Langkah Raymond–Joaquin Terhenti, Ganda Putra Indonesia Habis di Hylo Open 2026

Langkah Raymond–Joaquin Terhenti, Ganda Putra Indonesia Habis di Hylo Open 2026

Bekasi | Langkah Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin di Hylo Open 2026 harus berakhir pada babak 16 besar. Pasangan unggulan keempat Indonesia itu gagal melanjutkan kiprah setelah menghadapi wakil Denmark nonunggulan, William Kryger Boe dan Rasmus Espersen. Dalam pertandingan yang berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, dini hari WIB, Raymond dan Joaquin kalah dua gim langsung dengan skor 14-21, 19-21. Hasil ini menjadi kejutan dalam persaingan sektor ganda putra, mengingat status unggulan yang melekat pada pasangan Indonesia sebelum pertandingan dimulai.

Pada gim pertama, Boe dan Espersen mampu mengamankan kemenangan 21-14. Raymond dan Joaquin belum berhasil membendung permainan lawan hingga tertinggal cukup jauh dalam perolehan angka. Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia berusaha memperbaiki penampilan dan menjaga peluang untuk memaksakan gim penentuan. Mereka memberikan perlawanan lebih ketat, terlihat dari skor akhir yang hanya terpaut dua angka. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. Pasangan Denmark tetap mampu mempertahankan keunggulan tipis dan menutup gim dengan skor 21-19, sekaligus memastikan tiket ke babak berikutnya.

Bacaan Lainnya

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan Raymond dan Joaquin di turnamen ini. Lebih jauh, hasil di babak 16 besar membuat Indonesia tidak lagi memiliki wakil pada sektor ganda putra Hylo Open 2026. Dengan demikian, peluang Merah Putih untuk mengejar gelar dari nomor tersebut tertutup, meskipun turnamen masih berlanjut untuk peserta lain di sektor berbeda. Tersingkirnya unggulan keempat juga menandai berakhirnya partisipasi seluruh pasangan Indonesia di nomor ganda putra pada ajang ini. Bagi Raymond dan Joaquin, pertandingan melawan Boe dan Espersen menjadi penutup perjalanan mereka di Hylo Open, setelah mereka tidak mampu mengatasi permainan pasangan Denmark dalam dua gim.

Raymond/Joaquin memulai gim pertama dengan tertinggal cukup jauh dari lawannya. Setelah skor awal berkembang, pasangan Indonesia berada dalam posisi 1-7. Mereka kemudian berusaha mengejar angka demi angka, tetapi masih memasuki interval dengan jarak enam poin, yakni 5-11. Kedudukan tersebut menunjukkan bahwa Raymond/Joaquin harus mengejar ketertinggalan setelah jeda apabila ingin menjaga peluang di gim pembuka. Seusai interval, pertandingan berlanjut dengan selisih skor yang tetap perlu mereka pangkas. Namun, angka yang dikumpulkan pasangan Indonesia belum cukup untuk mengubah posisi mereka. Lawan lebih dahulu mencapai angka penutup gim, sedangkan Raymond/Joaquin berhenti pada skor 14. Gim pertama pun berakhir dengan kekalahan 14-21 bagi wakil Indonesia. Hasil itu membuat mereka harus memenangi gim kedua agar pertandingan dapat berlanjut ke gim penentuan. Catatan skor gim pembuka memperlihatkan bahwa pasangan Indonesia berada di belakang sejak fase awal, termasuk ketika interval berlangsung.

Pada gim kedua, Raymond/Joaquin kembali menghadapi ketertinggalan pada permulaan permainan. Mereka berada di posisi 2-6 sebelum melanjutkan pertandingan untuk mengejar perolehan angka lawan. Saat interval, pasangan Indonesia masih tertinggal dengan skor 9-11. Jarak dua poin itu memberi mereka kesempatan untuk terus mendekat setelah jeda, dan pertandingan belum selesai pada saat tersebut. Setelah interval, Raymond/Joaquin berupaya menambah angka dan secara bertahap memperkecil selisih. Skor kemudian mencapai 18-19, membuat jarak kedua pasangan tinggal satu poin. Pada tahap itu, peluang untuk menyamakan kedudukan masih terbuka berdasarkan angka yang terpampang. Namun, Raymond/Joaquin tidak berhasil membalikkan keadaan. Lawan memperoleh angka yang dibutuhkan untuk menuntaskan gim dengan skor 21-19. Pasangan Indonesia kalah di gim kedua setelah sempat mendekat pada penghujung permainan, sehingga mereka tidak dapat memaksa pertandingan berlangsung ke gim ketiga.

