Kesombongan Menghina Kemiskinan Sesamamu, Cepat atau Lambat Akan Kembali di Kehidupanmu

Kesombongan Menghina Kemiskinan Sesamamu, Cepat atau Lambat Akan Kembali di Kehidupanmu

 

SURABAYA, BIN.COM19 Mei 2024, Dalam kehidupan sosial, perilaku sombong dan menghina kemiskinan sesama merupakan tindakan yang seringkali tak disadari dampak buruknya. Di Surabaya, beberapa waktu terakhir, terjadi peristiwa yang menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghargai dan membantu sesama tanpa melihat status sosial.

 

Kisah nyata ini berawal dari seorang pengusaha sukses di suatu daerah yang kerap meremehkan dan menghina orang-orang miskin di sekitarnya. Dalam berbagai kesempatan, ia tidak segan-segan mengumbar kata-kata kasar dan menyombongkan kekayaannya. Namun, hidup memiliki caranya sendiri untuk mengajarkan pelajaran berharga.

 

Suatu hari, bisnis yang dijalankan pengusaha tersebut mengalami kebangkrutan. Dalam waktu singkat, ia kehilangan segala yang dimilikinya. Terpuruk dalam kemiskinan, ia menyadari betapa pentingnya memiliki empati dan kepedulian terhadap sesama. Nasibnya yang dulu begitu dipuja kini menjadi cermin bagi banyak orang yang menyaksikan kejatuhannya.

 

Peristiwa ini sejalan dengan ajaran Al-Quran yang mengingatkan umat manusia untuk tidak bersikap sombong dan merendahkan sesama. Dalam Surat Al-Hujurat ayat 11, Allah berfirman:

 

_”Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olok) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok).”_

 

Ayat ini menegaskan bahwa sikap merendahkan orang lain adalah perbuatan yang dilarang dan tidak mencerminkan keimanan yang sejati. Allah juga mengingatkan dalam Surat Al-Isra ayat 37:

 

_”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.”_

 

Kisah pengusaha tersebut mengajarkan kepada kita bahwa sikap sombong dan meremehkan orang lain, terutama mereka yang berada dalam kesulitan, hanya akan membawa keburukan pada diri sendiri. Hal ini juga dipertegas dalam Surat Luqman ayat 18:

 

_”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”_

 

Para ulama dan tokoh masyarakat menghimbau agar kejadian ini dijadikan pelajaran berharga. Bambang Tri Kasmara, Redaktur Pelaksana Media Barometerindonesianews.com mengatakan, “Allah SWT telah memberikan kita pedoman yang jelas untuk bersikap rendah hati dan peduli terhadap sesama. Kesombongan hanya akan membawa kita pada kehancuran.”

 

Masyarakat di muka bumi ini, kini semakin sadar akan pentingnya hidup dengan kerendahan hati dan saling membantu. Banyak yang mulai terlibat dalam kegiatan sosial untuk membantu mereka yang kurang beruntung, mengingatkan bahwa hidup ini tidak hanya tentang materi, tetapi juga tentang kemanusiaan dan kepedulian.

 

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kesombongan dan sikap meremehkan orang lain akan kembali kepada diri kita, cepat atau lambat. Dengan hidup sesuai ajaran Al-Quran dan meneladani perilaku Rasulullah SAW, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis dan penuh kasih sayang.

 

Bambang TK

Pos terkait