<a href="https://barometerindonesianews.com/humanisasi-polisi-dimulai-dari-desa-satlantas-tuban-tuai-respons-positif-warga/”>TUBAN — Aktivitas pagi di salah satu kawasan pasar di Kabupaten Tuban mendadak berbeda ketika sejumlah anggota polisi lalu lintas membuka layanan informasi di tengah lalu-lalang warga. Beberapa pengendara terlihat berhenti sejenak, sebagian lainnya memilih mendekat untuk bertanya soal perpanjangan SIM, pajak kendaraan, hingga proses pengurusan BPKB.
Bukan razia. Bukan pula operasi penindakan di jalan raya.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program Polantas Tuban Menyapa yang belakangan mulai rutin hadir di sejumlah titik keramaian warga di Kabupaten Tuban. Program tersebut menjadi cara baru Satlantas Polres Tuban dalam mendekatkan pelayanan kepolisian langsung ke tengah masyarakat.
Jika sebelumnya masyarakat harus datang ke kantor pelayanan untuk mencari informasi administrasi kendaraan, kini petugas justru mendatangi lokasi aktivitas warga. Mulai lingkungan desa, pasar tradisional, kawasan permukiman, hingga ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat.
Pendekatan itu mendapat perhatian warga karena dinilai lebih sederhana dan tidak berjarak.
Beberapa warga terlihat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi langsung dengan petugas. Ada yang menanyakan prosedur membuat SIM baru, ada pula yang meminta penjelasan mengenai pengurusan STNK lima tahunan serta proses balik nama kendaraan.
Situasi berlangsung santai. Tidak ada sekat formal seperti suasana di ruang pelayanan kantor. Polisi dan masyarakat berbincang langsung di lokasi kegiatan sambil sesekali diselingi edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas.
Program tersebut menjadi bagian dari langkah Satlantas Polres Tuban dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah diakses masyarakat.
Polisi Tidak Lagi Hanya Menunggu di Kantor
Selama ini persoalan jarak dan waktu masih menjadi kendala bagi sebagian masyarakat saat mengurus dokumen kendaraan bermotor. Terutama warga yang tinggal cukup jauh dari pusat pelayanan.
Bagi masyarakat di wilayah pedesaan atau pinggiran kota, perjalanan menuju kantor pelayanan kepolisian sering memerlukan waktu cukup panjang. Belum lagi antrean pelayanan yang terkadang membuat masyarakat harus menyisihkan waktu kerja mereka.
Kondisi itulah yang kemudian melahirkan konsep pelayanan lapangan melalui program Polantas Tuban Menyapa.
Petugas tidak lagi hanya berada di kantor menunggu masyarakat datang. Dalam program tersebut, anggota Satlantas turun langsung ke lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga.
Konsep jemput bola itu dinilai lebih efektif karena masyarakat dapat memperoleh informasi administrasi kendaraan tanpa meninggalkan aktivitas harian terlalu lama.
Kehadiran polisi di ruang publik juga menciptakan komunikasi yang lebih cair. Warga yang sebelumnya enggan bertanya di kantor pelayanan kini terlihat lebih nyaman berdialog langsung dengan petugas di lapangan.
Pertanyaan Soal SIM Paling Banyak Disampaikan Warga
Dari berbagai layanan yang dibuka dalam kegiatan tersebut, pembahasan mengenai Surat Izin Mengemudi atau SIM menjadi topik yang paling sering ditanyakan masyarakat.
Sebagian warga mengaku masih belum memahami tahapan pembuatan SIM baru. Ada yang bingung soal persyaratan administrasi, ada pula yang belum mengetahui prosedur ujian teori maupun praktik berkendara.
Petugas kemudian memberikan penjelasan satu per satu mengenai proses pengajuan SIM.
Mulai syarat usia pemohon, dokumen identitas, pemeriksaan kesehatan, hingga tahapan ujian dijelaskan secara langsung kepada masyarakat.
Penjelasan tersebut dinilai membantu warga yang sebelumnya hanya memperoleh informasi secara terbatas dari cerita orang lain maupun media sosial.
Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya memahami bahwa proses pembuatan SIM bukan sekadar administrasi biasa, melainkan juga berkaitan dengan kemampuan dan kesiapan seseorang dalam berkendara di jalan raya.
Petugas juga mengingatkan bahwa SIM merupakan dokumen penting yang wajib dimiliki pengendara sebagai bentuk legalitas sekaligus bukti kompetensi mengemudi.
Warga Banyak Bertanya Soal Perpanjangan SIM
Selain pembuatan SIM baru, layanan yang ramai diminati masyarakat adalah konsultasi terkait perpanjangan SIM.
Beberapa warga mengaku sering terlambat memperpanjang masa berlaku SIM karena kesibukan pekerjaan. Ada pula yang belum memahami dokumen apa saja yang harus disiapkan.
Melalui program tersebut, petugas membantu masyarakat memeriksa kelengkapan administrasi serta memberikan penjelasan mengenai prosedur perpanjangan SIM.
Langkah ini dianggap membantu masyarakat agar tidak salah prosedur saat melakukan pengurusan resmi nantinya.
Sebagian warga bahkan mengaku baru mengetahui bahwa masa berlaku SIM perlu diperhatikan sebelum habis agar proses administrasi tidak terkendala.
