Kabupaten Bandung | Jakarta, Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), rentetan 146 gempa bumi telah mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat, selama periode 11 Agustus hingga 21 September 2026. Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal. Magnitudo rentetan gempa ini bervariasi dari M1,0 sampai M3,4 dan memicu guncangan pada skala intensitas II-III MMI.
Data lain dalam laporan menunjukkan Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah layaknya ada truk yang sedang melintas, memicu ayunan pada benda-benda ringan yang digantung, serta dirasakan oleh sejumlah orang. Pusat gempa membentuk pada Barat Daya-Timur Laut, sekitar 5-8 km di sebelah Barat Sesar Garsela Segmen Kendang dan di sebelah Utara Segmen Kencana," demikian mengutip unggahan di akun Instagram resmi BMKG, Minggu (11/10/2026).
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Rekaman tersebut membantu BMKG mengenali pola aktivitas seismik, mengidentifikasi sumber gempa, serta mengkaji aktivitas sesar," tulis @/infobmkg. BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat," tulis BMKG. Tetap tenang dan jangan mudah percaya isu. Pastikan informasi gempa bumi hanya berasal dari kanal resmi BMKG," tambah BMKG.
Dari ratusan aktivitas seismik tersebut, setidaknya 14 gempa terasa langsung oleh masyarakat di wilayah Cisewu, Talegong, Pangalengan, beserta area sekitarnya. Saat ini, lanjut BMKG, tersebar jaringan sensor seismik di seluruh wilayah Jawa Barat untuk memantau aktivitas kegempaan. Sumber gempa dari pergerakan patahan aktif pada sesar-sesar darat yang membentang di wilayah Jawa Barat," jelas BMKG. 35 sensor seismik BMKG tersebar di wilayah Jawa Barat dan mampu merekam hingga gempa mikro atau gempa bermagnitudo kecil. Rentetan Sesar Aktif Kepung Jawa Barat Dalam unggahan itu, BMKG mengungkapkan rentetan sesar aktif yang ada di wilayah Jawa Barat. Di sisi lain, BMKG menambahkan, gempa-gempa bumi yang terjadi tidak selalu terjadi tepat di atas sesar yang sudah terpetakan.
Baca juga: Kekerasan di Jalan: Begal Motor Terjadi di Depok | Insiden Keracunan Makanan di Pati: Apa yang Terjadi?










