Pataji Rengganis Pamerkan Koleksi Pusaka di Yadnya Kasada Probolinggo

Probolinggo, 12 Juni 2025 – Perkumpulan Pelestari Tosan Aji (Pataji) Rengganis kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal masyarakat Tengger di Kabupaten Probolinggo. Pada rangkaian upacara adat Yadnya Kasada yang berlangsung pada Selasa dan Rabu (10–11 Juni 2025), Pataji Rengganis menghadirkan puluhan koleksi benda pusaka bersejarah ke Museum Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura.

Ruang pameran Museum Tengger dipenuhi dengan berbagai benda pusaka yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Koleksi yang dipamerkan meliputi keris, tombak, manuskrip kuno, hingga Al-Qur’an tulisan tangan yang menggambarkan kekayaan warisan budaya masyarakat Tengger dan Kabupaten Probolinggo pada umumnya.

Bacaan Lainnya

Pameran benda pusaka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan Yadnya Kasada tahun ini. Tak hanya masyarakat lokal yang antusias, sejumlah tokoh nasional pun hadir untuk menyaksikan dan mengapresiasi pameran budaya tersebut. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadly Zon, hadir secara langsung dan memberikan pujian atas upaya pelestarian budaya yang dilakukan oleh Pataji Rengganis.

“Langkah ini sangat penting untuk memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda. Koleksi yang ditampilkan sangat luar biasa dan memiliki nilai historis yang tinggi,” ujar Menteri Fadly Zon saat mengunjungi Museum Tengger, didampingi oleh Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, dan Wakil Bupati Ra Fahmi AHZ.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pataji Rengganis dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo. Kerja sama ini bertujuan mengangkat kembali identitas budaya yang hampir terlupakan sekaligus menjadikan warisan budaya sebagai bagian pembelajaran sejarah dan karakter bangsa bagi generasi muda.

Ketua Pelaksana Harian Pataji Rengganis, Purnomo, menyampaikan bahwa partisipasi komunitasnya dalam perayaan Yadnya Kasada merupakan bukti nyata komitmen untuk terus merawat dan melestarikan warisan leluhur.

“Tujuan kami bukan hanya melestarikan benda pusaka secara fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Ini adalah bagian dari perjuangan kami agar generasi muda bisa mengenal dan bangga terhadap warisan leluhur mereka,” kata Purnomo.

Lebih lanjut, Purnomo menegaskan bahwa keterlibatan Pataji Rengganis dalam acara budaya nasional berskala besar seperti Yadnya Kasada menjadi bukti bahwa komunitas pelestari budaya lokal mampu berperan strategis dalam penguatan identitas daerah dan nasional.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Paguyuban Adipati Nambi dari Kabupaten Lumajang, menunjukkan semangat lintas wilayah yang kuat dalam menghidupkan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Perayaan Yadnya Kasada tahun 2025 yang diwarnai dengan pameran pusaka ini diharapkan mampu menjadi momentum penting bagi pelestarian budaya tradisional sekaligus penguatan jati diri masyarakat Tengger dan Kabupaten Probolinggo. (Bambang/*)

Pos terkait

Komentar ditutup.