Kegiatan seperti ini membuat masyarakat lebih mudah memperoleh informasi tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
STNK dan BPKB Jadi Topik yang Tak Kalah Ramai
Selain SIM, persoalan administrasi kendaraan lain juga banyak ditanyakan masyarakat dalam kegiatan Polantas Tuban Menyapa.
Sejumlah warga berkonsultasi mengenai pengurusan STNK tahunan maupun lima tahunan. Ada pula yang menanyakan prosedur mutasi kendaraan antar daerah hingga proses balik nama kendaraan bekas.
Topik mengenai BPKB juga cukup sering muncul dalam dialog antara warga dan petugas.
Masih banyak masyarakat yang belum memahami detail pengurusan dokumen kendaraan, terutama terkait syarat administrasi dan tahapan prosesnya.
Melalui komunikasi langsung di lapangan, masyarakat akhirnya bisa memperoleh penjelasan yang lebih jelas dan mudah dipahami.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga dokumen kendaraan karena kehilangan STNK atau BPKB dapat memunculkan persoalan administrasi yang cukup panjang.
Edukasi Keselamatan Disampaikan di Tengah Keramaian
Program Polantas Tuban Menyapa bukan hanya berisi layanan administrasi kendaraan.
Di sela kegiatan, petugas juga aktif memberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara kepada masyarakat.
Penggunaan helm standar bagi pengendara sepeda motor menjadi salah satu hal yang paling sering disampaikan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar selalu membawa dokumen kendaraan saat berkendara di jalan raya.
Petugas turut mengingatkan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan pengguna jalan lain.
Dalam dialog bersama warga, polisi juga menyinggung masih tingginya risiko kecelakaan akibat kelalaian pengendara.
Karena itu, edukasi keselamatan dinilai penting untuk terus dilakukan secara langsung di tengah masyarakat.
Pendekatan seperti ini dianggap lebih efektif dibanding sekadar sosialisasi formal karena masyarakat dapat langsung berdiskusi dengan petugas mengenai persoalan lalu lintas yang mereka hadapi sehari-hari.
Warga Mulai Berani Menyampaikan Keluhan
Menariknya, kegiatan Polantas Tuban Menyapa juga berkembang menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan kepolisian.
Saat kegiatan berlangsung, beberapa warga terlihat menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi lalu lintas di lingkungan mereka.
Ada yang mengeluhkan jalan rusak, minim penerangan di beberapa titik jalan, hingga kurangnya rambu lalu lintas di kawasan tertentu.
Sebagian masyarakat juga menyoroti perilaku pengguna jalan yang dinilai masih kurang tertib.
Keluhan tersebut langsung diterima petugas sebagai bahan masukan untuk evaluasi pelayanan lalu lintas di wilayah Tuban.
Situasi ini membuat hubungan polisi dan masyarakat terasa lebih dekat karena komunikasi berlangsung secara terbuka di lapangan.
Pendekatan Humanis Dinilai Lebih Efektif
Kehadiran polisi di tengah aktivitas warga menciptakan suasana yang berbeda dibanding pelayanan konvensional.
Jika selama ini sebagian masyarakat merasa canggung saat datang ke kantor pelayanan, kini interaksi terasa lebih santai dan akrab.
Warga dapat bertanya langsung tanpa tekanan suasana formal. Bahkan beberapa masyarakat terlihat berdiskusi cukup lama dengan petugas mengenai persoalan kendaraan mereka.
Pendekatan humanis seperti ini dianggap mampu membangun kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian.
Program tersebut juga menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak selalu harus dilakukan di balik meja kantor.
Dengan turun langsung ke lapangan, polisi bisa mengetahui persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat sehari-hari.
Antusiasme Warga Mulai Terlihat di Sejumlah Lokasi
Di sejumlah titik kegiatan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi.
Beberapa warga rela menyempatkan waktu untuk berkonsultasi langsung terkait administrasi kendaraan mereka.
Ada yang datang untuk memastikan syarat perpanjangan SIM, ada pula yang sekadar meminta penjelasan mengenai prosedur pengurusan STNK dan BPKB.
Sebagian masyarakat mengaku program seperti ini mempermudah mereka karena informasi bisa diperoleh lebih cepat dan tidak membingungkan.
Terlebih bagi warga yang selama ini kesulitan meluangkan waktu datang ke kantor pelayanan.
Kehadiran program tersebut juga dinilai membantu masyarakat agar lebih memahami pentingnya kelengkapan dokumen kendaraan.
Dorong Kesadaran Tertib Berlalu Lintas
Melalui program Polantas Tuban Menyapa, Satlantas Polres Tuban tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi kendaraan semata.
Lebih jauh, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih tertib saat berkendara.
Polisi berharap edukasi yang diberikan secara langsung dapat membuat masyarakat lebih disiplin mematuhi aturan lalu lintas.
Kesadaran tersebut dinilai penting untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus menciptakan kondisi jalan yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.
Dengan pelayanan yang semakin mudah dijangkau dan komunikasi yang lebih terbuka, program ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara masyarakat dan kepolisian.
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat dan praktis, pendekatan lapangan seperti Polantas Tuban Menyapa menjadi salah satu langkah yang mulai dirasakan manfaatnya langsung oleh warga di Kabupaten Tuban.











5 Komentar
Komentar ditutup.