Jakarta Pusat, Jumat 10 Juli 2026 – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) se-Nusantara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat sore. Aksi tersebut membawa tuntutan evaluasi menyeluruh terhadap struktur, kinerja, serta kultur di lingkungan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Massa aksi yang berjumlah sekitar 200 orang berasal dari berbagai elemen mahasiswa, di antaranya BEM PTNU, DEMA PTKIN, SEMA PTKIN, BEM PES, BEM KSI, Universitas Terbuka, Universitas Pamulang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indraprasta PGRI, BSI, hingga Universitas Brawijaya. Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi kritik terhadap kinerja institusi penegak hukum.
Aksi berlangsung sejak siang hari dengan pengamanan dan pemantauan situasi di sekitar lokasi. Sekitar pukul 11.00 WIB, dua unit mobil komando bersama sebagian massa mulai tiba di kawasan depan Gedung DPR RI. Jumlah peserta kemudian terus bertambah hingga aksi resmi dimulai sekitar pukul 15.13 WIB.
Dalam penyampaian aspirasinya, mahasiswa menyoroti pentingnya penguatan sistem hukum yang berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta kesetaraan di hadapan hukum. Mereka menilai setiap dugaan pelanggaran harus ditangani secara profesional tanpa membedakan pihak yang terlibat.
Perwakilan BEM KSI, Charles, dalam orasinya menyampaikan bahwa negara hukum harus menjadikan supremasi hukum sebagai dasar utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, mekanisme pengawasan antar lembaga negara perlu diperkuat untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.
Sementara itu, Muhamad Rafli dari SEMA PTKIN mengajak mahasiswa untuk tetap solid dalam menyuarakan aspirasi publik. Ia menyampaikan bahwa gerakan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap persoalan bangsa serta dorongan agar lembaga negara menjalankan tugasnya secara bertanggung jawab.
Aksi yang berlangsung hingga sore hari tersebut berjalan tertib dan kondusif. Sekitar pukul 17.20 WIB, para peserta mulai membersihkan area aksi dari sisa perlengkapan maupun sampah makanan dan minuman. Lima belas menit kemudian, tepat pukul 17.28 WIB, massa membubarkan diri secara tertib meninggalkan lokasi Gedung DPR/MPR RI.
Pewarta: Abdul Latif