Rangkaian skor tersebut menempatkan Raymond/Joaquin dalam posisi mengejar pada kedua gim. Di gim pertama, mereka tertinggal 1-7 dan berada di belakang 5-11 ketika interval, sebelum kalah 14-21. Pada gim kedua, mereka kembali tertinggal, kali ini 2-6, lalu memasuki interval dengan skor 9-11. Upaya mendekat membawa mereka ke kedudukan 18-19, tetapi selisih itu tidak berhasil dihapus hingga akhir. Kekalahan 19-21 memastikan langkah Raymond/Joaquin terhenti di Hylo Open 2026. Dengan hasil tersebut, pasangan ganda putra Indonesia itu tersingkir setelah dua gim, dan tidak ada gim ketiga dalam pertandingan ini. Perjalanan skor dari awal hingga akhir menunjukkan bahwa gim kedua berlangsung lebih ketat pada bagian penutup, sementara gim pertama berakhir dengan selisih tujuh poin. Meski jarak sempat tinggal satu angka pada gim kedua, hasil akhir tetap menjadi milik lawan, 21-19. Pasangan Indonesia menutup pertandingan tanpa kemenangan gim.Sebelum langkah mereka terhenti di Hylo Open 2026, Raymond Indra dan Joaquin Miguel Rejeki lebih dahulu mencatat kemenangan pada babak 32 besar. Pada Selasa, 27 Oktober 2026, pasangan ganda putra Indonesia itu berhadapan dengan wakil tuan rumah Jerman, Jonathan Dresp dan Simon Krax. Pertandingan berlangsung dalam format tiga gim dan menjadi tantangan pembuka bagi Raymond/Joaquin di turnamen tersebut. Hasil akhirnya membawa mereka melewati laga pertama dan memastikan satu tempat di babak 16 besar. Kemenangan itu menjadi bagian penting dari perjalanan mereka di Hylo Open, sebelum kemudian tersingkir pada babak berikutnya.

Awal pertandingan tidak berjalan sesuai harapan bagi pasangan Indonesia. Dresp dan Krax berhasil mengamankan gim pertama dengan skor 21-17, sehingga Raymond/Joaquin harus mengejar ketertinggalan untuk menjaga peluang melanjutkan pertandingan. Skor tersebut menunjukkan bahwa gim pembuka berlangsung ketat, meski wakil Jerman mampu lebih dahulu mencapai angka penentu. Dalam situasi tertinggal, Raymond dan Joaquin tetap memiliki kesempatan untuk mengubah arah laga. Mereka perlu merebut dua gim berikutnya agar dapat menuntaskan pertandingan dan melangkah lebih jauh dalam kompetisi yang digelar di Jerman itu.

Raymond/Joaquin kemudian membalas pada gim kedua. Mereka tampil lebih baik dalam perebutan poin dan menutup gim dengan kemenangan 21-15, sekaligus menyamakan kedudukan menjadi satu gim sama. Hasil tersebut memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan. Pada gim ketiga, pasangan Indonesia kembali mencatat skor 21-15 dan memastikan kemenangan dalam tiga gim. Dengan demikian, setelah kalah 17-21 pada pembuka, mereka mengunci dua gim berikutnya dengan skor identik. Kemenangan atas Dresp dan Krax mengantarkan Raymond/Joaquin ke babak 16 besar. Mereka pun berhasil melewati wakil tuan rumah sebelum perjalanan di Hylo Open 2026 berakhir pada babak selanjutnya.

Nasib serupa dialami Sabar Karyaman Gutama dan Moh Reza Pahlevi Isfahani di sektor ganda putra Hylo Open 2026. Pasangan Indonesia itu harus mengakhiri kiprah setelah kalah dari wakil Malaysia, Aaron Tai dan Yap Roy King, pada babak 16 besar. Pertandingan berlangsung ketat, tetapi Sabar/Reza tidak berhasil mengamankan kemenangan dalam dua gim langsung. Mereka kalah dengan skor 20-22, 19-21, setelah kedua gim ditentukan melalui selisih angka yang tipis.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Sabar/Reza sempat memberikan perlawanan berarti kepada pasangan Malaysia. Pada gim pertama, mereka hanya terpaut dua poin dari kemenangan, sedangkan gim kedua juga berlangsung rapat hingga akhir. Namun, Tai dan Yap mampu menjaga keunggulan pada momen-momen penentu dan menutup pertandingan dengan skor 21-19. Kekalahan ini membuat Sabar/Reza gagal melanjutkan persaingan ke perempat final, sekaligus menyusul langkah Raymond Indra dan Joaquin Miguel yang lebih dahulu tersingkir di babak yang sama.

Dengan tersingkirnya Sabar Reza serta Raymond Joaquin.

Baca juga: Duel Seru Ganda Putra di Semifinal Asian Games 2026 | Langkah Tegas Kemenkumham Terkait Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong | Menindaklanjuti Ketahanan Pangan: Langkah Menteri PUPR Dody Hanggodo

Pos terkait