Jakarta | Festival Senengsoccer digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada Sabtu (24/10), dengan melibatkan 68 siswi sekolah dasar atau sederajat dari wilayah Jakarta Utara. Kegiatan ini menghadirkan kesempatan bagi para peserta untuk berkenalan langsung dengan sepak bola dalam suasana festival. Melalui aktivitas di lapangan, siswi dapat melihat bahwa olahraga ini terbuka untuk mereka, sekaligus mencoba berbagai pengalaman yang berkaitan dengan permainan. Kehadiran peserta dari sekolah dasar atau sederajat juga menempatkan pengenalan olahraga sejak usia dini sebagai bagian penting dari kegiatan. Festival tersebut menjadi ruang bagi para siswi untuk mulai mendekati sepak bola secara aktif, bukan hanya mengenalnya dari luar lapangan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan sepak bola sejak dini dan menumbuhkan kecintaan para siswi terhadap olahraga tersebut. Pengalaman mencoba permainan secara langsung diharapkan membantu mereka merasa lebih dekat dan nyaman dengan sepak bola. Pengenalan seperti ini dapat menjadi langkah awal bagi peserta untuk memahami permainan, membangun rasa percaya diri, serta melihat bahwa mereka juga dapat terlibat. Bagi sebagian siswi, festival ini mungkin merupakan kesempatan pertama untuk mengikuti aktivitas sepak bola di lapangan. Karena itu, kegiatan tidak hanya menampilkan olahraga sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai pengalaman yang bisa dinikmati dan dipelajari bersama. Kesempatan untuk mencoba menjadi unsur penting dalam membangun ketertarikan.
Satia Chandra Wiguna dari Bakti Olahraga Djarum Foundation memandang festival ini sebagai pintu masuk agar peserta dapat mengenal dan menikmati sepak bola. Menurutnya, para siswi juga dapat mempelajari keterampilan dasar melalui kegiatan yang berlangsung di lapangan. Selain berlatih dan mencoba, aktivitas tersebut memberi ruang bagi mereka untuk memperlihatkan minat serta potensi masing-masing. Dengan demikian, festival tidak semata-mata menjadi ajang bermain, melainkan kesempatan awal untuk menemukan ketertarikan pada olahraga dan memahami dasar-dasar permainan. Pengalaman tersebut dapat memberi gambaran kepada peserta tentang sepak bola sekaligus mendorong mereka untuk terus mengenalinya. Di JIS, puluhan siswi Jakarta Utara memperoleh ruang untuk mencoba, belajar, dan menikmati olahraga ini bersama.
Format festival Senengsoccer dirancang sebagai lintasan tantangan yang mengajak para siswi mencoba beragam gerakan dasar sepak bola dalam suasana aktif dan menyenangkan. Setiap peserta bergerak dari satu pos ke pos berikutnya, menyelesaikan tugas dengan urutan yang telah ditentukan. Tantangan dimulai dengan dribbling, yaitu menggiring bola melewati jalur atau penanda, kemudian dilanjutkan dengan passing and control untuk mengoper dan menerima bola secara terarah. Rangkaian ini memberi kesempatan bagi peserta untuk mengenali sentuhan bola sekaligus melatih koordinasi tubuh dan kaki.
Di pos 1-on-1, peserta berhadapan dengan lawan untuk mencoba menguasai bola dan mencari ruang, sementara tantangan throw-in mengenalkan cara melakukan lemparan ke dalam sesuai gerakan dasar. Setelah itu, peserta berlatih shoot on target dengan mengarahkan bola ke sasaran. Lintasan ditutup dengan tendangan penalti, yang memberi pengalaman menendang bola menuju gawang dari titik tertentu. Setiap tantangan memiliki karakter berbeda, sehingga peserta dapat mencoba beberapa aspek permainan, bukan hanya berlari atau menendang. Pendampingan dan suasana festival membantu membuat percobaan terasa ringan bagi siswi yang baru mengenal sepak bola.
Waktu penyelesaian menjadi tolok ukur untuk menentukan peserta tercepat dalam menuntaskan seluruh rangkaian. Dengan demikian, ketangkasan, kelancaran berpindah ant pos, dan kemampuan menyelesaikan setiap tugas berperan dalam pencatatan hasil. Pengukuran waktu menghadirkan unsur kompetisi, tetapi pengalaman utama tetap berpusat pada kesempatan untuk bermain dan mencoba. Peserta dapat mengenali gerakan yang terasa mudah maupun yang masih perlu dilatih, tanpa harus lebih dulu memiliki pengalaman bermain yang luas. Melalui format singkat dan beragam ini, festival memperkenalkan keterampilan dasar sepak bola sebagai kegiatan yang dapat dipelajari secara bertahap. Tantangan menjadi cara yang menyenangkan untuk membangun rasa percaya diri, mendorong partisipasi, dan membuka ruang bagi siswi Jakarta Utara untuk menikmati permainan bersama.
