuhnya semangat baru di kalangan petani muda dan komunitas lokal untuk bersama-sama membangun ketahanan pangan daerah yang kuat, sehat, dan berkelanjutan.
(Timo)