Jakarta Pusat, Jumat 26 Juni 2026 siang, suasana di sekitar Jalan Kebon Sirih, Menteng, sempat dipadati aktivitas massa aksi yang berkumpul di depan kantor Badan Gizi Nasional. Sekitar pukul 13.50 WIB, sekelompok orang yang menamakan diri Koalisi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis mulai menyuarakan aspirasi mereka di depan pintu masuk utama lembaga tersebut.
Massa yang berjumlah sekitar 11 orang itu datang membawa spanduk, poster, serta pengeras suara sederhana. Meski jumlahnya tidak besar, aksi mereka berlangsung cukup mencolok karena dilakukan tepat di area akses utama kantor, sehingga menarik perhatian petugas keamanan dan pegawai yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Aksi tersebut dipimpin oleh seorang penanggung jawab lapangan bernama M. Tahtawi Letsoin. Sejak awal kedatangan, massa langsung membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan yang secara tegas menyoroti kepemimpinan di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Tuntutan utama yang mereka bawa cukup eksplisit, yakni desakan agar Nanik S. Deyang dicopot dari jabatan Kepala BGN RI. Selain itu, mereka juga menegaskan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan, namun tanpa keterlibatan pejabat yang mereka soroti.
Di tengah teriknya siang Jakarta, suara orasi bergantian terdengar dari pengeras suara kecil yang dibawa massa aksi. Beberapa kalimat disampaikan dengan nada tinggi, menandakan kuatnya tekanan aspirasi yang ingin mereka sampaikan langsung kepada pihak lembaga.
Dalam orasi yang disampaikan di lokasi, massa menilai bahwa jabatan strategis di lembaga tersebut harus diisi oleh sosok yang memiliki kompetensi dan kapasitas sesuai kebutuhan program. Mereka berpendapat bahwa apabila posisi penting tidak diisi secara tepat, maka program nasional yang menyasar peningkatan gizi masyarakat dapat terhambat dalam pelaksanaannya.
Lebih jauh, massa juga menyampaikan klaim adanya dugaan persoalan integritas terhadap pejabat yang mereka soroti. Namun demikian, seluruh pernyataan tersebut masih berada dalam ranah dugaan yang disampaikan sepihak oleh peserta aksi di lapangan.
Mereka juga menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap harus berjalan karena dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat luas, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas gizi anak-anak dan kelompok rentan. Namun, menurut mereka, keberlanjutan program tersebut harus disertai dengan perubahan kepemimpinan di tubuh Badan Gizi Nasional.
Dalam salah satu orasi yang terdengar cukup keras, massa meminta agar Presiden dan DPR melakukan evaluasi terhadap penunjukan pejabat kepala BGN RI. Mereka menilai bahwa keputusan penempatan jabatan strategis perlu dikaji ulang agar tidak mengganggu efektivitas program yang sedang berjalan.
Selain itu, sejumlah spanduk yang dibentangkan di lokasi aksi memuat kalimat-kalimat bernada protes. Di antaranya terdapat tulisan yang secara langsung meminta pencopotan pejabat terkait, menyebut bahwa kepemimpinan saat ini dianggap tidak sejalan dengan harapan sebagian kelompok aksi, serta kritik terhadap arah pengelolaan program MBG.
Meski membawa tuntutan yang cukup keras, aksi yang berlangsung di depan kantor Badan Gizi Nasional tersebut berjalan tanpa insiden berarti. Aparat keamanan yang berjaga di lokasi tampak melakukan pengaturan jarak agar aktivitas di dalam kantor tetap berjalan normal dan tidak terganggu secara signifikan.
Lalu lintas di sekitar Jalan Kebon Sirih sempat mengalami perlambatan ringan akibat konsentrasi massa di depan gerbang utama. Namun kondisi tetap terkendali karena jumlah peserta aksi relatif terbatas dan tidak meluas ke badan jalan secara signifikan.
Seiring berjalannya waktu, orasi terus disampaikan secara bergantian oleh peserta aksi. Mereka tetap mempertahankan garis tuntutan yang sama, yakni mendesak agar kepemimpinan di BGN RI segera dievaluasi, namun tanpa menghentikan program Makan Bergizi Gratis yang telah menjadi kebijakan nasional.
Dalam penyampaian aspirasi tersebut, massa menegaskan bahwa mereka tidak menolak program MBG, melainkan meminta adanya perbaikan pada aspek tata kelola dan kepemimpinan agar pelaksanaannya lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Situasi di lapangan berlangsung relatif tertib. Tidak terlihat adanya tindakan anarkis maupun bentrokan antara massa dan aparat. Petugas keamanan hanya melakukan pengawasan dan pengaturan posisi agar kegiatan aksi tidak mengganggu akses keluar masuk kantor.
Sekitar pukul 14.12 WIB, setelah sekitar dua puluh menit menyampaikan orasi dan tuntutan, massa aksi mulai menghentikan kegiatan mereka. Spanduk dan poster perlahan diturunkan, sementara pengeras suara dimatikan sebagai tanda berakhirnya penyampaian aspirasi di lokasi tersebut.
Koordinator lapangan kemudian menginstruksikan massa untuk membubarkan diri secara tertib. Tidak lama setelah itu, para peserta aksi meninggalkan area depan kantor Badan Gizi Nasional tanpa adanya insiden lanjutan.
Petugas di lapangan memastikan area kembali steril setelah massa meninggalkan lokasi. Aktivitas perkantoran kembali berjalan normal, sementara arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih berangsur lancar seperti semula.
Aksi singkat yang berlangsung sekitar 22 menit itu menjadi bagian dari dinamika penyampaian aspirasi publik terhadap program nasional di bidang gizi. Meski berlangsung dalam skala kecil, isu yang diangkat mencerminkan adanya perhatian publik terhadap arah kebijakan dan kepemimpinan lembaga yang menangani program strategis tersebut.
Dengan berakhirnya aksi pada pukul 14.12 WIB, situasi di sekitar kantor Badan Gizi Nasional kembali kondusif. Namun demikian, tuntutan yang disuarakan diperkirakan masih akan menjadi bagian dari diskusi publik, terutama terkait keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis dan evaluasi struktur kepemimpinannya di tingkat nasional.
Pewarta: Abdul Latif









