FP Run 2026 Ajak Publik Menjaga Jurnalisme Berkualitas

FP Run 2026 Ajak Publik Menjaga Jurnalisme Berkualitas

Jakarta | Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) menyelenggarakan FP Run for Good Journalism 2026 di kampus Unika Atma Jaya, Jakarta, pada Minggu, 18 Oktober. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk memberi perhatian pada peran jurnalisme berkualitas sekaligus mempertemukan insan pers dengan publik melalui agenda olahraga bersama. Tahun ini, FP Run mengusung tema “Pers untuk Publik”, yang menegaskan pentingnya media menjalankan fungsi jurnalistik bagi kepentingan masyarakat.

Sejumlah pejabat dan tokoh pers hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat. Kehadiran para pejabat dan pemangku kepentingan lainnya mencerminkan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pembahasan mengenai ekosistem pers dan layanan informasi bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

FP Run 2026 diikuti 500 peserta dengan latar belakang beragam. Peserta terdiri atas pemimpin redaksi media massa nasional, anggota komunitas pers, masyarakat umum, dan pihak lain yang turut meramaikan kegiatan. Keikutsertaan kelompok yang berbeda ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang perjumpaan pelaku media dan publik, tanpa membatasi kegiatan hanya bagi kalangan jurnalistik.

Penyelenggaraan pada tahun ini merupakan kali kedua FP Run digelar sebagai bagian dari agenda Forum Pemred. Melalui tema “Pers untuk Publik”, kegiatan tersebut menempatkan hubungan media dan masyarakat sebagai perhatian utama. Jurnalisme berkualitas membutuhkan kepercayaan publik, praktik yang bertanggung jawab, serta keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan informasi yang sehat. Karena itu, kegiatan seperti FP Run dapat menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi sekaligus memperluas pemahaman mengenai peran pers dalam kehidupan bersama.

Dengan menggabungkan kegiatan lari dan pesan tentang jurnalisme, Forum Pemred menghadirkan pendekatan publik yang terbuka. Acara di Jakarta ini juga menegaskan bahwa pembicaraan mengenai pers tidak hanya berlangsung di ruang redaksi atau forum profesional. Masyarakat memiliki peran sebagai penerima, pengguna, dan bagian dari ekosistem informasi. Pertemuan para peserta di Unika Atma Jaya menjadi kesempatan untuk mengenali kembali arti pers yang melayani kepentingan publik serta pentingnya menjaga mutu informasi di tengah perubahan lanskap media.

Meutya Hafid menyambut FP Run 2026 sebagai kegiatan yang mempertemukan masyarakat sekaligus mengingatkan kembali pentingnya jurnalisme berkualitas. Tema “Pers untuk Publik” dinilai relevan di tengah arus informasi digital yang bergerak cepat dan hadir melalui beragam saluran. Setiap hari, masyarakat menerima banyak kabar, tetapi kecepatan penyebaran tidak selalu sejalan dengan ketepatan isi. Karena itu, pers memiliki tanggung jawab untuk membantu publik memahami peristiwa melalui informasi yang jelas, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tema tersebut menegaskan bahwa kerja jurnalistik bukan semata-mata menghasilkan berita, melainkan memenuhi kebutuhan masyarakat akan pengetahuan yang dapat dipercaya.

Menurut Meutya, jurnalisme harus mengutamakan kepentingan publik dengan memastikan informasi yang disampaikan telah diperiksa kebenarannya. Proses verifikasi menjadi landasan agar berita tidak menyesatkan dan masyarakat dapat menggunakannya sebagai dasar untuk memahami keadaan maupun mengambil keputusan. Di lingkungan digital, sebuah klaim dapat tersebar luas sebelum fakta diperiksa. Kondisi ini membuat ketelitian redaksi semakin penting, termasuk saat menghadapi tekanan untuk menjadi yang tercepat. Pers perlu menjaga standar kerja dan menjelaskan fakta secara cermat, sementara masyarakat juga perlu bersikap kritis terhadap kabar yang diterima. Dengan demikian, informasi akurat dapat menjadi penopang kepercayaan publik, bukan sekadar bagian dari derasnya arus konten.

Meutya juga mengaitkan semangat berlari dalam kegiatan tersebut dengan tantangan industri media. Pers memang dituntut bergerak cepat mengikuti perkembangan, tetapi kecepatan harus disertai tanggung jawab dan ketepatan. Media sosial dan media konvensional, menurut pandangannya, perlu saling menguatkan agar ekosistem informasi semakin sehat, bukan saling meniadakan. Masing-masing dapat berperan dalam menjangkau masyarakat, selama proses penyampaian informasi tetap mengutamakan kebenaran. Seperti berlari untuk menjaga kebugaran tubuh, upaya merawat jurnalisme membutuhkan perhatian berkelanjutan. Ia berharap industri jurnalistik tetap sehat dan mampu menghadapi perubahan teknologi maupun tantangan kepercayaan, sehingga pers terus hadir melayani publik dengan informasi yang terverifikasi, bermanfaat, dan dapat diandalkan.

