PT Pertamina EP Cepu (PEPC) telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keselamatan kerja di lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) dengan mencapai rekor jam kerja selamat yang sangat signifikan. Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan perusahaan untuk menegakkan standar keselamatan yang tinggi, terutama dalam aspek pengelolaan risiko dan keselamatan kerja di sektor energi yang memiliki banyak tantangan.
Dari awal pengoperasian hingga saat ini, PEPC berhasil mencatatkan jam kerja selamat yang diterjemahkan dalam jumlah hari kerja tanpa kecelakaan yang dapat menyebabkan cedera pada karyawan. Pihak manajemen PEPC melakukan berbagai langkah strategis untuk mencapai hasil ini, termasuk penerapan pelatihan keselamatan yang rutin, audit dan evaluasi keselamatan kerja, serta pembentukan budaya keselamatan yang kuat di kalangan karyawan. Selain itu, keterlibatan aktif dari seluruh pekerja dalam identifikasi bahaya dan upaya pencegahan menjadi salah satu faktor kunci untuk mencapai jam kerja selamat yang tinggi.
Rekor jam kerja selamat yang diraih ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi PEPC sebagai perusahaan, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi seluruh tenaga kerja. Dengan mengurangi risiko kecelakaan, perusahaan dapat memastikan bahwa operations berjalan dengan lancar tanpa gangguan yang disebabkan oleh insiden kecelakaan. Oleh karena itu, pencapaian jam kerja selamat di lapangan gas JTB berkontribusi tidak hanya terhadap keselamatan individu, tetapi juga kepada efisiensi dan produktivitas operasional dalam jangka panjang.
Ketersediaan data dan laporan mengenai jam kerja selamat juga berfungsi sebagai indikator yang penting untuk mengukur performa perusahaan dalam manajemen keselamatan kerja. Dengan pemantauan yang ketat dan perbaikan berkelanjutan, PEPC berharap untuk meningkatkan angka jam kerja selamat ini, yang pada gilirannya, akan semakin mengokohkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja di sektor energi.
Budaya keselamatan kerja adalah salah satu aspek penting yang diterapkan oleh PT Pertamina EP Cepu dalam menjalankan operasional di lapangan gas JTB. Penerapan budaya ini tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga merupakan komitmen yang harus dijunjung tinggi oleh setiap karyawan. Dalam konteks ini, keselamatan bukan hanya sekadar prosedur, tetapi menjadi bagian integral dari nilai-nilai perusahaan yang harus dihayati dan dipraktikkan sehari-hari.
Penerapan budaya keselamatan yang ketat di PT Pertamina EP Cepu dimulai dari program pelatihan rutin yang dilakukan untuk semua karyawan. Program ini mencakup berbagai aspek keselamatan, mulai dari identifikasi bahaya, penggunaan alat pelindung diri, hingga penanganan situasi darurat. Dengan memastikan setiap individu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keselamatan kerja, perusahaan mampu mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi.
Sebagai tambahan, PT Pertamina EP Cepu menerapkan sistem pelaporan insiden yang transparan dan tanpa takut akan sanksi. Hal ini memungkinkan karyawan untuk melaporkan kecelakaan atau hampir terjadi insiden tanpa rasa khawatir. Melalui pelaporan ini, perusahaan dapat menganalisis dan mengevaluasi risiko, serta mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. Pendekatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan kecelakaan kerja tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
Komitmen perusahaan kepada keselamatan kerja tercermin dari investasi yang dilakukan dalam alat dan teknologi yang mendukung lingkungan kerja yang lebih aman. Dengan memanfaatkan teknologi mutakhir, PT Pertamina EP Cepu mampu meningkatkan efektivitas dalam pengawasan keselamatan kerja. Selain itu, karyawan didorong untuk berpartisipasi aktif dalam membentuk budaya keselamatan, sehingga menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif dan aman.
