Kota Bandung | Sebuah perempuan tampak menghalangi kendaraan yang melaju melawan arus di Persimpangan Buahbatu, Kota Bandung. Kejadian ini menjadi sorotan setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial. Dalam video yang dibagikan, aksi perempuan tersebut terlihat sebagai teguran langsung kepada pengendara yang diduga mengambil jalur berlawanan. Peristiwa yang dibicarakan dalam unggahan itu berlangsung di Bandung, tepatnya di kawasan Persimpangan Buahbatu; tidak ada keterangan bahwa kejadian serupa berlangsung di lokasi lain. Rekaman tersebut kemudian mengundang perhatian pengguna media sosial dan membuat tindakan perempuan itu diperbincangkan. Informasi yang beredar berpusat pada momen ketika ia menghadang kendaraan, sementara rincian lain mengenai waktu dan latar kejadian belum dapat dipastikan dari unggahan semata.
Sejumlah warganet menilai perempuan itu berani karena berhadapan langsung dengan pengendara yang melawan arus. Penilaian tersebut muncul dalam percakapan publik setelah video tersebar, dan menjadikan aksi itu perhatian utama. Namun, reaksi di media sosial tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh konteks peristiwa ataupun memastikan identitas orang-orang yang terlihat. Potongan video dapat memperlihatkan satu momen, tetapi belum tentu memuat kejadian sebelum maupun sesudahnya. Karena itu, informasi mengenai tindakan di persimpangan perlu dibedakan dari berbagai dugaan atau tafsiran yang muncul dalam komentar. Yang dapat disampaikan berdasarkan rekaman dan keterangan yang beredar adalah bahwa teguran itu terjadi di Persimpangan Buahbatu, Bandung, dan melibatkan seorang perempuan serta kendaraan yang disebut melaju melawan arus.
Peristiwa ini juga mengangkat perhatian terhadap perilaku berkendara dan risiko yang dapat timbul ketika kendaraan bergerak berlawanan arah. Meski sebagian pengguna media sosial mengapresiasi keberanian perempuan tersebut, menghadang kendaraan secara langsung dapat membawa risiko keselamatan bagi dirinya maupun pengguna jalan lain. Penanganan pelanggaran lalu lintas pada dasarnya memerlukan kehati-hatian dan kewenangan pihak terkait, sehingga masyarakat sebaiknya tidak menjadikan aksi dalam video sebagai ajakan untuk melakukan tindakan serupa. Fokus pemberitaan tetap pada kejadian yang terekam di Buahbatu, bukan pada klaim bahwa tindakan atau peristiwa sejenis berlangsung di tempat lain. Penyebaran rekaman itu menjadikan momen tersebut dikenal publik, sementara penilaian atas detail kejadian perlu menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah kendaraan melaju melawan arah di kawasan Buahbatu. Dalam rekaman tersebut, seorang perempuan berbaju hitam berdiri di jalur kendaraan dan tampak menghalangi para pengendara yang melintas. Ia kemudian terlihat menegur mereka. Pada salah satu bagian video, perempuan itu tampak memukul seorang pengendara. Adegan tersebut menjadi sorotan karena berlangsung di tengah arus kendaraan, sementara penyebab persis para pemotor mengambil jalur berlawanan tidak dapat dipastikan hanya dari potongan rekaman yang beredar.
Unggahan video pertama yang ramai dibagikan diketahui berasal dari sebuah akun Threads pada Selasa, 20 Oktober 2026. Rekaman itu memperlihatkan situasi di jalan dan tindakan perempuan tersebut, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan siapa dirinya ataupun latar belakang kejadian. Karena video yang beredar berupa rekaman terbatas, urutan peristiwa sebelum kamera mulai merekam dan setelah kejadian berlangsung juga belum tentu terlihat secara utuh. Informasi mengenai lokasi, waktu, serta konteks tindakan perlu merujuk pada keterangan yang dapat diverifikasi, bukan hanya dugaan yang muncul di kolom komentar.
Selain video awal, beredar rekaman lain yang diduga menampilkan perempuan yang sama sedang menegur pemotor dengan cara serupa. Dalam kaitannya dengan rekaman kedua, muncul dugaan bahwa perempuan tersebut membawa pisau. Namun, dugaan mengenai benda yang dibawa maupun identitas perempuan itu perlu dibedakan dari hal yang benar-benar tampak dalam video. Rekaman yang beredar belum cukup untuk memastikan bahwa sosoknya adalah orang yang sama, atau bahwa benda yang terlihat merupakan pisau. Kepastian mengenai identitas, benda yang dibawa, dan rangkaian kejadian memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Hingga ada konfirmasi, informasi tersebut sebaiknya disampaikan secara hati-hati dan tidak diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti.