Angga Raka Prabowo menekankan bahwa pers memiliki tanggung jawab penting untuk menyajikan informasi yang jernih, faktual, akurat, dan tepercaya. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat membutuhkan pemberitaan yang dapat memberi kepastian serta membantu mereka memahami berbagai peristiwa secara utuh. Karena itu, kualitas kerja jurnalistik dan kepercayaan publik perlu dijaga melalui penyampaian fakta yang cermat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Komaruddin Hidayat turut mengapresiasi kegiatan yang mempertemukan insan pers dan masyarakat melalui olahraga. Menurutnya, berlari bersama bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan badan, tetapi juga dapat menyehatkan pikiran dan membahagiakan hati. Suasana kebersamaan dalam kegiatan seperti ini membuka ruang interaksi yang lebih dekat dan positif di luar rutinitas pekerjaan.

Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, menjelaskan bahwa acara tersebut dirancang untuk mengampanyekan jurnalisme berkualitas sekaligus mendekatkan komunitas pers dengan publik. Tema yang diangkat dipilih dengan mempertimbangkan perbincangan mengenai keraguan sebagian masyarakat terhadap integritas pers arus utama, yang ramai muncul di media sosial. Kondisi itu menunjukkan pentingnya komunikasi terbuka media dan khalayak, serta upaya untuk terus menjelaskan prinsip dan proses kerja jurnalistik.

Retno menyebut bahwa di tengah disinformasi dan banjir opini, keberadaan pers justru semakin penting. Pers berperan sebagai verifikator yang memeriksa informasi, menguji fakta, dan membantu masyarakat membedakan kabar faktual dari hoaks. Peran tersebut menuntut ketelitian, independensi, dan tanggung jawab, terutama ketika informasi yang belum teruji dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai platform.

Ia berharap dukungan terhadap pers yang berkualitas dan kredibel datang dari berbagai pihak terkait. Keberlanjutan jurnalisme yang dapat dipercaya tidak hanya bergantung pada kerja redaksi, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang memungkinkan media menjalankan tugasnya secara profesional. Melalui kegiatan bersama dan dialog dengan publik, penyelenggara ingin memperkuat pemahaman tentang nilai jurnalisme serta membangun kembali kepercayaan berdasarkan keterbukaan, verifikasi, dan komitmen pada fakta.

Forum Pemred memanfaatkan FP Run 2026 sebagai ruang untuk menjangkau warga dari berbagai latar belakang sekaligus membuka percakapan mengenai kondisi pers Indonesia. Kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana terbuka ini tidak hanya menjadi ajang berlari, tetapi juga kesempatan untuk mendengar langsung pandangan publik tentang peran media. Dengan hadir di tengah kegiatan masyarakat, Forum Pemred berharap komunikasi insan pers dan warga dapat terjalin lebih dekat, tanpa membatasi dialog pada ruang redaksi atau forum formal.

Upaya menyerap aspirasi tersebut penting karena jurnalisme berkualitas berkaitan erat dengan kepercayaan publik. Masyarakat dapat menyampaikan harapan tentang pemberitaan yang akurat, berimbang, relevan, dan mudah dipahami. Warga juga dapat mengutarakan pengalaman mereka ketika mengikuti berita serta menyampaikan isu yang dinilai belum memperoleh perhatian memadai. Masukan seperti ini memberi gambaran mengenai kebutuhan pembaca dan membantu media memahami bagaimana pemberitaan dirasakan oleh orang-orang yang menjadi penerimanya.

Forum Pemred juga ingin mengetahui hal-hal yang menurut masyarakat perlu diperbaiki dalam pers Indonesia saat ini. Masukan dapat mencakup cara media memilih dan menyajikan informasi, ketelitian dalam memeriksa fakta, serta tanggung jawab dalam memberitakan isu yang berdampak pada publik. Aspirasi warga menjadi bahan refleksi bagi insan pers untuk terus menjaga standar profesional, memperbaiki kekurangan, dan menghadapi perubahan kebutuhan informasi. Dialog langsung memungkinkan beragam pandangan muncul, termasuk kritik yang mungkin tidak selalu tersampaikan melalui saluran komunikasi sehari-hari.

Melalui FP Run Forum Pemred.

Baca juga: Verifikasi Jembatan Garuda Merah Putih, Kodam XXII/Tambun Bungai Pastikan Administrasi Tertib dan Fisik Berkualitas | Wujudkan Generasi Sehat Dan Berkualitas, Koramil Pakuniran Dampingi Kegiatan Posyandu Balita

Pos terkait