PADANG SUMUT, BIN.COM -Kabupaten Padang Lawas Utara ( Kab Paluta) Berduka hilang nya moral kepala Dinas Perindustrian dan Perdangangan Kabupaten Paluta sama sekali tidak pernah bisa di jumpai terkait kondisi pusat kota perbelanjaan pasar gunung tua. Senin 11/03/2024
Saat awak media ingin konfirmasi,tetap saja tidak di temui,bahkan para staf nya sering di suruh untuk berbohong saat di tanyakan di ruangan umum, Staf nya menjawab, “Kepala Dinas tidak ada di kantor blom masuk dan keluar,” tuturnya
Kami sebagai awak media, ingin konfirmasi secara langsung dan menyampaikan terkait kondisi pusat kota pasar gunung tua, tempat perbelanjaan masyarakat yang setiap hari – hari nya tetap seperti kubangan kerbau dan di jadikan tempat pembuangan sampah.
Melihat kondisi pusat kota perbelanjaan pasar gunung tua dalam kondisi tidak perduli sama sekali di perdulikan oleh pihak pasar, setelah habis pekan mingguan yang II kali satu pekan pada hari sabtu dan rabu, pada 10-Maret-2024 sampai beberapa hari sampah masih tetap berserakan di tengah tengah kalangan masyarakat dan sekitar nya.
“Kepala bidang di dinas perindustrian dan perdagangan (Kabid Pasar) pada senin 11-Maret-2024 saat di konfirmasi melalui Whatsap, mobil pengangkut sampah kami dari Dinas Lingkungan hidup saat dalam kondisi keadaan rusak,” ucapnya
jadi saya menanyakan, memang tidak ada ya mobil lain atau cuma I (satu) unit yang di sedia oleh pemda untuk penggangkutan sampah di kab paluta, bahkan sudah sering terjadi sampah yang berserakan dan di biar kan begitu saja di tengah-tengah jalan umum pusat perbelanjaan pasar gunung tua, Kelurahan Pasar Gunung tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatra Utara, yang sama sekali tidak ada kebijakan pengelola pihak pasar baik dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab Paluta.
Beberapa pedagang kaki lima, di pasar gunung tua baik itu, pedagang sembako,ikan dan rempah-rempah yang tidak mau disebut namanya satu persatu,bahkan mereka memperlihat kan berupa karcis dan kwitansi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, mereka sangat kecewa dan merasa kesal terhadap pihak pasar yang setiap hari mengutip pajak retrebusi sampah, padahal sampah masih tetap berserakan di tengah badan jalan sampai beberapa hari di biar kan.
Selain itu, Para pedagang kaki lima juga mengeluh dan merasa di berat kan, terkait pajak yang di kutip oleh petugas pasar, tidak sesuai dengan karcis yang di keluarkan oleh Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan Aset Daerah (DPPKAD).
“Mereka sering mengutip pajak retrebusi sampah, bahkan tidak ada memberikan bukti tanda terima kepada kami, yaitu karcis yang di keluarkan oleh Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) bahkan mereka bisa dibilang pungli,sebagai bukti pengeluaran untuk bos (toke),” tegas pedagang
Masyarakat di sekitaran pusat perbelanjaan kota pasar gunung tua juga menyampaikan, “Kami sudah bisa membeli kerbau untuk bisa di ternakkan disini,” ujarnya
Mereka sangat kecewa dan kesal melihat kinerja oleh petugas pasar dan pengutipnya,yang menimbulkan bakteri penyakit karena banyak nya ulat dan bau bangkai yang menyengat di area lingkungan III, IV dan V tidak bisa menghirup udara segar.
Amran HH








