Respons Cepat Bati Tuud Koramil Candipuro: Evakuasi Aset Warga di Zona Bahaya Semeru

LUMAJANG – Upaya penyelamatan pasca-terjangan banjir lahar dingin Gunung Semeru di wilayah Candipuro terus dilakukan hingga Senin (8/12/2025). Tidak hanya difokuskan pada penyelamatan jiwa, aparat TNI juga memastikan harta benda warga dapat diselamatkan sebelum arus susulan kembali terjadi. Salah satu aksi cepat tersebut dipimpin langsung oleh Bati Tuud Koramil 0821/09 Candipuro, Peltu Baidowi, yang memimpin evakuasi aset milik warga terdampak di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.

Rumah milik Bapak Satuman, yang berada tidak jauh dari jalur aliran lahar dingin, mengalami kerusakan cukup parah setelah diterjang banjir bercampur material vulkanik. Retakan struktur dan genangan lumpur setinggi lutut membuat penghuni terpaksa mengungsi demi keselamatan. Namun, ancaman lain masih membayangi: kerusakan harta benda akibat lumpur ataupun potensi banjir susulan.

Melihat kondisi itu, Peltu Baidowi bergerak cepat. Bersama sejumlah anggota TNI dan warga sekitar, ia memimpin proses evakuasi perabotan dan barang berharga yang masih mungkin diselamatkan. Langkah tersebut dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan situasi lapangan yang masih labil dan kemungkinan terjadinya longsoran material dari kawasan atas.

Dalam keterangannya, Peltu Baidowi menegaskan bahwa penyelamatan aset warga merupakan bagian penting dari upaya pengurangan dampak lanjutan bencana. Setelah seluruh penghuni dievakuasi, tahap berikutnya adalah memastikan barang-barang penting tidak hilang atau rusak saat kondisi masih rawan.

“Kondisi rumah Bapak Satuman sudah sangat rawan. Fokus kami adalah mengamankan barang-barang berharga dan perabotan agar tidak hanyut atau rusak apabila terjadi banjir susulan,” ujar Peltu Baidowi saat memimpin evakuasi.

“TNI bertanggung jawab meminimalisir penderitaan warga. Jika rumah rusak, setidaknya aset mereka masih bisa digunakan saat masa pemulihan nanti. Ini bentuk komitmen kami dalam melindungi harta benda rakyat,” lanjutnya.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Anggota TNI harus berjibaku melawan lumpur setebal 20–40 cm yang menutupi hampir seluruh ruangan rumah. Mereka mengangkat kasur, kursi, lemari, dokumen penting, hingga peralatan elektronik, untuk dibawa ke titik aman yang telah disiapkan di area pengungsian sementara.

Beberapa warga sekitar turut membantu, menunjukkan soliditas sosial yang biasanya muncul kuat ketika bencana terjadi. Mereka bekerja bergantian memastikan setiap barang dapat dipindahkan dengan aman, termasuk membantu mengemas dokumen keluarga yang berpotensi rusak jika terkena air.

Menurut informasi petugas, kondisi jalur lahar Semeru masih dianggap labil akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Material vulkanik yang tersisa di puncak dan lereng Semeru berpotensi terbawa arus kapan saja, sehingga proses evakuasi harus dilakukan secepat mungkin.

Upaya Peltu Baidowi dan jajaran Koramil Candipuro tersebut mendapatkan apresiasi dari warga setempat. Mereka menilai tindakan cepat TNI bukan hanya menyelamatkan harta benda, tetapi juga memberikan dukungan moral di tengah situasi sulit.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, relawan, dan warga masih terus memantau perkembangan kondisi di sekitar aliran lahar dingin Semeru. Pemerintah daerah juga telah mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar bantaran sungai dengan potensi aliran lahar.

(Bambang/Pendim0821)

Pos terkait