TUBAN, Widang – Sinergi antara Polri dan lembaga pendidikan terbukti efektif memberikan rasa aman kepada pelajar sekaligus menjadi benteng utama dalam mencegah tindakan bullying (perundungan).
“Kolaborasi ini diwujudkan melalui berbagai program strategis kepolisian yang masuk langsung ke lingkungan sekolah, terutama dalam momen krusial seperti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Melalui pendekatan preventif dan edukatif, kerja sama ini berfokus pada pembentukan karakter, penanaman nilai empati, serta pemahaman hukum sejak dini.
“Bahwa perundungan dapat merusak masa depan dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
Konsekuensi Hukum juga perlu diberikan sebagai dasar pemahaman yang tegas, bahwa tindakan kekerasan fisik maupun siber memiliki sanksi pidana yang diatur dalam undang-undang.
“Hal ini ditegaskan oleh Kapolsek Widang AKP Rianto S.H, M.H, kepada kontributor terkait kegiatan anggotanya di SMPN 1 Widang pada Kamis (16/7/2026) pagi.
Iya, hari ini kami perintahkan Kanit Reskrim dan Bhabinkamtibmas untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi di sekolah tersebut, ” terangnya.
Pencegah yang kita lakukan ini langkah kongkrit, namun jika masih terjadi maka kita dorong agar pelajar mempunyai keberanian melapor. Kami memotivasi pelajar agar berani bersuara (speak up) dan segera melapor kepada guru atau kepolisian jika melihat atau menjadi korban perundungan,” sambungnya.
Untuk menciptakan sekolah ramah anak yang bebas kekerasan, dari kami kepolisian menekankan pentingnya keterlibatan tiga unsur utama dalam pencegahan, yakni Polri (Bhabinkamtibmas) melakukan pembinaan, mediasi konfilk, dan edukasi hukum berkala, selanjutnya pihak Sekolah dan Guru memperketat pengawasan, menetapkan aturan tegas, serta menyediakan layanan konseling. Dan yang terakhir adalah peran Orang Tua, dengan nemantau perubahan perilaku anak di rumah dan menjalin komunikasi transparan dengan sekolah.
“Sinergi berkelanjutan ini memastikan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga menjadi zona aman yang mendukung perkembangan mental dan karakter positif generasi muda,” pungkasnya.
Kontributor : B2
Published : Humas
- Danrem 181/PVT Bersama Bupati Sorong Selatan Resmi Buka TMMD Ke-129 TA 2026, Wujudkan Sinergi Membangun Negeri dari Desa
- Danrem 181/PVT Bersama Bupati Sorong Selatan Resmi Buka TMMD Ke-129 TA 2026, Wujudkan Sinergi Membangun Negeri dari Desa Sorong Selatan, PBD – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka di Kampung Sesor, Kabupaten Sorong Selatan, Rabu (15/7/2026). Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”, kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi TNI, Pemerintah Daerah, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan. Upacara pembukaan berlangsung khidmat dengan Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.AP, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., Dandim 1807/Sorong Selatan selaku Dansatgas TMMD Ke-129 TA 2026 Letkol Czi Paulus Caesario P.W., S.H., Kapolres Sorong Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong Selatan, para pejabat Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pelajar Pramuka, serta masyarakat Kampung Sesor. Dalam rangkaian upacara, Dandim 1807/Sorong Selatan selaku Dansatgas TMMD menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan TMMD Ke-129 TA 2026 yang dilanjutkan dengan penandatanganan naskah serah terima program TMMD oleh Bupati Sorong Selatan sebagai simbol dimulainya pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya dilakukan penyerahan alat kerja kepada perwakilan pelaksana TMMD sebagai wujud dimulainya pembangunan secara terpadu. Dalam amanatnya, Bupati Sorong Selatan menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong, persatuan, dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P. menegaskan bahwa TMMD merupakan program lintas sektoral yang mengedepankan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan. Melalui semangat kebersamaan, diharapkan hasil pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat. Usai pelaksanaan upacara, rombongan melaksanakan peninjauan sasaran fisik TMMD, mengunjungi Komando Taktis (Kotis) TMMD, menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat, melaksanakan penanaman pohon buah sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, serta mengunjungi stan UMKM Persit Kartika Chandra Kirana dan pelaku UMKM lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan upacara melibatkan personel TNI, Polri, pelajar Pramuka, dan unsur masyarakat yang berlangsung tertib, khidmat, serta penuh semangat kebersamaan. Kegiatan pembukaan TMMD Ke-129 TA 2026 selesai pada pukul 13.30 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Diharapkan melalui program TMMD ini, pembangunan di Kampung Sesor dapat berjalan optimal sehingga semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempererat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa dalam membangun Indonesia dari desa. (Tim/Red)
- KRITIK BERUJUNG PANGGILAN POLISI? Praktisi Hukum Bongkar Garis Tipis Antara Kebebasan Berpendapat dan Jerat UU ITE