Hasil festival mencatat Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03 sebagai peserta dengan catatan waktu tercepat, yaitu 35,52 detik. Dalam urutan hasil yang disampaikan, nama Naufalyn berada pada posisi pertama. Catatan waktunya tercantum sebesar 35,52 detik, dengan satuan detik sebagaimana dicatat dalam hasil festival. Informasi posisi pertama tersebut merujuk kepada Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03. Dengan demikian, peserta tercepat dalam urutan festival ini adalah Naufalyn, dengan waktu 35,52 detik. Nama peserta, sekolah, dan catatan waktu tersebut disajikan sebagai bagian awal dari urutan hasil, sebelum informasi mengenai posisi kedua dan posisi ketiga.
Pada posisi kedua, hasil festival mencatat Hawra Gumaisha Ardifa dari SDN Jatinegara 10 Pagi. Waktu yang tertera untuk Hawra adalah 41,76 detik. Dalam urutan hasil, Hawra berada setelah Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03, yang mencatat waktu 35,52 detik. Penyebutan posisi kedua merujuk pada urutan peserta dalam hasil festival, sementara catatan waktu Hawra tercatat sebesar 41,76 detik. Nama lengkap peserta tersebut adalah Hawra Gumaisha Ardifa, dan sekolah yang dicantumkan bersamanya adalah SDN Jatinegara 10 Pagi. Data posisi, nama sekolah, dan waktu ini menyusul catatan peserta pada posisi pertama dalam urutan hasil yang disampaikan.
Posisi ketiga dalam hasil festival ditempati Shanum Zalika Khattab dari SDN Duren Sawit 01, dengan catatan waktu 42,90 detik. Nama Shanum berada setelah Naufalyn Fikria Rabbani dari SDN Cipulir 03 dan Hawra Gumaisha Ardifa dari SDN Jatinegara 10 Pagi dalam susunan hasil tersebut. Waktu yang dicatat bagi Shanum adalah 42,90 detik. Dengan urutan yang tercantum, tiga peserta teratas ialah Naufalyn pada posisi pertama dengan 35,52 detik, Hawra pada posisi kedua dengan 41,76 detik, dan Shanum pada posisi ketiga dengan 42,90 detik. Masing-masing catatan disertai nama sekolah peserta: SDN Cipulir 03, SDN Jatinegara 10 Pagi, dan SDN Duren Sawit 01.
Festival Senengsoccer dirancang sebagai pintu awal bagi siswi untuk mengenal sepak bola dalam suasana yang terbuka dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, peserta dapat mencoba permainan, memahami dasar-dasar olahraga, serta merasakan pengalaman bergerak bersama teman satu tim. Pengenalan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperluas kesempatan bagi anak perempuan untuk terlibat dalam sepak bola sejak usia muda. Festival juga menghubungkan kegiatan bermain dengan jalur pembinaan yang lebih terstruktur, sehingga pengalaman pertama di lapangan dapat berlanjut ke kegiatan latihan dan kompetisi.
Chandra Wiguna menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan. Artinya, pengenalan sepak bola tidak berhenti pada satu acara, tetapi menjadi bagian dari rangkaian yang membuka ruang bagi pemain muda untuk berkembang dan memperoleh pengalaman bertanding. Dalam ekosistem tersebut, Milklife Soccer Challenge hadir sebagai turnamen sepak bola putri bagi pemain muda. Kompetisi ini menyediakan wadah bagi siswi untuk menguji kemampuan dalam pertandingan, sekaligus memberi konteks yang lebih luas bagi pembinaan sepak bola putri usia dini. Festival dan turnamen memiliki bentuk kegiatan berbeda, tetapi keduanya terhubung dalam upaya memperkenalkan permainan dan menyediakan pengalaman lanjutan.
Skala kompetisi terlihat dalam penyelenggaraan Milklife Soccer Challenge Jakarta Jaya Seri 1 2026–2027. Ajang ini diikuti 1.600 siswi dari 112 madrasah ibtidaiyah (MI) dan sekolah dasar (SD) di Jakarta serta daerah sekitarnya. Pertandingan menggunakan format tujuh lawan tujuh.
Baca juga: KPK Selidiki Peran Bupati Bolaang Mongondow Utara di Jakarta Sebelum Penangkapan | Gema Picture Resmikan Kantor Baru dan Kenalkan Dua Film Terbaru | Wisuda Ke-42 Politeknik Negeri Jakarta: Prestasi Lulusan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan









