Kota Solo | Ketika ditanya apakah membicarakan rencana pencalonan Gibran dalam pemilihan umum selanjutnya pada 2029 dalam pertemuan itu, mantan Wali Kota Solo itu menepisnya. JAKARTA, KOMPAS.TV – Pengamat komunikasi politik Universitas Padjadjaran, Kunto Adi Wibowo menyampaikan pandangannya soal pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan Pilpres 2029 masih lama.
Keterangan yang tercatat menyebut Menurut saya ini secara politik bisa dianggap sesuatu yang wajar.
Data lain dalam laporan menunjukkan Menurutnya, pernyataan itu menunjukkan Jokowi tengah menahan diri atas ambisi politiknya di Pilpres 2029 nanti. Kalau menurut saya, yang pertama Pak Jokowi sangat tahu situasi politik sehingga ketika Mas Gibran itu terkena isu administratif dan hukum, tentu harus lebih merendah, slow, santai dengan ambisi politiknya di 2029," ujarnya dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Sabtu (10/10/2026). Denny SorotI Sikap Presiden Prabowo soal Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, Ungkit Pertemuan Jokowi "Kalau Mas Gibran ternyata tidak mampu kemudian keluar dari problem legitimasi soal ijazahnya ini, ya akan jadi beban politik tentu saja buat Pak Prabowo di tahun 2029," ucapnya. Analisa Pengamat soal Isu ‘Beda Jalan’ Jokowi dan Partai Koalisi Prabowo: Tidak Ada Matahari Kembar Diberitakan KompasTV sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sempat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026) malam. Menurutnya, momen Pilpres 2029 masih jauh dan saat ini fokus yang harus dilakukan adalah bekerja terlebih dahulu sesuai dengan tugasnya masing-masing.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Mengenai keberlanjutan koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dalam Pilpres selanjutnya, Kunto menyinggung mengenai tren adanya pergantian wakil presiden ketika presiden ingin mencalonkan diri kembali. Jika Gibran tak bisa keluar dari polemik yang menyeretnya, Kunto menilai hal tersebut bisa jadi beban politik Prabowo untuk kembali menggandeng anak sulung Jokowi itu di Pilpres selanjutnya. Tidak hanya itu, Kunto juga menyinggung sikap partai koalisi pendukung. Menurutnya, masing-masing partai koalisi tentu ingin mendorong nama kadernya menjadi wakil presiden. Oleh karena itu, ia menilai jika Jokowi memaksa mencalonkan Gibran kembali tetapi belum keluar dari polemik ijazah, suasananya akan menjadi kurang nyaman di internal koalisi.
Pak Jokowi berusaha merendah, berusaha tidak terlalu memaksa Mas Gibran, apalagi di tengah situasi yang sedang dihadapi oleh Mas Gibran," tuturnya. Semuanya kerja dulu, entah kerja politik, entah kerja pemerintah di pemerintahan, kerja untuk rakyatlah semuanya," ujarnya di Solo, Kamis (8/10/2026). Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.