Kapolsek Lengkong Kompol Aldi Lazuardi mengatakan, pihaknya telah menerima informasi mengenai kejadian yang terekam dalam video dan menjadi perhatian publik tersebut. Kepolisian kemudian berupaya menelusuri identitas perempuan yang terlihat dalam rekaman. Menurut Aldi, pencarian itu telah dilakukan selama dua hari terakhir, tetapi hingga saat ia memberikan keterangan, petugas belum berhasil menemukan perempuan tersebut.
Aldi menyampaikan bahwa petugas juga telah menunggu di lokasi selama dua hari untuk mencari keberadaan perempuan yang dimaksud. Namun, selama masa penantian itu, perempuan tersebut tidak muncul. Dengan demikian, polisi masih belum dapat memastikan identitasnya melalui upaya yang dilakukan di lokasi. Keterangan tersebut disampaikan Aldi pada Kamis, 22 Oktober.
Upaya mencari identitas itu dilakukan setelah aparat menerima informasi terkait aksi tegur terhadap pemotor yang melawan arus di kawasan Buahbatu. Sosok perempuan dalam video menjadi salah satu pihak yang ingin diketahui identitasnya oleh polisi. Meski pencarian telah berlangsung, Aldi menyatakan hasilnya belum menemukan orang yang dicari. Ia juga menjelaskan bahwa petugas sudah berada di lokasi, tetapi perempuan tersebut belum terlihat datang atau melintas selama dua hari itu.
Pernyataan Kapolsek Lengkong tersebut menunjukkan bahwa penelusuran masih berfokus pada pencarian identitas perempuan yang terekam. Informasi yang disampaikan sejauh ini terbatas pada penerimaan laporan atau informasi kejadian, durasi upaya pencarian, serta keberadaan petugas di lokasi. Aldi tidak menyebutkan bahwa perempuan itu telah ditemukan; sebaliknya, ia menegaskan bahwa petugas belum berhasil menjumpainya. Karena itu, identitas perempuan tersebut masih belum diketahui berdasarkan keterangan yang diberikan pada Kamis, 22 Oktober. Polisi terus berupaya menelusuri keberadaannya setelah dua hari menunggu tanpa melihatnya muncul di lokasi.
Pencarian terhadap perempuan yang terlihat menegur pemotor lawan arus di kawasan Buahbatu diarahkan untuk memperoleh keterangan mengenai kejadian tersebut. Polisi berupaya mengetahui identitasnya agar dapat meminta penjelasan langsung tentang apa yang berlangsung, termasuk konteks teguran dan tindakan yang terekam atau menjadi perhatian publik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengumpulkan informasi, bukan pernyataan bahwa perempuan itu telah ditetapkan sebagai tersangka.
Keterangan dari pihak yang terlibat atau menyaksikan peristiwa dapat membantu polisi menyusun gambaran kejadian secara lebih utuh. Karena itu, pencarian identitas tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seseorang telah terbukti melakukan pelanggaran. Penilaian terhadap suatu peristiwa memerlukan pemeriksaan dan informasi yang memadai, sementara pihak kepolisian masih perlu mendengar penjelasan perempuan tersebut sebelum menarik kesimpulan lebih lanjut.
Aldi menjelaskan bahwa penggunaan senjata tajam untuk mengancam orang lain dapat dijerat dengan Undang-Undang Darurat. Penjelasan itu merujuk pada kemungkinan konsekuensi hukum apabila unsur-unsur yang relevan memang terpenuhi berdasarkan pemeriksaan. Namun, keterangan tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa tindak pidana telah terjadi dalam insiden di Buahbatu, ataupun bahwa perempuan yang dicari pasti menggunakan senjata tajam untuk mengancam seseorang.
Dengan demikian, penting membedakan upaya polisi meminta keterangan dan penetapan status hukum. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa polisi mencari identitas perempuan itu untuk memperoleh keterangannya mengenai kejadian, sedangkan penerapan ketentuan hukum bergantung pada fakta yang ditemukan. Sampai ada penjelasan resmi lebih lanjut, rincian mengenai peran masing-masing pihak dan ada tidaknya unsur pelanggaran tetap perlu diperlakukan secara hati-hati. Penjelasan langsung dari perempuan tersebut dapat membantu melengkapi informasi tentang latar peristiwa, tetapi tidak menggantikan proses pemeriksaan terhadap bukti dan keterangan lain.
Baca juga: Penemuan Mengejutkan: Jasad Wanita Tanpa Identitas Ditemukan di Lapangan Sepak Bola Tangerang