Keseluruhan praktik ini menunjukkan bahwa PT Pertamina EP Cepu tidak hanya memprioritaskan produktivitas, tetapi juga kesehatan dan keselamatan setiap karyawan di lapangan gas JTB. Melalui pendekatan komprehensif ini, perusahaan berusaha untuk mencapai standar yang lebih tinggi dalam keselamatan kerja serta meningkatkan kepercayaan dan kepuasan karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka.
Pencapaian jam kerja selamat merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kesadaran dan komitmen seluruh pekerja terhadap keselamatan kerja di lapangan, terutama di area yang beroperasi di sektor gas seperti JTB. Menurut Afwan Daroni, General Manager Zona 12 PEPC, pencapaian tersebut tidak hanya sekedar angka, melainkan merupakan refleksi dari upaya kolektif seluruh tim dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Afwan menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama manajemen dan seluruh karyawan. Dalam konteks ini, setiap individu memiliki peran penting untuk memastikan bahwa prosedur keselamatan diikuti dan dipatuhi. Keterlibatan aktif semua pekerja dalam pelatihan keselamatan, sosialisasi risiko, dan implementasi prosedur menjadi kunci dalam mengurangi potensi kecelakaan kerja di tempat kerja.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pencapaian jam kerja selamat yang tinggi mencerminkan tidak hanya kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menciptakan budaya keselamatan yang harus dipertahankan di setiap lini operasional. Untuk itu, pihak manajemen selalu mendorong partisipasi aktif para pekerja dalam berbagai program keselamatan dan kesehatan kerja yang sudah disusun. Hal ini penting agar kesadaran akan keselamatan kerja tumbuh dalam diri setiap individu.
Secara keseluruhan, pernyataan General Manager ini menunjukkan bahwa pencapaian jam kerja selamat di lapangan gas JTB adalah hasil dari komitmen yang kuat manajemen dan para pekerja. Keterlibatan setiap orang di dalamnya mengisyaratkan bahwa keselamatan kerja bukanlah sebuah pilihan, tetapi merupakan suatu keharusan yang harus dijunjung tinggi, demi keselamatan dan kesejahteraan bersama di lingkungan kerja.”
Pertamina Patra Niaga telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap lingkungan melalui partisipasinya dalam Festival Mangrove Jawa Timur. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperingati pentingnya ekosistem mangrove, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang perlunya menjaga alam demi keberlanjutan lingkungan di sekitarnya. Dalam konteks perusahaan, dukungan terhadap lingkungan merupakan salah satu pilar penting yang berkontribusi pada keselamatan kerja, karena lingkungan yang sehat adalah prasyarat untuk kegiatan operasional yang aman.
Festival Mangrove merupakan acara yang melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat lokal, pemerintah, serta organisasi non-pemerintah. Melalui acara ini, Pertamina Patra Niaga berupaya untuk mempromosikan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan mangrove dalam mengurangi risiko bencana alam, seperti abrasi dan kenaikan permukaan air laut. Dengan menjaga ekosistem mangrove, tidak hanya lingkungan yang dilindungi, tetapi juga keselamatan pekerja di area yang berpotensi terpengaruh oleh perubahan iklim.
Partisipasi dalam acara ini khas bagi perusahaan yang beroperasi di industri energi, di mana seringkali ada risiko yang berkaitan dengan aktivitas di lapangan. Mengedukasi para pekerja dan masyarakat tentang pentingnya lingkungan yang sehat dengan mangrove yang terjaga, merupakan bentuk upaya preventif yang mendukung keselamatan kerja. Ini juga menciptakan kesadaran kolektif yang memperkuat komitmen terhadap praktik berkelanjutan dalam operasi perusahaan.
Dukungan terhadap inisiatif lingkungan seperti Festival Mangrove juga mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan. Pertamina Patra Niaga tidak hanya melihat keuntungan finansial, tetapi juga berinvestasi dalam keberlangsungan lingkungan yang pada akhirnya akan memastikan keselamatan para karyawannya. Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan sinergi kegiatan bisnis dan pelestarian lingkungan. Sumber informasi: ngopibareng.id









